Dari Rasa Penasaran Timbul Keinginan untuk Sukses

Dari Rasa Penasaran Timbul Keinginan untuk Sukses

Putu Parnayasa – Dupa Harum Bali Shanti

Berawal dari rasa penasaran Putu Parnayasa saat di bangku sekolah dasar, ia melihat teman-temannya membawa bekal ke sekolah, sedang dirinya tidak. Ia kemudian mencari tahu dan ternyata yang dilakukan mereka adalah bekerja, ia pun mengikuti cara tersebut dengan bekerja di sawah sejak kelas IV SD. Dengan uang yang didapat 1.500 rupiah/harinya, ia semakin bersemangat bekerja untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar lagi.

Peralihan masa – masa sekolah, Putu Parnayasa mulai memiliki ketertarikan dengan dunia otomotif, ia pun berkeinginan untuk melanjutkan ke SMK. Namun sayang siswa yang diterima dibatasi jumlahnya, ia pun terpaksa melanjutkan ke jurusan pembangunan dan menekuninya sebaik mungkin, agar tak kalah dengan senior – seniornya.

Setelah tamat dari sekolah di Denpasar, Putu Parnayasa sempat bekerja di sebuah perusahaan yang berhubungan dengan jurusan yang ia ambil. Tak lama ia bekerja, mulai ada dorongan darinya untuk menambah skill dengan belajar menyetir mobil, setelah melihat driver perusahaan. Lulus dari kursus menyetir, ia memutuskan berhenti dari pekerjaan, terlebih perusahaan tersebut sudah tidak memberikan kenyamanannya dalam bekerja.

Baca Juga : Kepekaan Mendengar Panggilan Hati Dalam Gaya Ekstrem Berkarya Seni, Berinovasi dan Berprestasi

Ia kemudian mencoba melamar pekerjaan di perusahaan tetangganya bergerak di bidang produksi dupa, pada posisi driver. Setelah tiga bulan bekerja, ia diinfokan bahwa ada lowongan driver B1 di sebuah pusat perbelanjaan di Bali. Beralih kembalilah ia perusahaan tersebut, namun hanya berselang empat hingga lima bulan, ia memutuskan keluar, karena tak mendapat cuti di hari raya.

Putu Parnayasa kemudian bekerja sebagai sales di usaha produksi dupa, tempat bekerja sebelumnya. Meski komisi yang didapat tidak besar, diakui olehnya ia cukup menikmati pekerjaan tersebut, namun tak menutup kemungkinan ia sesekali bertingkah curang agar ia mendapat komisi lebih dari hasil penjualannya. Dari perbuatannya tersebut, ia pun harus diberi pelajaran, agar mendapat hikmah dan menjadi sosok yang lebih baik kedepannya.

Mundur untuk kedua kalinya adalah keputusan terbaik yang diambil Putu Parnayasa. Sebelum keluar, ia mencari pengganti dari posisinya tersebut dengan menawarkan pekerjaan tersebut kepada sepupunya. Sedangkan ia memulai lagi dari nol, membuka usaha produksi dupa dengan peminjaman modal melalui salah satu bank swasta.
Karena terburu – buru, terlalu ingin cepat sukses, Putu Parnayasa sempat nekad mengambil alih pabrik dupa milik rekannya. Ternyata tak semudah yang dibayangkan, pabrik tersebut memiliki masalah pelik, padahal ia telah berinvestasi di dalamnya, belum lagi pemilik pabrik tiba – tiba meminta pabriknya untuk dikembalikan kepadanya. Terpaksa pabrik hanya bertahan selama empat bulan di tangannya dan merelakan materi yang sudah tertanam di pabrik tersebut.

Baca Juga : Kompak dan Sukses Mengubah Nasib Bersama Pasangan dengan Berwirausaha

Mengulang lagi upaya yang dilakukan Putu Parnayasa dengan mengontrak lokasi, demi mendirikan usaha. Dari jumlah tujuh orang karyawan, hanya menyisakan dua orang, tak membuatnya patah semangat. Apapun tantangannya, ia harus tetap berjalan ke depan, menemukan pelanggan – pelanggan baru, bahkan melunasi hutang – hutang. Tak mau menghabiskan waktu hanya memikirkan omongan orang yang bisa saja menjatuhkan semangatnya. Bersyukur Putu Parnayasa memiliki orangtua yang selalu memberikan dukungan positif untuknya, ia semakin percaya diri untuk berkreatifitas menciptakan ide berbeda daripada yang lain.

Bila produk dupa merek lain menampilkan gambar bunga atau dewa dewi, produksi “Dupa Harum Bali Shanti” yang berlokasi di Jalan Oleg No. 41 Dauh Yeh Cani, Abiansemal, Badung ini memperkenalkan prouknya dengan logo jempol yang bermakna Becik ( bagus) dalam bahasa Bali. Perjalanan usaha pun seiring berjalannya waktu sudah mampu menemukan titik terang dan kestabilannya. Putu Parnayasa pun tak bisa menutupi rasa bersyukurnya, karena telah sampai di pencapaian suksesnya saat ini. Bahkan ia beruntung dipertemukan dengan sosok spiritual yang memberikannya pemahaman tentang kekuatan sebuah doa. Sejak itulah ia mulai mengubah pola pikirnya dan menyadarkan diri sendiri, untuk lebih menyisihkan waktu beberapa menit untuk berdoa kepada Sang Pencipta, yang sudah begitu baik memberinya perlindungan selama 24 jam. Karena satu ucapan syukur saja, Beliau akan begitu murah hati memudahkan rezeki kepada kita, dengan syarat kita mau terus berusaha dan yakin dengan doa yang selalu kita panjatkan.

2 thoughts on “Dari Rasa Penasaran Timbul Keinginan untuk Sukses

Leave a Reply

Your email address will not be published.