Kegigihan Seorang Dokter Dalam Profesionalisme Kerja dan Kembangkan Kreatifitas Dalam Wirausaha

Kegigihan Seorang Dokter Dalam Profesionalisme Kerja dan Kembangkan Kreatifitas Dalam Wirausaha

Selain sebagai pimpinan PJT (Pelayanan Jantung Terpadu) RSUP Sanglah, terutama di bidang Keilmuan Spesialis Konsultan Intervensi Jantung, Dr. dr. Bagus Arie Pradnyana Dwi Sutanegara, Sp.JP(K), FIHA, FICA, FAsCC, FSCAI atau dr. Bagus Arie juga mengisi kegiatan lainnya dengan merintis beberapa usaha, yang setidaknya mampu mengurangi kepenatannya setelah hampir seharian menghabiskan waktunya di rumah sakit. Diantaranya sebuah klinik bernama “Klinik Sari Dharma” dan usaha kuliner “Beach Garden in The Raw”. Bagaimana seorang dokter spesialis menyeimbangkan waktu antara kewajiban dan sukses berwirausaha, berikut kiat dan kisahnya.

Membangun usaha yang bertolak belakang dari latar belakang ilmu yang dimiliki, bisa jadi media untuk dr. Bagus Arie me-refresh diri dari kepenatan rutinitasnya. Terlebih setelah pengalamannya pada tahun 2008 yang sempat menimpanya karena terlalu gencar menangani pasien secara profesional. Kesehatannya pun menurun dan mengalami gangguan pada mata (keratitis), yang mengharuskan ia beristirahat selama dua minggu.

Kekhawatiran akan penyakit tersebut datang lagi, membuat ia mulai berpikir bagaimana nasib keluarganya jika ia hanya mengandalkan pekerjaan tersebut. dr. Bagus Arie pun mulai berpikir untuk merambah ke usaha yang berbeda dari disiplin ilmu yang ia miliki. Awalnya ia ingin membangun bisnis franchise, namun tidak sukses ia jalani dan mengalami kerugian sekitar 500 juta.

Baca Juga : Menjejal Kehidupan yang ‘Keras’ Hingga Sukses Berkat Kerja Keras

Belajar dari kegagalan, dr. Bagus Arie kemudian beralih ke usaha kuliner yang berkonsep organic kitchenBeach Garden In The Raw” yang sudah dirintis pada tahun 2014. Di awal enam bulan merintis, ia seorang diri harus berjibaku dengan waktu dan lelahnya badan, karena sembari menunaikan kewajibannya menerima pasien pada pagi hari di RSUP Sanglah.

Bulan selanjutnya, dr. Bagus Arie dipertemukan dengan customer asal luar negeri yang memiliki passion di bidang kuliner. Tak hanya sekedar pertemuan biasa, WNA tersebut menawarkan kerjasama yang menarik, karena merasa sudah cukup kewalahan, dr. Bagus Arie tentu menyambut hangat atas kesempatan ini dan akhirnya pengelolaan kuliner di Jalan Pantai Batu Bolong No.103, Canggu ini, pun diserahkan kepada manajemen mantan customer yang kini menjadi rekan bisnisnya tersebut.

Pada tahun 2015, saat dr. Bagus Arie yang juga tengah mengembangkan bisnis properti, pengalaman memilukan kembali terjadi, ia terjatuh dari sepeda motor, yang menyebabkan tangan kirinya patah dan lumpuh selama enam bulan. Namun diakui olehnya apa yang menimpanya saat itu, tak serisau hatinya saat ia terserang penyakit mata, yang masih hanya mengandalkan finansialnya sebagai dokter.

Pengobatan dan terapi demi terapi harus dilakukan dr. Bagus Arie yang tengah menyelesaikan pendidikan S3. Ia tak mampu mengetik, yang memaksanya harus cuti selama enam bulan. Menggunakan stetoskop pun, ia harus diperbantu oleh perawat, akhirnya kemudian diputuskan untuk total mengistirahatkan pikiran dan tubuhnya.

Di tahun yang sama, dr. Bagus Arie juga mengembangkan “Klinik Sari Dharma” yang awalnya telah didirikan oleh orangtua, namun masih berbentuk rumah sakit yang dikenal dengan nama “Rumah Sakit Sari Dharma” pada tahun 1998. Pada tahun 2012, karena ada beberapa regulasi di bidang medis yang tidak bisa diikuti, rumah sakit tersebut pun berubah status menjadi fasilitas kesehatan berupa klinik, untuk mempermudah operasional. Hingga tiga tahun kemudian, klinik yang berlokasi di Jalan Pulau Seram No.1, Dauh Puri Klod, Kec. Denpasar Barat ini, bertransformasi menjadi “Klinik Utama Rawat Inap Sari Dharma”.

Demi memenuhi salah satu harapan daripada Klinik Sari Dharma untuk menjadi satuan atap pelayanan kesehatan, dr. Bagus Arie saat ini telah melengkapi divisi – divisi penanganan kesehatan, meliputi dokter spesialis jantung, spesialis anak, gigi, THT, mata, penyakit dalam, bedah, bedah ortopedi, neurologi, kulit dan kelamin dan radiologi. Alat – alat yang disediakan guna meningkatkan kualitas layanan pun terus akan dikembangkan kedepannya.

Baca Juga : Memotivasi Diri Untuk Terus Belajar dan Terbuka Pada Dunia Baru

Membandingkan dua usaha tersebut di masa sama – sama berkembang, “Beach Garden in The Raw” jauh lebih unggul dan menukik tajam kemajuannya di bandingkan dengan “Klinik Utama Rawat Inap Sari Dharma”. Namun kini, berganti musim ke pandemi, kondisinya berbanding terbalik, hal ini membuat dr. Bagus Arie berani mengambil kesimpulan, bahwa kita khususnya yang memiliki passion dalam berwirausaha, tak bisa hanya memiliki satu usaha di bidang yang sama. Mungkin sebagian besar kita memiliki disiplin hanya di satu ilmu saja, tapi soal menambah wawasan, dengan tidak pernah berhenti belajar dan terbuka dengan ilmu – ilmu baru, adalah kebebasan kita untuk memilih.

“Fokus Saya, adalah Semangat dan Doa dari Keluarga”
Kefokusan dan semangat dr. Bagus Arie dalam berkarir maupun sebagai pengusaha, tak lepas dari dukungan dan restu dari keluarga. Di mana sejak awal akan memulai maupun merintis, ia sudah menyampaikan rencana – rencana kedepannya, sehingga proses perjalanannya pun lebih mudah. Bahkan sampai saat ini, bila ada permasalahan, terutama di klinik, ia akan mengkomunikasikan dengan orangtua.

Pria yang lahir di Denpasar, 27 Maret 1972 ini, memang sudah memiliki hubungan yang spesial dengan orangtua sejak kecilnya. Dalam semangat memberikan pendidikan formal sebagai yang utama, kepada ia dan kakaknya, orangtuanya berpesan, semasih orangtua memiliki kemampuan biaya, gapailah ilmu setinggi – tingginya. Dan pernyataan yang tidak kalah menarik perhatian dr. Bagus Arie ialah bahwa satu – satunya harta yang tidak bisa kita wariskan adalah ilmu pengetahuan. Namun kita bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan tersebut untuk membangun sebuah warisan yang akan kita turunkan ke generasi selanjutnya.

Setelah menamatkan di pendidikan dokter, dr. Bagus Arie mengungkapkan keinginannya kepada orangtua untuk melanjutkan ke spesialis jantung. Mendengar hal tersebut, tentu orangtua memberikan 100% dukungannya, terlebih setelah lulus spesialis jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta pada tahun 2008, ia mulai dipertanyakan ke mana langkah ia selanjutnya, sesampai di Bali.

Kondisi di RSUP Sanglah saat itu yang belum memiliki kelengkapan peralatan untuk spesialis jantung, mendorong dr. Bagus Arie untuk melanjutkan ke pelatihan Teknologi Kedokteran Intervensi di Singapura dan tamat pada tahun 2011. Langkah selanjutnya, barulah ia resmi sebagai spesialis jantung di RSUP Sanglah yang telah mapan dengan peralatannya.

Baca Juga : Giat Berusaha dan Bekerja Keras, Kunci Sukses Mengembangkan Bisnis

Meski telah berprofesi sebagai dokter, yang telah memiliki kematangan dalam spesialis bidang tertentu, tak lantas dr. Bagus Arie mudah memproklamirkan ilmunya kepada para pasien. Dari sinilah tantangan mulai dirasakan olehnya. Bahkan ia ingat sekali pada tahun 2007, saat perdananya membuka praktek di sebuah klinik, ia hanya kedatangan satu pasien pada enam bulan pertama. Berbeda dengan masa kini yang sebagian besar fasilitas kesehatan yang sudah ditunjang BPJS, masyarakat merasa lebih dipermudah dan tidak ragu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ada Sosok Ibu yang Gigih Memenuhi Kebutuhan Pendidikan Anak
Kesuksesan dan ketelatenan dr. Bagus Arie dalam bidang medis, kian dikenal oleh masyarakat. Sikap tersebut tak jauh datang dari sosok ibu yang semasa hidupnya memang telah terlatih untuk terus memperjuangkan hidup itu sendiri, terlebih setelah memiliki keluarga. Beliau meski sudah tidak muda, masih aktif mengikuti kursus – kursus, seperi kursus kecantikan, membuat kue dan menjahit. Dari hasil kursus tersebut, tak berhenti begitu saja, Sang Ibu tanpa pernah membanding-bandingkan dan merendahkan pekerjaan lain, kemudian menjual kue tersebut hasil karya beliau.

Beda lagi dengan waktu bersama ayah. dr. Bagus Arie sangat terkenang saat ayahnya selalu mengajak ia dan kakaknya berjalan – jalan di hari Sabtu dan esoknya, dihabiskan di rumah dengan kegiatan sederhana, menonton tv dengan layar masih hitam putih dengan ditemani makanan dan minuman favoritnya, rujak cingur dan es temulawak.

Kenangan demi kenangan di kota Pahlawan tersebut, tak hanya meninggalkan pengalaman menyenangkan bagi dr. Bagus Arie, tapi juga sebuah pelajaran dalam keluarga. Salah satunya, bahwa kegigihan yang kita tuangkan dalam suatu pekerjaan, pasti akan memperoleh hasil yang setimpal. Hanya saja kita butuh kesabaran dalam proses tersebut. Terlebih di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini, kita sebagai mahluk ciptaanNYA yang sempurna, dilengkapi dengan akal dan pikiran.

Manfaatkan anugerah tersebut dengan sebaik – baiknya, sedih boleh tapi jangan terlalu berlama-lama terpuruk. Justru era baru, adalah kesempatan kita untuk mengembangkan kreatifitas, bahkan menemukan passion yang akan membuka pintu rezeki yang bisa saja lebih baik lagi kedepannya.

6 thoughts on “Kegigihan Seorang Dokter Dalam Profesionalisme Kerja dan Kembangkan Kreatifitas Dalam Wirausaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *