“Berkat Sinergitas yang Kuat dari Seluruh Pengurus” KUD Dwi Eka Mertha Sari Berhasil Lewati Berbagai Tantangan

“Berkat Sinergitas yang Kuat dari Seluruh Pengurus” KUD Dwi Eka Mertha Sari Berhasil Lewati Berbagai Tantangan

Jadikan rasa tanggung jawab sebagai pondasi dalam melakukan apapun. Mungkin itulah hal kalimat yang cocok dengan sosok Ketua KUD Dwi Eka Mertha Sari yakni I Ketut Yasin. Bagaimana tidak perjalanan beliau termasuk cukup panjang sebagai anggota hingga jadi pengurus di KUD sampai saat ini.

Berawal dari bantuan dan pendidikan koperasi oleh pemerintah, I Ketut Yasin bersama anggota lainnya mulai membangun koperasi unit desa ini. Anggota dari KUD Dwi Eka Mertha Sari awalnya adalah orang-orang yang tergabung dalam kelompok tani. Seiring berjalannya waktu, kelompok tani tersebut bertransformasi menjadi sebuah lembaga koperasi unit desa dan berkembang sampai saat ini.

Berdasarkan paparan I Ketut Yasin, dulunya koperasi hanya beranggotakan para petani saja. Namun lama kelamaan ada generasi muda yang bergabung dan ikut serta dalam kepengurusan. Bahkan bisa dibilang KUD Dwi Eka Mertha Sari menjadi wadah para generasi untuk membangun koperasi baru.

Hal tersebut terbukti dengan beberapa generasi muda yang dulunya bekerja di KUD Dwi Eka Mertha Sari, akhirnya membentuk koperasi baru setelah mendapatkan pengalaman dari sana. Secara tidak langsung KUD Dwi Eka Mertha Sari mampu mencetak generasi baru untuk mengembangkan dan melanjutkan marwah dari koperasi, membuka lapangan kerja baru dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas dari koperasi.

Baca Juga : Jejak Kesuksesan Perempuan Bali Mandiri, Transformasikan Warung Sederhana Menjadi Restoran Bertaraf Dunia

“Para petani itu kan sudah tua-tua jadi biarlah agak lambat namun berjalan lambat. Meskipun begitu koperasi ini mampu mencetak generasi muda untuk berkembang. Terbukti banyak yang dulu bekerja sekarang justru mendirikan koperasi sendiri.”ujarnya.

Walau Alami Naik Turun, KUD Dwi Eka Mertha Sari Mampu Jaga Performa Tetap Sehat
KUD Dwi Eka Mertha Sari termasuk koperasi yang berdiri sudah lama, yakni sejak tahun 1986. Terhitung sudah 37 tahun berdiri mengahadapi berbagi macam tantangan yang berat, KUD Dwi Eka Mertha Sari mampu menunjukan eksistensinya dikalangan masyarakat hingga saat ini dengan terus memberikan manfaatnya kepada anggota maupun masyarakat. Hal positif tersebut ditunjukan dengan pertumbuhan dan stabilnya aset dari tahun ke tahun serta bertumbuhnya kepercayaan masyarakat untuk turut serta bergabung sebagai anggota di KUD Dwi Eka Mertha Sari, tercatat sampai saat ini anggota sudah mencapai 800an orang.

Walaupun sempat vakum diterpa pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan seluruh sektor perekonomian, KUD Dwi Eka Mertha Sari mampu menunjukan integritasnya sehingga sukses bertahan dari bencana tersebut sampai saat ini. Sebagai Ketua, I Ketut Yasin menjelaskan disinilah sikap tanggung jawab dan kejujuran dari setiap elemen koperasi atau lembaga tersebut akan dilihat.

Jika ada rasa tanggung jawab dari anggota, pengurus dan pengawas, maka apapun yang terjadi lemabga ini bisa tetap bertahan. Sebagai sosok yang dipercaya untuk menahkodai KUD Dwi Eka Mertha Sari, Ketut Yasin selalu mengajak pengurus beserta staff yang lain untuk terus bisa menganalisa resiko-resiko yang akan terjadi dan kemudian menjaga sinergitas antar lini untuk mencegah atau menanggulangi resiko tersebut yang dalam pelaksanaannya tentu harus dibarengi dengan sikap dari masing individu yang memiliki sikap integritas, profesionalitas dan memegang tegung prinsip kejujuran.

Baca Juga : Sosok Pengusaha Muda “Ajik Viveka” yang Menyulam Semangat dan Tekad Untuk Masa Depan Keluarga dan Desa Tercinta

Nyatanya dalam pandemi Covid-19 membuat KUD Dwi Eka Mertha Sari sempat mengalami kerugian, hal ini terjadi lantaran terganggunya perputaran ekonomi para anggota sehingga para anggota mengambil simpanan mereka di koperasi. “Para anggota yang terkena imbas covid 19 mengambil simpanannya di koperasi untuk melanjutkan hidup di tengah pandemi. Bahkan KUD Dwi Eka Mertha Sari bisa dikatakan merugi” ujar I Ketut Yasin.

