Bangkit dari Zona Nyaman dan Sukses Melihat Peluang

Bangkit dari Zona Nyaman dan Sukses Melihat Peluang

Juzer, SE., MM. – CV. Juzer Saify Textile

Di antara banyak negara di Asia Tenggara, Indonesia menjadi salah satu negara dengan industri paling menarik dan menguntungkan yang banyak diselami investor asing, salah satunya adalah industri tekstil. Hal itu dikarenakan penjualan dan distribusi tekstil yang biaya produksinya lebih rendah apabila dibandingkan dengan banyak negara barat. Industri tekstil di Indonesia berperan penting dalam meningkatkan perekonomian negara. Sebagai penghasil ekspor terbesar dibandingkan sektor lainnya, produk tekstil dan turunannya membawa masuk kurang lebih USD 7,74 miliar hanya pada semester pertama 2018, berkontribusi terhadap hampir 10% dari total ekspor.

Karena tekstil menjadi semakin menarik bagi investor asing, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan dan menetapkan target untuk membawa lebih banyak lagi investasi dan meningkatkan saham global industri tekstil. Berangkat dari hal itu seorang pengusaha bernama Juzer, SE. MM memantapkan langkahnya untuk berbisnis pada sektor ini. Juzer adalah ’The Man Behind The Gun’ di balik suksesnya ‘CV Juzer Saify Textile’ hingga saat ini dapat bergerak dinamis mengikuti perkembangan pasar global.

Mengawali bisnisnya pada tahun 2004 yang fokus menjual pakaian adat Bali, pada saat itu Juzer pelan-pelan belajar dengan segmen pasar eceran. Mencari relasi dan membangun kepercayaan konsumennya tentu adalah hal pertama yang harus ia lakukan. Karena Juzer sadar betul, bahwa membangun sebuah bisnis tanpa kepercayaan maka relasi akan sukar di dapat. Maka dari itu membangun kesan pertama yang baik akan membuka jalannya pada tahap – tahap relasi berikutnya. Alhasil berkat kecakapannya dalam membangun komunikasi dengan konsumen, maka perlahan tapi pasti pada tahun 2018 ‘CV. Juzer Saify Textile’ mulai mengembangkan sayapnya pada segmen pasar nasional.

Kesuksesan yang diraihnya saat ini bukanlah tanpa lika – liku perjalanan yeng menempah jiwa entrepreneur– nya. Meski terlahir dari keluarga yang berkecukupan, sejak kecil Juzer telah didik sangat disiplin oleh orangtuanya untuk ikut dalam membantu bisnis keluarganya. Dan tentu, sebagai anak – anak Juzer dahulu merasa porsi ini tidak adil, karena ia melihat anak – anak seusianya dapat lepas bermain sepulang sekolah. Tapi perlahan – perlahan dari didikan dan perjalanan itu, setelah dewasa Juzer pun tersadar bahwa orangtuanya telah mendidiknya dengan benar, sehingga sekarang ia mampu melihat peluang dengan sudut pandang lebih besar dari masalah atau kesulitan yang mungkin muncul. Keyakinan ini kemudian ditindaklanjuti dengan keberanian mengambil risiko untuk mewujudkan ide dan inovasinya melalui bisnisnya sendiri.

“Menjadi seorang entrepreneur merupakan salah satu langkah untuk mencapai sebuah kesuksesan. Hampir setiap orang ingin menjadi wirausahawan atau sukses, namun hanya segelintir orang yang serius untuk “take action” dan mewujudkan impiannya menjadi entrepereneur sukses.” Ucap Juzer, maka dari itu baginya sangat penting untuk membangun kebiasaan memulai bisnis sejak dini, seperti yang selalu ia ajarkan pada anaknya untuk jeli meliat peluang dengan apa yang menjadi passion-nya. Mungkin hal ini berjalan searah dari perjalanan hidupnya dan didikan orangtuanya, sehingga menjadi suatu filosofi hidup untuk diterapkan turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Juzer lebih yakin dan fokus mendalami dengan satu bidang usaha saja. Karena dengan fokus dan mendalami satu usaha maka ia sangat memahami seluk beluk arus dan jatuh bangun dalam industri bisnisnya, sehingga dapat peka atau dapat mengetahui peluang pasar yang sedang berkembang, baik pasar secara lokal, regional ataupun internasional. Dalam mengambil peluang pasar dengan baik, maka peluang sekecil apapun harus bisa diidentifikasi secara baik.

‘Sukses adalah bukan berapa jumlah uang yang kita punya, sukses adalah apa yang kita cita-citakan dapat bisa diwujudkan.’ Sepetik kata dari Juzer yang sangat relevan hingga saat ini, mengingat banyak orang – orang masih sibuk mengeluh dengan apa yang sudah dimilikinya, atau juga mungkin anak – anak muda saat ini yang masih bermalas – malasan karena zona nyaman dan merasa beruntung karena terlahir dari orangtua yang berkecukupan, maka ketahuilah hal itu tidak akan selamanya. Karena memang roda hidup berputar, terkadang kita merasa berada diatas angin, dan tanpa kita sadari angin itu bisa saja mencelakakan kita hingga jatuh ke dasar penyesalan.

Meski manusia terlahir membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, seiring dengan berjalannya waktu dan tugas perkembangan, seorang remaja akan perlahan melepaskan diri dari beberapa ketergantungan, seperti orangtua dan belajar untuk mandiri. Seperti perjalanan seorang Juzer yang mampu bangkit dari zona nyaman dan memilih untuk berdikari dengan niat dan keyakinan untuk berwirausaha sebagai pondasinya untuk mewujudkan apa telah menjadi cita – citanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *