Motivas dari Diri Sendiri dan Upgrade Skill

Motivas dari Diri Sendiri dan Upgrade Skill

Memiliki passion yang tinggi dalam mempelajari hal – hal baru, begitulah pengenalan diri yang secara tidak langsung dipaparkan Dr. I Nyoman Diana, S.E., M.M saat mengisahkan perjalanan hidupnya sejak masa kecil. Disamping kondisi himpitan ekonomi yang mendorongnya untuk menjadi pribadi yang mandiri, tapi juga disempurnakan dengan semangat yang tidak mengenal putus asa untuk mengembangkan skill yang mempengaruhi pencapaiannya di masa kini.

Lahir dan besar di Denpasar, Dr. I Nyoman Diana S.E., M.M serta kakak dan adiknya sadar akan kebutuhan ekonomi yang harus ikut mereka perjuangkan bersama-sama, meski di usia mereka yang masih muda, seharusnya belum menyentuh yang namanya pekerjaan saat itu. Karena kondisi penghasilan ayah yang hanya sebagai sopir dan ibu yang terkena lumpuh setelah sempat bekerja sebagai penjahit bordiran, sudah tak ideal lagi untuk memenuhi kebutuhan, terutama bekal pendidikan mereka. Alhasil secara otodidak membuat karya – karya seni patung, menjadi peluang yang paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka, untuk menjadi pilihan sekaligus harapan akan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Baca Juga : Jiwa Bebas Sang Pembalap Temukan Potensi Diri dan Sukses di Medannya

Pekerjaan tersebut dilakoni Nyoman Diana sejak di bangku SMP dan mendapatkan antusiasme dari wisatawan mancanegara. Agar mampu berkomunikasi dengan baik, semangat untuk mempelajari bahasa Inggris, kemudian ia tekuni secara mandiri dengan mencatat segala kosa kata baru yang ia dapatkan, setelah melakukan interaksi dengan turis. Kata demi kata dengan telaten, ia catat di tempat yang strategis kemudian ia hafalkan. Begitu seterusnya ia lakukan hingga cukup terampil bercakap-cakap menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari.

Tamat SMA pada tahun 1992, Nyoman Diana sangat bersyukur karena berkesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di Amerika, atas bantuan dari salah satu wisatawan yang tak hanya mengagumi hasil karyanya, tapi juga memiliki kepedulian akan masa depannya. Setelah tiga tahun belajar di negara Adidaya, ia pulang ke Bali dan mulai menata karirnya dari nol, dengan bekerja di sebuah perusahaan travel agent, pada posisi tour guide.

Sama halnya dengan pengalaman sebelumnya, lagi – lagi Nyoman Diana tertantang untuk menambah skill-nya. Kini ia harus berlatih dan menaklukan sifat pemalunya dengan mempelajari ilmu public speaking. Oleh operation manager, ia pun diberi kesempatan untuk menggali potensinya di bidang tersebut, menghadapi tantangan demi tantangan agar dapat terus eksis, seiring meningkatkatnya kualitas diri. Berkat kerja kerasnya, hanya dalam kurun waktu tiga bulan, Nyoman Diana pun sukses mencuri perhatian perusahaan, yang sebelumnya ia masih dianggap hanya junior, dalam waktu singkat berhasil menduduki level eksekutif senior.

Tanpa rasa ragu, langkah Nyoman Diana kemudian berlanjut ke dunia pesiar, bidang pekerjaan yang masih fresh baginya, namun sudah mampu tampil sebagai awak kabin yang profesional mengemban tanggung jawabnya. Tak perlu dipertanyakan lagi, para penumpang yang mendapat kesempatan berinteraksi dengannya, selalu merasa terbantu dan puas akan pelayanan yang diberikan.

Baca Juga : Menciptakan Kesuksesan dengan Vibrasi Positif dan “The Law of Attraction”

Fokus Pada Bidang Pendidikan Hospitality
Kembali ke Bali, Nyoman Diana secara kebetulan bertemu dengan rekan yang memiliki akses dengan sebuah industri cruise line di Italia, ia pun ditawarkan untuk menempati posisi branch manager di salah satu cabang yang berlokasi di Jakarta pada tahun 2001. Dari pengalamannya di perusahaan tersebut selama tiga tahun, ia terinspirasi untuk akhirnya membangun perusahaan agen sendiri, yang bernama “PT. Bali Ship Implement Service”. Di awal perkembangan perusahaannya, ia sudah mampu menambah personil anak muda Bali yang berkeinginan untuk meniti karir di kapal pesiar. Dari yang sebelumnya berfenomena hanya berjumlah 10 orang kru di sebuah pelayaran, ia sukses mendidik dan menggiring 200-300 dari kru asal Bali untuk diberangkatkan, meliputi posisi cook, therapis spa dan fotografer.

Prestasi Nyoman Diana, mengelola perusahaan yang berhasil memberangkatkan tenaga kerja kapal pesiar terbanyak saat itu, sampai dilirik perusahaan cruise line yang mengirim proposal ke perusahaannya yang didirikan pada tahun 2004 tersebut. Namun ia pribadi tak mau lepas kontrol dalam menanggapi, meski permintaan fresh graduate yang tinggi masuk ke perusahaannya, ia tetap bertindak profesional, memberangkatkan tenaga kerja yang benar – benar sesuai dengan kualifikasi.

Perjalanan karir Nyoman Diana tak hanya sukses sebagai pekerja individu, tapi juga ia buktikan sebagai pengusaha “bertangan dingin” di bidang pendidikan hospitality. Namun seiring dengan luasnya dan matangnya pengalaman, ada sebuah perasaan yang timbul untuk melakukan lebih banyak hal yang bermanfaat lagi, untuk Bali. Didirikanlah “Indiana Hospitality Management School” yang beralamat di Jl. Ambarwati No.1 No.320, Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, lembaga ini mampu menjadi bukti kepeduliannya untuk membangun generasi muda Bali, yang termotivasi sebagai calon tenaga kerja kapal pesiar dan bersaing di dunia internasional.

Baca Juga : Pelayanan Internasional Dengan Improve Skill Para Generasi di Ranah Kesehatan

Kampus IHMS yang baru beroperasi dua tahun ini, sudah tampil memberikan pendidikan “One Stop Solution” di tengah – tengah masyarakat, dengan menawarkan program – program pendidikan dan pelatihan profesi, meliputi program satu tahun Food and Beverage Service, Culinary, Front Office dan Housekeeping. Program dua tahun, Food and Beverage Management dan Room Division Management dan tentunya program khusus pendidikan calon pekerja kapal pesiar. Di luar kebiasaan tampilan kampus pelatihan pendidikan pariwisata pada umumnya, IHMS juga tetap berupaya menarik perhatian masyarakat dengan mengambil konsep bangunan yang unik, yakni menyerupai sebuah kapal pesiar. Tak hanya di bagian luar kampus yang berani tampil beda, diatas lahan seluas 30 are tersebut, pada bagian dalamnya juga diwujudkan dengan suasana gedung yang seolah-olah kita tengah berada dalam perjalanan di kapal pesiar dan menginap hotel berbintang. Dilengkapi dengan eksterior gedung dengan mural bertemakan “Hamsa Wiwekajnana” yang berarti angsa yang bijaksana.

Pembelajaran dalam kelas, pun tak kalah bersaing dengan kualitas bangunan kampus, dengan kelengkapan seluruh peralatan kebutuhan pelatihan disediakan dengan standar kapal dan hotel yang berkelas. Khusus untuk mahasiswa yang ingin memperoleh sertifikat BST (Basic Safety Training), sebagai syarat untuk berkarir di kapal pesiar dunia, disediakan kolam renang berstandar internasional sepanjang 40 meter dan kegiatan medical check up bagi calon pekerja yang ingin berkarir ke luar negeri.

Besar harapan Nyoman Diana melalui lembaga pendidikan yang ia dirikan, generasi muda semakin percaya diri dan berani mewujudkan mimpi mereka menjadi nyata. Mulailah bangun motivasi diri sendiri dan setidaknya kuasailah satu skill dan terus upgrade skill tersebut. Pahamilah bahwa hidup kita adalah tanggung jawab kita sendiri, yang harus dihargai prosesnya. Namun sehebat – hebatnya diri kita dengan ilmu yang kita punya, akan lebih bermanfaat, bila berhasil membawa kesuksesan untuk orang banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.