“Sekarang semuanya sudah berjalan lancar lagi. Walaupun memang kemajuannya tidak sebesar koperasi lain yang mampu meminjamkan kredit hingga miliaran namun kami tetap melayani pinjaman untuk para anggota. Simpanan wajib anggota juga tetap berjalan untuk setiap tahunnya. Biarlah lambat tapi tetap sehat” lanjutnya.

Semangat Berjuang Bersama untuk Menjalankan Usaha
Dibalik kisah perjalanan KUD Dwi Eka Mertha Sari, tidak lepas dari peran dan campur tangan kolega atau rekan seperjuangan I Ketut Yasin. Meskipun dari segi usia tidak muda lagi, namun semangat yang mereka punya tentu tidak kalah bersaing dengan anak-anak generasi sekarang, yang pertama ialah I Nyoman Renyana di posisi manajer, I Nyoman Musadi sebagai kepala bagian kredit dan I Putu Widiarta sebagai kreditor.

Dari sinergitas inilah yang kemudian sukses menciptakan sebuah fondasi yang kuat bagi KUD Dwi Eka Mertha Sari, selain disisi pengurus peran serta karyawan atau staff, badan pengawas dan tentunya anggota juga sangat berpengaruh penting bagi keberlangsungan lembaga, dimana setiap lembaga seperti KSP, KSU, KUD dan lembaga keuangan yang lain dibentuk dengan landasan kekeluargaan membutuhkan peran aktif dari elemen yang tergabung didalamnya sehingga lembaga tersebut bisa berjalan sesuai dengan asas maupun tujuan terbentuknya lembaga itu sendiri.

Baca Juga : “SIAP MENGEMBAN TANGGUNG JAWAB” Rumah Sakit Mata Bali Mandara Siap Memberikan Pelayanan Terbaik

KUD Dwi Eka Mertha Sari, melalui pengurus dan staff selalu memberikan kontribusi nyata yang terbaik kepada anggota, baik dari segi pelayanan maupun kontribusi-kontribusi lain yang sangat bermanfaat. Tata kelola maupun manajemen baik dari sistem dan SDM terus ditingkatkan, dengan tujuan bisa memberikan pelayanan terbaik untuk anggota sehingga kepercayaan anggota terhadap KUD Dwi Eka Mertha Sari dapat terjaga dan bertumbuh. Mengingat arus perkembangan global dan persaingan di sektor yang sama semakin meningkat, maka hal-hal dasar harus secara konsisten dilakukan demi ajegnya lembaga.

Meskipun mengalami kerugian saat pandemi, pertumbuhan aset KUD Dwi Eka Mertha Sari bisa dibilang positif. Sebelum pandemi KUD Dwi Eka Mertha Sari mencatatkan asetnya di angka 27 Miliar, kemudian dimasa pandemi aset naik menjadi 28 Miliar yang bertumbuh hingga sekarang menyentuh di angka 33 Miliar. Tidak mudah bagi lembaga untuk menumbuhkan aset mereka apalagi di masa-masa sulit seperti pandemi Covid-19 kemarin, bahkan ada beberapa lembaga yang harus menelan pil pahit pada masa-masa seperti itu hingga mengalami kebangkrutan.

Luar biasanya KUD Dwi Eka Mertha Sari mampu mengahadapi masa sulit saat pandemi bahkan berhasil menumbuhkan asetnya, hal tersebut tentu tak terlepas atas kepercayaan yang luar biasa kepada lembaga dan dibarengi dengan kinerja para pengurus dan staff yang secara konsisten menjaga profesionalitas, semangat daya juang dan integritas masing-masing dalam menghadapi berbagai tantangan.

Baca Juga : Memilih Menjadi Wanita Karir : Terus Belajar, Jujur dan Memiliki Keuletan Jadi Kunci Sukses

Bermodal Pengalaman dan Didikan Orangtua Antarkan Ketut Yasin Menjadi Sosok Ketua yang Bertanggung Jawab
I Ketut Yasin lahir pada 31 Desember 1959. Perjalanan hidup beliau mungkin sedikit berbeda daripada anak-anak seusianya pada saat itu. Ayahanda Ketut Yasin meninggal saat usianya baru 7 tahun yakni pada 1967. Sejak saat itu I Ketut Yasin harus bisa hidup secara mandiri dengan bimbingan seorang ibu yang luar biasa hebat. Demi bisa meringankan beban sang ibunda untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, Ketut Yasin secara sukarela turut membantu pekerjaan sang ibu sebagai petani. Bahkan untuk bisa mendapatkan hasil lebih, Ketut Yasin memutuskan mengabil pekerjaan tambahan sebagai sopir bemo.

Setelah menjadi sopir bemo I Ketut Yasin mulai belajar berdagang. Berawal dari bekal pengalaman berdagang tersebut yang pada akhirnya membawa Ketut Yasin terjun ke dunia koperasi bersama rekan-rekannya yang lain sampai sekarang.

Bekerja adalah kebiasaan bagi I Ketut Yasin, sebab beliau bertekad untuk menyekolahkan adiknya hingga lulus perguruan tinggi. Berkat keyakinan dan kerja keras tersebut akhirnya tekat beliau tercapai. Sampai pada akhirnya beliau dipercaya menjadi Ketua KUD Dwi Eka Mertha Sari, walaupun memang bukan berasal dari lulusan ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *