Jujur dan Konsisten Menjadi Modal Kuat Mempertahankan Usaha Secara Turun -Temurun

Jujur dan Konsisten Menjadi Modal Kuat Mempertahankan Usaha Secara Turun -Temurun

Menjalankan usaha yang telah dirintis orang tua, ternyata tak semudah membalikan telapak tangan. Mindset atau anggapan banyak orang untuk melihat sebuah kesuksesan dari kacamata keberhasilannya saja, tanpa melirik proses yang bergerak di baliknya adalah sesuatu yang lumrah terjadi. Namun tidak bagi mereka yang menjalaninya. Seperti kisah di balik kokoh dan berkibarnya bendera usaha yang tengah di kelola oleh I Dewa Gede Putra Mahardika, S.E. Seperti apa kisah perjalanannya?

Dalam dunia bisnis, kesiapan mental adalah hal yang utama. Hal tersebut bertujuan demi menghadapi resiko dan bagaimana menyiapkan impian serta rencana menjadi hal yang nyata. Kesiapan mental yang dimaksud adalah menyiapkan diri untuk hidup dalam sebuah keyakinan besar sebelum melakukan sesuatu. Kemudian siap bekerja dan membangun karakter yang kuat berupa integritas, kejujuran, bisa dipercaya baik dalam tindakan maupun ucapan adalah modal besar. Dan jika semua itu telah disiapkan, konsistensi menjadi tumpuan kuat untuk tetap bertahan dan kokoh untuk mengasah intuisi demi mendobrak tantangan serta situasi yang tidak diinginkan.

Baca Juga : Pertahankan Karya Tradisi Kian Eksis dengan Bisnis Tekstil Tenun Songket & Endek Bali

Keyakinan itu pula yang kian mengakar dan membentuk kepribadian I Dewa Gede Putra Mahardika selama mengelola usahanya yang di kenal dengan nama Adi Putra Taylor. Usaha yang tentu tak sekadar sebagai lahan garapan demi mengejar profit atau keuntungan. Namun Adi Putra Taylor menjadi bagian dari sejarah dan juga kisah perjuangan dua manusia yang menaruh mimpi serta harapan besar akan dunia yang mensejahterakan keberlangsungan hidupnya. Saat ditemui di sela kesibukannya, pria yang lebih akrab disapa Putra ini menjelaskan jika bisnis tersebut merupakan rintisan kerja keras dan keringat dari kedua orang tuanya, I Dewa Gede Perasi dan Jro Made Sekarni.

Dahulu, ceritanya, sebelum Ayahnya bertemu dan menikah usaha tersebut sudah ia rintis dengan modal seadanya. Memulai dengan membuka pasar penjualan kain dan mendapat konsumen. Saat itu, Ayahnya meng-order sejumlah jenis kain dan menjual kembali, hingga di tahun 1979 saat menikah dengan Ibu, usahanya terus dijalankan. Pekerjaan tentu dimudahkan, karena Ibu turut membantu jualan kain di pasar. “Dulu orang tua merintis usaha ini di kampung Petang, tepatnya di pasar. Awalnya sudah sewa kios dan bisnis berjalan baik saat itu,” terang Putra sambil kembali mengenang. Tak disangka, perjalan usaha yang mereka geluti itu memberi berkah untuk kebutuhan keluarga dan sehari-hari. Bahkan hingga Putra dilahirkan, I Dewa Gede Perasi dan Jro Made Sekarni masih tetap konsisten dengan berdagang sebagai penjual kain.

Pada tahun 1993, saat Putra telah menamatkan sekolah dasar, Ayah dan Ibu berinisiatif untuk merantau ke Denpasar. Dan mereka pun turut ikut dalam perjalanan itu. Mereka akhirnya mendapat tempat strategis di jalan A.Yani yang sampai saat ini tempat tersebut menjadi sentral usaha mereka dan di kenal dengan Adi Putra Taylor. “Kebetulan saya sangat dekat dengan kedua orang tua ya, sehingga perjalanan usaha Adi Putra Taylor ini sangat saya ingat betul. Awalnya orang tua menyewa ruko dan di tahun 1997 sudah bisa membeli tempat sendiri sebagai usaha kami. Astungkara, tidak ada yang sia-sia, perjuangan mereka akhirnya menuai hasil yang positif dan di tahun 2008 membuka cabang usaha di wilayah lain. Selain di Jalan A. Yani, Adi Putra Taylor kita buka di jalan Tukad Yeh Aya No.47, Denpasar,” jelas Putra dengan sedikit tersenyum.

Kini, Adi Putra Taylor hadir dengan performa yang lengkap. Tentu berkat pasar yang cukup luas lewat usaha penjualan kain yang sudah bertransformasi ke bisnis industri dengan menciptakan produk desain dari beragam modelnya ini, kian membawa nama Adi Putra Taylor mengudara. Meski masih menggunakan konsep produksi manual, yakni dari proses pemotongan kain hinggga proses jahit, namun mampu memberi peluang kerja bagi masyarakat luas untuk mengenyam pengalaman. Tidak hanya itu, konsistensi untuk tetap melahirkan produk yang berkualitas dan berdaya saing tentu menghantarkan bisnis tersebut diminati oleh banyak kalangan. “Total kurang lebih ada 50 karyawan. Sudah termasuk bagian dari produksi hingga pemasarannya. Dan untuk saat ini, selain istri, Ibu masuh aktif dan turut ikut membantu menjalankan bisnis,” ungkap ayah 3 anak ini.

