Sejarah Singkat Tentang Pulau Bali

Sejarah Singkat Tentang Pulau Bali

Pulau Bali menurut masyarakatnya disebut sebagai pulau suci, itu karena sesuai sejarahnya, yang mana diceritakan perjalanannya seorang pertapa suci dari Gunung Raung, di Jawa Timur, beliau bernama Rsi Markendeya. Pada abad ke-17 dalam pertapaannya beliau mendapatkan wahyu untuk pindah ke pulau Dawa, sebuah pulau yang memiliki arti panjang dan memang pulau ini memiliki wilayah yang panjang. Untuk tujuan ke pulau tersebut maka Rsi Markendeya meminta 800 orang pengikutnya untuk menemaninya menuju pulau Dawa atau pulau panjang ini.

Foto Rsi Markandeya

Perjalanan menuju pulau Dawa ini memang tidak mulus, terlalu banyak rintangan, mereka pun memulai perjalananya dan tibalah di Barat pulau ini, namun dalam perjalananya kurang lebih tiga perempat pengikut Rsi Markendeya ini meninggal dunia karena sepanjang perjalanannya, penyebabnya adalah mereka ada yang dimakan hewan buas seperti harimau dan ular besar yang terdapat dihutan, karena kejadian dan hal buruk tersebut terjadi mereka memutuskan untuk kembali ke gunung raung. Rsi Markandeya kembali memohon petunjuk, karena kegagalannya tersebut.

Setelah beliau mendapatkan petunjuk, dan dengan pengikut baru, beliau kembali kembali ke pulau Dawa tersebut. Rsi Markandeya dan para pengikutnya melakukan ritual untuk menanam panca dhatu yang terdiri dari 5 jenis logam sebagai penolak bala di kaki gunung agung tepatnya sekarang dikenal dengan nama Besakih, yang sekarang adalah pura terbesar di bali dan menjadi sumber kegiatan upacara agama. Di tempat inilah beliau mulai mengajarkan tentang kehidupan beragama, penduduk mulai diajarkan menyembah Ida Sang Hyang Widi setiap 3 kali sehari dengan menggunakan bebali yang mengandung atau sesajen yang mengandung tiga unsur yaitu unsur air, api dan bunga yang harum, maka dari kata bebali itulah sejarah nama Bali tersebut diambil.

Tetapi menurut beberapa sejarahawan juga mengemukakan pendapat atau sejarah tentang Bali kuno dalam versi yang berbeda, mereka mengatakan bahwa sejarah tentang Bali tersebut, berawal dari Bali telah dihuni oleh bangsa Austronesia sekitar tahun 2000 sebelum masehi yang berimigrasi, budaya dan bahasa dari orang Bali erat kaitannya dengan orang-orang kepulauan Indonesia, Malaysia, Filipina dan Osenia. Dalam catatan sejarah alat batu yang berasal dari zaman Bali kuno itu ditemukan dekat Desa Cekik di sebelah Barat pulau Bali.

Budaya Bali kuno dari jaman Bali tempo dulu sendiri sangat dipengaruhi oleh budaya India dan juga China terutama pengaruh Hindu. Nama Bali Dwipa juga disematkan untuk pulau Bali, sesuai yang ditemukan pada sejumlah prasasti, salah satunya adalah prasasti Blanjong yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914 masehi yang menyebutkan “walidwipa” jadi sejarah nama Bali tersebut bisa ditemukan pada sebuah prasasti.

Sejarah Bali kuno mencatat juga akan, pulau Bali juga dikuasai juga oleh penjajah Belanda, yaitu pada 1597, Cornelis De Houtman dari penjajah kolonial Belanda tiba di Bali dengan pembentukan perusahaan India Timur Belanda pada tahun 1602, sebuah tempat didirikan untuk mengontrol kolonial dan dua setengah abad kemudian ketika pengontrolan dari pihak Belanda diperluas di seluruh indonesia, kontrol politik dan ekonomi Belanda atas bali dimulai pada tahun 1840-an di pantai utara pulau Bali, ketika Bali yang terdiri dari sejumlah kerajaan bisa dengan mudah diadu domba, politik adu domba dari Belanda ini memang mampu memecah belah agar tidak percaya terhadap satu dengan lainnya dan ini dimanfaatkan Belanda itu menguatkan kendalinya.

Pihak Belanda juga melakukan serangan terhadap penduduk Bali yang melawan, untuk mempertahankan tersebut munculah rasa patriotisme di sejumlah tempat, salah satunya yang terkenal adalah puputan Margarana di Tabanan yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai. Banyak yang berguguran sebagai pahlawan, dan ditempat tersebut dibangun monument dinamakan monumen Margarana. Monument tersebut untuk mengenang jasa pahlawan dan sekaligus sebagai tempat pemujaan. Pada masa berikutnya sejarah tentang Bali adalah masa kependudukan Jepang dari tahun 1942-1945.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *