Berteman Dengan Kegigihan dan Sukses Membangun Bisnis Dari Nol

Berteman Dengan Kegigihan dan Sukses Membangun Bisnis Dari Nol

Hampir sebagian besar orang memimpikan menjadi seorang pebisnis besar dan sukses. Tapi, hanya sebagian kecil yang benar-benar hidup menjalani mimpi tersebut. Alasannya sederhana, merintis dan mengelola usaha sendiri tidak semudah yang dibayangkan. Selain harus memiliki mental sekuat baja, seorang pebisnis harus mengawalinya dengan memantapkan hati sebelum memutuskan pilihan bisnis apa yang hendak dijalankan. Apablila masih setengah hati membangun usaha, maka hal yang terjadi adalah alih – alih bisa sukses, usaha yang dibangun justru berhenti di tengah jalan.

Namun hal itu ditepis oleh seorang pengusaha wanita asal Bali bernama Ni Wayan Resni yang hingga saat ini sukses merintis bisnisnya pada sektor konstruksi dan penjualan material bangunan. Berkat tangan dinginnya ‘UD. Puri Indah Utama’ dapat terus bergerak masif memenuhi berbagai pasokan material konstruksi yang ada di pulau Bali. Mulai dari bisnis penjualan kaplingan tanah, hingga memasuki sektor usaha konstruksi dan toko bangunan, telah sukes ia jalankan. Namun, siapa sangka kesuksesan yang dimilikinya saat ini dimulai dari nol besar, Ni Wayan Resni hanya mengandalkan ide, keberanian dan kegigihan.

Wanita kelahiran 1974 ini terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, ayahnya adalah seorang pedagang dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Keadaan ekonomi keluarganya terbilang pas – pasan, namun orangtuanya tetap memprioritaskan kebutuhan pendidikannya. Meski sang ayah harus tertatih – tatih, keringat dan air mata sudah menjadi teman dalam perjalanannya untuk mencari nafkah demi mencukupi hajat hidup keluarganya. Sosok ayah bagi Ni Wayan Resni adalah ‘The real hero in the real life’ ia tahu betul perjuangan orangtuanya mencari nafkah demi anak – anaknya. Mereka seperti tim yang hebat, sosok ayah sebagai penggerak roda ekonomi keluarga, sedangkan sosok ibu sebagai guru yang membimbingnya dalam hal budi pekerti. Meski keadaan ekonomi keluarganya tidak terlalu baik, Ni Wayan Resni beruntung, ia mendapatkan kualitas waktu yang menyenangkan dengan kedua orang tuanya, sehingga kedekatan emosional antara orangtua dan anak pun terjalin. Di masa – masa sulit Ni Wayan Resni sempat ingin mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Namun lagi – lagi sang ayah terus memberikan support dan dorongan, meski dengan keputusan itu sang ayah harus bekerja lebih giat lagi, dikarenakan biaya perguruan tingginya yang mahal.

Baca Juga : Dimana Ada Langkah Nyata dan Optimisme, Disitu Ada Jalan Terbuka

“Kamu harus bermimpi besar dan menggapai impianmu!” ucapan sang ayah itulah yang selalu terngiang oleh Ni Wayan Resni, hingga ia pun bertekad untuk tidak menyia-nyiakan waktunya dan harus menjadi orang yang sukses agar dapat mengubah roda nasib keluarganya. Ia pun belajar dengan sungguh – sungguh dan berhasil menyelesaikan pendidikannya sebagai sarjana pertanian.

Setelah menyelesaikan studinya Ni Wayan Resni memutuskan untuk menikah. Namun jiwa berdikarinya menolak untuk hanya menjadi sosok ibu rumah tangga saja, ia bertekad untuk membangun keluarganya menjadi lebih baik dan berkecukupan, berbagai ide dan upaya pun ia kembangkan untuk dapat membangun usaha miliknya sendiri. Ia dan suaminya pun berdiskusi tentang perencanaan bisnis apa yang akan di jalankan, kala itu bisnis konstruksi dan jual beli tanah terlihat sangat menguntungkan. Namun, tentu membangun usaha tersebut bukan perkara yang mudah, terutama dalam segi modal. Ia dan suami pun silih berganti mencari berbagai pinjaman di Bank, tapi akhirnya selalu berujung pada penolakan. Namun Tuhan selalu menunjukan jalan terbaik untuk insannya yang berteman dengan kegigihan, di saat – saat pelik dan tak ada pilihan itu, Ni Wayan Resni dipertemukan dengan seorang kolega yang membuka jalannya untuk mendapatkan pinjaman modal dari Bank daerah.

Tak ingin membuang waktu, ia pun segera memafaatkan pinjaman modal itu dengan memulai bisnis penjualan tanah kaplingan. Barulah hendak mengawali bisnisnya, lagi-lagi hambatan datang setelah ia melahirkan anak pertamanya. Ni Wayan Resni harus berhadapan dengan masalah kesehatan yang mengharuskannya untuk menetap dirumah sakit selama beberapa waktu. Bisa jadi inilah titik terendah kehidupan Ni Wayan Resni. Betapa tidak, kesulitan finansial membuatnya tidak dapat berbuat banyak, terlebih dalam kondisi sakit. Namun ia teringat akan perjuangan ayahnya yang tak pernah patah arang untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Semangat itu jugalah yang tersemat didalam dirinya, sehingga alih – alih berputus asa, setelah kesembuhannya Ni Wayan Resni pun secepatnya membuka toko perlengkapan banguan di mana idenya telah lama ia pikirkan.

Dalam mengawali usahanya, pengusaha wanita ini tidak pernah malu ataupun segan untuk ikut serta mengambil alih pekerjaan – pekerjaan berat. Mulai dari mengantar bahan-bahan bangunan sendirian dengan menggunakan kendaraan pick up, hingga aktivitas menurunkan muatan perlengkapan bangunan yang tentu saja tidak ringan. Hal itu ia lakukan karena saat itu belum ada pegawai ditempatnya, sehingga semua hal benar – benar ia lakukan sendiri. Meski kesehariannya dalam merintis usaha tersebut terbilang berat, namun bagi Ni Wayan Resni hal ini dijadikannya sebagai pelajaran dalam pembentukan mentalnya sebagai pengusaha. Dengan terjun langsung menjalankan usahanya, ia pun menjadi paham dan tahu betul cara memperlakukan pelanggan dan seluk beluk hitung – hitungan bisnisnya, sehingga dengan itu ia akan mudah mengelola sumber daya manusia yang bekerja ditempatnya. Terbukti, tak menunggu lama usaha penjualan material bangunannya pun mulai berkembang dan ‘UD. Puri Indah Utama’ yang terletak di Jalan Raya Abiansemal ini menjadi pilihan sentral masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan rumahan hingga pada pada tingkat pasar konstruki berskala besar.

Baca Juga : Masa Muda Adalah Masa yang Tepat Berani Ambil Resiko

Menjadi seorang pengusaha saat ini tidak hanya terbatas pada kalangan laki – laki saja. Seiring dengan berkembangnya pendidikan dan kematangan karir, membuat wanita kian banyak terjun di dunia wirausaha. Walaupun menjadi pengusaha dari kalangan wanita memiliki beberapa tantangan yang relatif lebih kompleks daripada pengusaha pria. Tantangan utama bagi pengusaha wanita adalah ketersediaan waktu dalam menjalankan usahanya. Terlebih bagi pengusaha seperti Ni Wayan Resni yang sudah berkeluarga, disamping sibuknya menjalankan roda bisnis. Pekerjaan rumah tangga tentu menjadi prioritas utama, nyatanya dengan sikap disiplin Ni Wayan Resni bisa menerapkan efetifitas waktunya untuk menjalankan kedua prioritas tersebut.

Dari kisah jatuh bangun Ni Wayan Resni dalam membangun bisnisnya ini kita belajar bahwa sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa kehilangan semangat. Sakit dalam perjuangan itu hanyalah sementara, tapi jika menyerah, sakit itu akan terasa selamanya. Menurut Ni Wayan Resni selama kita memiliki tujuan besar untuk dicapai, tidak pantas seorang insan untuk patah semangat di tengah jalan, karena sukses sejati tidak bisa diraih tanpa melalui hambatan terlebih dahulu.

One thought on “Berteman Dengan Kegigihan dan Sukses Membangun Bisnis Dari Nol

Leave a Reply

Your email address will not be published.