Meski Otodidak Namun Mampu Melampaui Batas

Meski Otodidak Namun Mampu Melampaui Batas

Rata-rata ekonomi masyarakat di masa kecil I Nyoman Suarjana, pemilik dari AHASS Uluwatu Motor memang masih sulit. Apalagi ia berlatar belakang bersaudara 10 orang dengan pekerjaan orangtua yang sederhana, yakni ayah bekerja sebagai petani dan ibu sebagai nelayan. Kerja keras pun tak hanya wajib dilakoni oleh orangtua, ia dan saudaranya harus ikut membantu, sekaligus sudah menjadi pemandangan biasa di masa itu.

Nyoman Suarjana kemudian melanjutkan karirnya di pariwisata, tepatnya di Hotel Kartika Plaza bagian security, dalam kurun waktu yang lama, yakni 11 tahun. Namun Tahun 2000 adanya aksi demo mogok karyawan yang menuntut kenaikan upah, akhirnya malah berujung pemecatan. Nyoman Suarjana pun menjadi salah satu bagian dari penggerak aksi tersebut. Atas rekomendasi Bupati Kuta, para buruh yang kehilangan pekerjaan, diberi kesempatan di atas lahan milik daerah, untuk mengelola usaha kuliner di pinggir pantai yang sudah terbengkalai. Dibalik peristiwa tersebut, ada hikmah yang didapat Nyoman Suarjana, meski di tengah persaingan pemilik bisnis serupa, ia terbilang sukses dan pioneer membangun usaha perdananya yang berlokasi di pinggir Pantai Jimbaran.

Baca Juga : Kredibilitas dan Efektivitas Sebagai Landasan Kekuatan

Kesuksesannya, sempat dilirik dan mendapat tawaran dari salah satu pengunjung restorannya yakni direktur Taman Rekreasi Ancol saat itu, untuk membuka cabang di Jakarta. Namun mengingat usia sudah tidak muda lagi, ia masih ragu untuk menerima tawaran tersebut. Desakan yang tiada bosan terus mendatanginya, akhirnya meluluhkan hari Nyoman Suarjana dan resmi melakukan grand opening “Jimbaran Resto Ancol” sekitar tahun 2007 yang dihadiri Gubernur Jakarta, Bapak H. Sutiyoso.

Berhubungan dengan perusahaan besar dan usahanya yang belum banyak tahu soal manajemen. Nyoman Suarjana mengaku mempelajari hal tersebut secara otodidak dan menambah ilmu dengan membaca dari buku-buku, yang banyak memberikan wawasan luas untuk ia aplikasikan ke usahanya. Sama halnya dengan usaha selanjutnya di bidang otomotif, bukan berangkat dari hobi, apalagi lulusan SMK, pria kelahiran Badung, 16 Juli 1957 ini, mendirikan AHASS Uluwatu Motor adalah atas dasar keinginannya yang mau bekerja dan menyukai tantangan baru pada tahun 2010.

Setelah menerima penawaran dari teman yang bekerja di Astra Honda Motor di Jakarta, Nyoman Suarjana mulai merekrut kepala mekanik dan mekanik senior yang ia terapkan secara otodidak. Beberapa pihak ada yang meragukan keputusannya untuk membangun bisnis tersebut, ia memilih berlalu, tetap dengan keyakinannya bahwa bisnis ini akan memiliki masa depan yang cerah. Tak berselang lama, hanya dalam waktu sebulan sejak dibuka, ia sudah menerima 1.250 customer atau pencapaian terbaik di tingkat nasional saat itu. Tiga tahun kemudian ia juga mendapat penghargaan berupa piala bergilir dan piagam tingkat nasional yang terima di Jakarta atas prestasinya di semua kategori. Reward lainnya, ia juga mendapat tour ke luar negeri gratis dari perusahaan.

Baca Juga : Meleburkan Sinergitas dan Integritas Untuk Bangkit Bersama

Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana Nyoman Suarjana bisa meraih prestasi di bengkel yang beroperasi di Jl. Raya Uluwatu, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, tersebut, sedangkan ia sama sekali tak memiliki basic. Ia hanya mampu menjawab mau bekerja, belajar memperhatikan dan mendengarkan customer dan berusaha secara optimal, dengan memfasilitasi bengkel seapik mungkin. Ia sama sekali tak memikirkan prestasi-prestasi yang dirancang perusahaan pusat untuk para pengusaha bengkel, semuanya berjalan mengalir saja, sesuai dengan kemampuan terbaik yang ia miliki.

Dari kehilangan pekerjaan, kemudian berani hadapi tantangan baru sebagai pengusaha, bahkan berprestasi di tingkat nasional. Bukan didapatkan secara instan oleh Nyoman Suarjana yang notabenenya hanya berpendidikan terakhir SMA dan tidak memiliki skill khusus dalam wirausaha. Namun ia berhasil membuktikan dari hal yang tidak masuk logika manusia, mampu ia taklukan dengan kesuksesan di dua bidang bisnis yang jauh berbeda. Meski sempat diragukan, namun komitmennya semakin lebih kuat bahwa ia juga berhak untuk sukses, bahkan ia harus mengucapkan banyak terimakasih, dari berbagai macam komentar tersebut, ia semakin termotivasi untuk menjadi lebih sukses dan tentunya pribadi yang lebih baik lagi.

One thought on “Meski Otodidak Namun Mampu Melampaui Batas

Leave a Reply

Your email address will not be published.