Berikan Pelayanan Ekonomi Krama Desa Adat Menuju Pelaba Desa yang Produktif

Berikan Pelayanan Ekonomi Krama Desa Adat Menuju Pelaba Desa yang Produktif

Secara formalitas, kehadiran Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sudah hampir hadir di seluruh desa di Provinsi Daerah Tingkat I Bali. Diharapkan tak hanya sebagai formalitas saja, namun juga banyak memberi benefit dan kontribusi kepada krama dan desa adat. Maka daripada itu pengelolaannya haruslah sangat baik agar mendatangkan hasil yang baik lagi bagi LPD, sehingga menimbulkan kepercayaan krama itu sendiri.

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kayubihi didirikan pada tahun 1986 di Kabupaten Bangli, kemudian mulai beroperasi tahun 1987. Pada tahun 2000, lowongan pekerjaan diadakan LPD Desa Adat Kayubihi, salah satu kandidat yang tertarik ialah I Nyoman Jatiawan. Dengan tangan terbuka, rekan-rekan di LPD Desa Adat Kayubihi menyambut kehadirannya. Bersamaan dengan kondisi pengisi daripada kepengurusan LPD Desa Adat Kayubihi sudah tidak muda lagi dan tidak produktif untuk menjalankan LPD. LPD Desa Adat Kayubihi pun mulai melakukan perombakan dengan mencari generasi yang lebih muda dan memiliki kreatifitas khususnya dalam menjawab tantangan era yang semakin maju dengan teknologi.

Baca Juga : Berbelanja Atau Menyewa Kebutuhan Kebaya dan Aksesorisnya Cukup di Satu Tempat

Posisi pertama yang ditempati pria kelahiran tahun 1976 ini, ialah dipercaya pada bagian tabungan yang digeluti selama setahun, dengan jumlah tabungan nasabah yang dihimpun sebesar 18 juta rupiah pada masa itu. Berjalannya waktu dan kematangan pengalaman bekerja di ranah LPD. Singkat cerita, untuk mengisi kekosongan pimpinan LPD Desa Adat Kayubihi, ia kemudian dipercaya menjalankan amanah sebagai pemimpin atau pemucuk LPD Desa Adat Kayubihi yang baru.

Menjabat sebagai pimpinan, terlebih sebagai pengalaman perdananya di lembaga keuangan, I Nyoman Jatiawan sadar perlu banyak belajar, meski telah memiliki pengalaman sebagai salah satu staf. Dalam pengelolaan Lembaga Perkreditan Desa ini, bukanlah pekerjaan yang mudah karena apabila salah langkah maka akan berakibat fatal kedepannya. Salah satu upaya untuk pencegahan hal – hal yang berdampak buruk untuk kelangsungan LPD, pria lulusan SMA ini beserta staf kepegawaian LPD harus memahami dan melihat kondisi keuangan LPD Desa Adat Kayubihi.

Setelah cukup aman pada tahap tersebut, selanjutnya harus dilaksanakan edukasi kepada krama ke banjar – banjar, apalagi bertumbuhnya lembaga keuangan yang lain masuk lingkungan desa yang telah memiliki strategi dan manajemen tersendiri mengembangkan lembaga masing – masing. LPD pun harus siap bersaing dengan melakukan pendekatan kepada krama yang mudah dipahami dan memiliki strategi yang pas untuk dipraktekan di desa.

Menumbuhkan Kepercayaan Krama Desa Adat Kayubihi
Dalam kehidupan bermasyarakat, sosialisasi tentang LPD Desa Adat Kayubihi, harus berkoordinasi dengan prajuru desa, untuk menumbuhkan kepercayaan krama Desa Adat Kayubihi yang bermata pencaharian sebagai petani, peternak hingga kerajinan tangan ini, terus konsisten dilakukan I Nyoman Jatiawan. Agar krama memahami benefit yang didapatkan dari LPD, untuk kepentingan pelayanan mensejahterakan krama desa itu sendiri, dengan fasilitas meliputi produk – produk pengelolaan keuangan maupun pinjaman, hingga kontribusi – kontribusi atas apresiasi krama terhadap kehadiran LPD Desa Adat Kayubihi. Harapan interaksi lembaga dan organisasi banjar ini, memperluas pandangan khususnya pengetahuan krama soal LPD.

Atas upaya demi upaya yang dilakukan, respon krama pun perlahan menemukan titik cerah, hingga sampai di tahun 2022 ini dengan produk- produk yang ditawarkan LPD Desa Adat Kayubihi, sudah cukup baik. I Nyoman Jatiawan sangat bersykukur dalam hal ini, namun tak dipungkiri, lembaga keuangan sekelas LPD pun mendapatkan pengaruh terhadap perekonomian dalam menjawab tantangan masa pandemi.

Baca Juga : Pertahankan BPR Parasari yang Sehat Secara Finansial, Struktural dan Fungsional

Langkah yang diambil LPD Desa Adat Kayubuhi dalam upaya tetap eksis melayani krama dengan strategi ‘jemput bola’ yakni mendatangi langsung nasabah ke kediaman mereka, terutama yang memanfaatkan produk kredit. Memberikan informasi sekaligus kebijakan dengan menghapus denda akibat dari pandemi Covid-19. Saat ini LPD Kayubihi telah menyalurkan kredit sebesar 18 miliar rupiah.

Masih upaya meringankan krama di masa pandemi, LPD Desa Adat Kayubihi juga membagikan sembako kepada 700 kepala keluarga pada tahun 2020, berupa paket beras, telur, minyak dengan total senilai 100 ribu rupiah. Atas sumbangsih ini, diharapkan membuat krama semakin terbangun kepercayaannya terhadap LPD. Tanpa ada dukungan tersebut, LPD tidak akan berkembang seperti sekarang ini. LPD Desa Adat Kayubihi yang telah sukses beraset 23 miliar rupiah, dengan laba mencapai 1,1 miliar lebih ini telah memberikan dana pembangunan sebesar 230 juta lebih kepada desa. Desa Adat Kayubihi pun sangat diharapkan akan selalu mendukung penuh LPD Desa Adat Kayubihi tentunya untuk peningkatan kesejahteraan krama dan pembangunan desa.

Kontribusi LPD Desa Adat Kayubihi di luar konteks pandemi, juga telah mengambil peran strategis melalui dana duka dalam bentuk buku tabungan dengan saldo awal 150 ribu rupiah bila ada krama yang meninggal dunia, untuk kebutuhan upacara ngaben masal setiap lima tahun sekali, serta penyiapan mobil operasional ambulans sebesar 300 ribu rupiah. Tak sampai di sana pihak LPD juga memberikan dana 600 ribu rupiah ke masing-masing banjar, yang terdiri atas delapan banjar. Kepada para tokoh di desa, seperti prajuru, pemangku serta peduluan juga diberikan dalam bentuk Jaminan Kesehatan Lata Mahasadi (JKLM), yang berfungsi untuk biaya berobat sebesar 35 ribu rupiah, bekerjasama dengan petugas kesehatan di desa setempat. Seluruh kontribusi-kontribusi ini diharapkan sudah bisa dirasakan secara langsung dan setidaknya mampu meringankan beban ekonomi krama Desa Adat Kayubihi.

Kedepannya, I Nyoman Jatiawan mengharapkan kinerja kelembagaan LPD Desa Adat Kayubihi terus mempunyai pengaruh yang berarti terhadap tata kelola keuangan krama, tentunya dengan memegang prinsip – prinsip LPD yang meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, pengungkapan, moralitas dan nilai-nilai sosial dan keandalan. Sehingga astungkara LPD Desa Adat Kayubihi mencapai sebuah tujuan, yaitu memberikan layanan ekonomi krama desa adat menuju pelaba desa (kekayaan desa) yang produktif atau meningkatkan potensi krama desa di berbagai sektor.

3 thoughts on “Berikan Pelayanan Ekonomi Krama Desa Adat Menuju Pelaba Desa yang Produktif

  1. I was extremely pleased to discover this page. I want to to thank you for ones time due to this wonderful read!! I definitely appreciated every part of it and I have you bookmarked to look at new information on your web site.

  2. Right here is the perfect webpage for everyone who would like to understand this topic. You understand a whole lot its almost tough to argue with you (not that I really will need toÖHaHa). You certainly put a fresh spin on a subject that has been discussed for a long time. Wonderful stuff, just excellent!

Leave a Reply

Your email address will not be published.