Tanggung jawab yang besar untuk mempertahankan bisnis ini tentu berada di atas pundak Putra. Sehingga, salah satu upaya yang tengah ia lakukan bersama sang Istri, Novi Triastuti, lakukan adalah mengaplikasikan seluruh potensi yang dimiliki agar Adi Putra Taylor tetap eksis dan berjalan. Termasuk pengalaman serta bekal pendidikan yang sudah ia pelajari. Sebab, Putra tidak menampik, akan ada banyak kerikil yang bisa menghambat perjalanan usahanya. Termasuk situasi pandemi yang tengah mereka alami saat ini.

Baca Juga : Jeli Melihat Peluang dari Hobi dan Profesi

“Satu – satunya upaya yang saya lakukan untuk mempertahankan usaha ini dengan mengaplikasikan pendidikan yang saya miliki. Khusus di bagian marketing, memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan produk penjualannya. Tidak hanya di google, tetapi juga aplikasi marketplace dan media sosial. Selain itu, mempertahankan sistem pemasaran yang sudah lama terjalin baik ya. Memang untuk pemasarannya hanya sampai di luar kota saja ya dan sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi, baik di tingkat Pemda dan Pemprov. Seperti di Karangasem, Negara, Singaraja, dan lain sebagainya,” tutur alumnus STI Malang jurusan Ekonomi Manajemen tersebut.

Selain dari potensi yang dimiliki, pria kelahiran Badung, 30 September 1980 ini juga menuturkan untuk siap mengerahkan segala upaya dalam wujud apa pun demi mempertahankan hasil dari keringat serta kerja keras orang tuanya itu. Beberapa hal penting yang terus mengakar dan mesti ia lakukan adalah kejujuran dan konsisten. Dua hal penting yang saling berkaitan dan menjadi modal untuk membuka kunci kesuksesan. Hal ini yang menjadi nasehat sekaligus pengalaman yang ia lihat dan alami dari didikan kedua orang tua.

“Seingat saya memang mereka betul-betul kerja keras ya. Saat saya kelas 3 SD itu, jam 1 malam orang tua saya sudah pergi berjualan. Kadang kalau libur, saya pasti ikut. Waktu itu memang lumayan ramai ya, kebetulan di pasar Plaga juga belum banyak yang menjual pakaian. Meski berangkat dari latar belakang pendidikan orang tua yang tidak tinggi, hanya sebatas SMP, sehingga mungkin mereka betul-betul fokus bekerja. Tetapi secara tidak langsung cara seperti itu yang membentuk saya. Nasehat yang masih saya ingat untuk mempertahankan usaha ini adalah yang utama adalah kejujuran kemudian konsisten,” aku Putra.

Khusus di bidang jasa seperti ini, lanjutnya, kualitas produk memang menjadi hal yang sangat utama untuk kita perhatikan. Tidak menjadi soal jika promosinya tidak terlalu besar, akan tetapi kualitasnya perlu di jaga. Dengan begitu, pasar konsumen akan datang dengan sendirinya. Hanya saja, Putra tidak menampik bahwa ada beberapa tantangan yang juga menjadi kendala. Terlebih khusus di bagian produksi yang masih menggunakan sistem manual dengan sumber daya manusia yang terbatas. “Kendalanya sih untuk sementara SDM ya. Membimbing, memanajemen serta mengontrol banyak orang memang cukup sulit. Apalagi mengembang usaha ini adalah tanggung jawab yang sangat besar. Kesempatan baik memang selalu datang, tetapi saya harus bisa kembali melihat kapasitas dan kemampuan SDM dulu. Apalagi kan untuk produk sendiri, kami masih menggunakan sistem manual, khusus di bagian jahit,” pungkasnya.

Meski demikian, ia tidak berhenti memupuk harapan besar. Putra meyakini, jika produk dari Adi Putra Taylor ini mampu menembus pasar ekspor. Tak hanya itu, melalui usaha yang ia emban saat ini juga, Putra mampu berekspansi mengembangkan bisnis lain yang mampu memberikan peluang kerja bagi banyak orang. “Saya meyakini ada campur tangan Tuhan dalam usaha ini. Lewat kerja keras orang tua hingga sekarang ini. Dan astungkara, sekarang ini saya sudah mulai coba ekspansi merambah bisnis yang saya kembangkan sendiri. Usaha itu masih sama bergerak di bidang konveksi yang khusus menyediakan bordir komputer. Usaha ini sudah saya kembangkan sejak tahun 2013. Namanya Adi Putra Bordir,” aku Putra.

One thought on “Jujur dan Konsisten Menjadi Modal Kuat Mempertahankan Usaha Secara Turun -Temurun

Leave a Reply

Your email address will not be published.