Keinginan, Tekad dan Usaha: Kunci Gemilang Wujudkan Perubahan

Keinginan, Tekad dan Usaha: Kunci Gemilang Wujudkan Perubahan

Sigit Anom Pamungkas – PT. Agam Harmoni Alam

Meraih kesuksesan telah menjadi tujuan semua orang dalam berkarya. Bahkan kesuksesan pun dijadikan tolak ukur dari keberhasilan perjalalanan hidup manusia. Namun, untuk mencapai titik kesuksesan seperti itu, tidaklah mudah seperti membalikan telapak tangan. Ada banyak hambatan dan lika-liku persoalan yang mesti dilalui. Jika semua itu mampu dilalui, pada akhirnya setiap orang akan memahami jika definisi kesuksesan akan bermuara pada kesadaran tentang suatu perubahan pembentukan diri menuju ke arah yang lebih baik.

Hal tersebut pula tidak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Sigit Anom Pamungkas, aktor penting di balik hadirnya perusahaan ternama di pulau Bali dan Jawa yaitu CV. Agam Harmoni Alam yang beralamat di Jl. A.Yani Utara Gg.Family No.187B, Peguyangan – Denpasar Utara – Bali. Dalam genggamannya, perusahaan yang banyak bergerak di projek sipil bangunan ini kian kokoh berdiri demi mewujudkan tempat tinggal yang berkualitas sebagai impian setiap konsumen.

Sejak awal berdirinya perusahaan tersebut di tahun 2006, CV. Agam Harmoni Alam berupaya tampil bersaing menjadi salah satu perusahaan konstruksi di Indonesia dengan penekanan pada pertumbuhan yang berkelanjutan dan pembangunan kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia, managemen teknologi, dan tata kelola perusahaan yang baik.

Turut serta di dukung tenaga profesional dan terlatih dalam bidangnya, Sigit Anom Pamungkas mendorong kebijakan sistem untuk mampu menghasilkan prospek kerja yang efektif, tepat waktu serta mengedepankan hasil yang berkualitas untuk membuat seluruh konsumen merasa puas. Perusahaan yang sudah memiliki izin operasional serta lengkap berbadan hukum sejak tiga tahun lalu ini pun telah melahirkan karya demi mendukung pembangunan di Bali. Seperti villa, homestay, apartement, bungalow, gedung kantor, ruko, rumah tinggal, pabrik atau gudang yang telah dikerjakan. Baik itu yang dimulai dari desain awal, renovasi, bangunan baru atau pembuatan Bio Fiberglass seperti biotank, groundtank, grasstrap, stp bio, dan lain sebagainya turut menjadi keunggulan dari CV. Agam Harmoni Alam.

Selain itu tak hanya bangunan dan Bio Fiberglass saja yang di tangani oleh kurang lebih 40 staf dan karyawan di perusahaan miliknya itu, akan tetapi turut ambil bagian menggarap pekerjaan mekanikal dan electrical dari suatu gedung. Seperti misalnya pekerjaan listrik, instalasi telepon, instalasi kabel data, security-system, maupun instalasi CCTV, alarm system dan berserta perawatannya. Hadirnya sebuah perusahaan dengan performa terlengkap demi memenuhi kebutuhan tempat tinggal idaman konsumen, Sigit Anom Pamungkas tidak memungkiri jika ada banyak tantangan yang menurutnya sebagai pemantik api semangat untuk terus berkarya. Meski hingga di titik pencapaian ini, Ayah dua anak tersebut tetap berusaha mempertahankan tekad agar terus hidup demi menjaga kesuksesan yang telah diraih.

Bagi pria asal Wonosobo, Jawa Tengah ini, resep sederhana jika ingin merasakan keberhasilan adalah dari keinginan, tekad, dan usaha. Ketiga poin penting itulah yang mampu mengarahkan langkah hidupnya untuk selalu berbenah. Dan hal tersebut yang menghantarkan jiwanya untuk bergelut di dunia bisnis dan memulai membuka usaha dengan hasil kerja keras dan keringatnya sendiri.

“Awalnya hanya niat ya, yang kebetulan dalam pola pemikiran saya bahwa saya tidak bisa bekerja dengan orang lain. Dalam artian memang mau berusaha sendiri. Sehingga berangkat dari pengalaman ke pengalaman; sejak tahun 2005 saat saya ke Bali pertama kali dan mulai bekerja sebagai marketing di perusahaan penyedia bahan dan prodak-prodak baru khusus bangunan, berinteraksi dengan banyak orang, berdiskusi dan lain sebagainya, saya mulai banyak belajar tentang banyak hal,” ungkap pria yang akrab disapa Anom ini.

Karakter yang mudah untuk dipahami dari dirinya juga adalah sosok pria kelahiran 22 Oktober 1982 ini memiliki keterampilan lebih cepat beradaptasi dengan segala situasi pekerjaan. Tentu hal tersebut tidak terlepas dari semangat belajar Anom selama bekerja sebagai staff marketing perusahaan. Sehingga tidak lama berselang, kurang lebih 10 bulan ia bekerja, Anom memberanikan diri untuk resign lalu mencoba membuka usahanya sendiri.

Tekad dan niat yang besar kian terlihat dari sosok pria yang memiliki perawakan kecil namun memiliki karakter jeli; semangat dan aktif mengerjakan sesuatu hal dengan lihai dan juga teliti. Meski berbeda jalur dengan besik ilmu Komputer yang diperolehnya dari Universitas AKAKOM Yogyakarta, namun Anom tetap meyakini bahwa dirinya mampu berkembang. Memanfaatkan kesempatan dan peluang, ia pun langsung mencoba merambah sebagai supplier septic tank berupa Bio Fiberglass yang produknya ramah lingkungan.

“Tentu sebagai langkah awal, saya tidak bisa berjalan sendiri. Sehingga saya coba bekerjasama dengan teman. Jadi kita punya teamwork yang ikut mendukung. Dari pengalaman kerja sebagai marketing dan memiliki relasi yang cukup banyak, memberi saya peluang untuk bisa memasarkannya secara door to door. Seperti di villa, hotel, dan lain sebagainya. Dan sampai sekarang sudah punya pelanggannya sendiri.

Meski besik ilmu komputer ya, tetapi apa pun bisa dilakukan hanya dengan semangat belajar. Sehingga saya bisa menguasai lingkungan kerja. Belajar dari pengalaman dan lingkungan sosial. Sekarang usaha saya sudah mulai berjalan sendiri dan join partner bersama teman itu hanya kontrak 3 tahun,” jelasnya. Seiring perkembangannya, Anom pun mulai merekrut sejumlah staff yang kemudian membentuk tim untuk mengurus sejumlah proyek bangunan. Seperti tim desain, arsitek, dan lain sebagainya yang memiliki kompetensi baik sesuai bidangnya masing-masing.

Dari semua pencapaian usahanya itu, Anom pun mampu merumuskan esensi kata sukses dari sejumlah pengalaman yang dilaluinya. Bagi Anom, kesuksesan bukan melulu tentang seberapa banyak harta yang dimiliki atau banyaknya materi, uang dan jabatan, akan tetapi tentang sebuah hubungan, pencapaian, mimpi, kesadaran serta kemajuan dalam sebuah bidang dari potensi yang dimiliki.

Putra bungsu dari pasangan Waris Kuncoro dan almarhum Ibu Tri Murti Susila Ningsih ini tidak mengelak jika perubahan hidup yang kini ia capai adalah bentuk tanggung jawab hidup mandiri. Ia tidak menapik, bahwa dirinya terlahir di tengah keluarga yang kondisi ekonominya serba berkecukupan.

Namun meski demikian, Anom tidak ingin berlarut-larut dalam keadaan yang serba ada dan bahkan bisa memanjakan diri sendiri. Sehingga ia pun membulatkan tekad untuk keluar dari zona nyamannya untuk pergi merantau ke Bali di tahun 2005 silam. “Saya orangnya suka dengan tantangan ya. Begitu pula dengan urusan hidup tentu dengan cara berusaha sendiri. Apalagi saya orangnya susah di atur, sehingga saya berupaya untuk menentukan kehidupan saya sendiri dengan pilihan hidup yang saya jalani. Itu niat saya sejak lama,” tegas Anom.

otivasi lain yang turut mendukung untuk bisa membangun usaha secara mandiri adalah Anom ingin membuktikan bahwa dirinya mampu menjalani hidup dengan hasil kerja kerasnya sendiri dan juga bisa mensejahterakan banyak orang lewat bisnis yang dibangunya. “Sebenarnya saya ingin membuktikan bahwa saya mampu berusaha sendiri.

Meskipun sering di manja, bandel dan lain-lain, tapi saya ingin memperlihatkan bahwa saya bisa, meski untuk keluarga saya. Dan juga saya ingin memperkerjakan orang lain untuk tetap sama-sama hidup. Sehingga bagi saya, menjaga kepercayaan, tanggung jawab dan berani adalah modal saya dalam berusaha,” aku suami dari Tri Hariani ini.

Lebih lanjut, Anom pun tidak menapik bahwa setiap arah pilihan hidupnya berkat campur tangan Tuhan. Bahkan, di tengah kerja kerasnya pula, ia pernah merasakan bahwa hanya doa yang menjadi sandaran. Berjalan mengarungi samudra dengan mengayuh perahu tentu sangatlah terasa arus dan gelombangnya. Sehingga, peneguhan untuk tetap berjuang bersumber dari segala doa dan tindakan baik terhadap sesamanya. Ia mengatakan, bahwa cinta kasih yang turut ia rasakan dari sosok almarhum Ibu kian membentuk kepribadiannya untuk turut menularkan kasih tersebut untuk istri dan anak-anak. Pun kepada banyak orang.

Selain terus berdoa untuk kesadaran diri, Anom tidak lupa untuk terlibat dengan beragam kegiatan sosial berupa donasi ke beberapa yayasan panti dan lain-lain. “Motivasi hidup saya untuk banyak orang. Karena menurut saya pribadi hal itu adalah salah satu cara agar kita paham bagaimana caranya bersyukur. Menerima tantangan pun wajib untuk disyukuri. Sehingga, meski semuanya berawal dari mimpi, segala arah tujuan dan setiap langkah mampu kita temukan dengan di topang oleh niat, usaha, kerja keras, serta doa,” tutup Anom.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *