“KSU Banjar Temesi” Pelihara Fondasi Koperasi Dengan Merpererat Sinergitas Antar Masyarakat, Pengurus dan Pengawas

“KSU Banjar Temesi” Pelihara Fondasi Koperasi Dengan Merpererat Sinergitas Antar Masyarakat, Pengurus dan Pengawas

Upaya – upaya dalam menghadapi tantangan global ini, I Wayan Mandra tak berbeda jauh seperti koperasi lainnya dalam menerapkan ‘mode pertahanan’. Seperti memahami karakter anggota, verifikasi ketat permintaan peminjaman yang sesuai dengan hakikat tujuan dari pembiayaan tersebut. Jangan sampai pemberian kredit diselewengkan untuk pemenuhan lain yang bisa mengakibatkan masalah baru selanjutnya. Terlepas dari situasi tersebut, tim KSU Banjar Temesi pun berupaya tak pernah mangkir dari kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk melakukan evaluasi atas kinerja koperasi selama setahun, disertai pembagian bingkisan berupa kebutuhan pokok meski nilainya tak banyak. Apresiasi lainnya kepada anggota yang kini berjumlah 370 orang dan beraset Rp. 23 miliar, ada dana duka Rp. 100 ribu dan dana Piodalan senilai Rp. 10 juta. Diharapkan kontribusi tersebut, lebih ambisius meningkatkan kepercayaan masyarakat yang belum bergabung dengan koperasi, guna menciptakan modal yang lebih berkembang untuk membantu sesama anggota.

I Wayan Mandra sempat tak percaya diri saat pemilihan Ketua KSU Banjar Temesi jatuh kepadanya. Maklum, ia memiliki latar belakang orangtua bermata pencaharian sebagai petani penggarap lahan milik orang, ia pun sejak di bangku sekolah rakyat (sekarang sekolah dasar) sudah ikut membantu menyabit atau bekerja di sawah hingga ia tamat tahun 1957.

Baca Juga : Passion di Bidang Seni Rupa, Melahirkan Karya Arsitektur yang Bernilai dan Bermanfaat Bagi Masyarakat Bali

Di usia yang sudah menginjak 80 tahun, I Wayan Mandra hendak bersiap ingin segera digantikan dan menikmati masa tuanya dengan keluarga tercinta. Namun sepertinya, KSU Banjar Temesi belum menemukan calon ketua yang bisa dikatakan sepadan mendapat kepercayaan dari masyarakat, seperti I Wayan Mandra. Namun bagaimana pun regenerasi harus dilakukan dan kandidat kuat saat ini ialah jatuh pada I Nyoman Mandra.

I Nyoman Mandra, pria kelahiran tahun 1968 ini berpendidikan terakhir SMA, ia pun lahir dari petani tak jauh nasibnya dengan I Wayan Mandra. Namun semangatnya untuk mengembangkan aset banjar yakni KSU Banjar Temesi tak pernah padam, ia bersama tim kepengurusan berupaya terus menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat Banjar Temesi, demi mengembangkan dan mengarahkan kemajuan koperasi agar terus dirasakan benefit-nya oleh masyarakat. Seandainya, saat rapat anggota ia terpilih menggantikan posisi I Wayan Mandra, ia berharap bisa melanjutkan kinerja yang sudah berjalan positif, transisi pengembangan dan mempererat relevansi tonggak koperasi itu sendiri, antar anggota, tim pengurus dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *