Pelayanan Internasional Dengan Improve Skill Para Generasi di Ranah Kesehatan

Pelayanan Internasional Dengan Improve Skill Para Generasi di Ranah Kesehatan

Tak perlu jauh – jauh mencari tokoh inspiratif, sosok ayah dan ibu yang berprofesi sebagai dokter dan bidan sudah cukup mewakili dan mempengaruhi dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun, Sp.M(K) mencapai karirnya saat ini. Selain tentunya berprofesi sebagai dokter seperti ayahnya, ia juga seorang pengusaha sukses dari Klinik Utama Mata JEC – Bali @ Denpasar.

Lahir dan tinggal di Denpasar, dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun dipengaruhi oleh didikan dari ayah yang tegas dan sedikit emosional dalam keluarga. Sikap yang sama pun ditampilkan saat menangani pasien dan tidak sedikit mereka yang menerima jasa dari beliau, memfavoritkan sebagai dokter untuk kebutuhan pelayanan kesehatan selanjutnya. Sedangkan dari ibu, adalah sosok yang lebih luwes bergaul di berbagai kalangan. Dengan profesi sebagai bidan, beliau tak hanya dikenal menguasai ilmu dalam momen-momen penting ibu melahirkan, dari keramahtamahan beliau, menimbulkan rasa kenyamanan para pasien untuk berbagi keluhan dan mendapatkan informasi. Sikap – sikap demikian, memang tak sepenuhnya ada di diri dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun, namun mereka sudah menjadi panutan untuk meraih kesuksesannya dan profesional dalam melayani pasien.

Memilih untuk bercita – cita menjadi dokter, dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun memang secara mendapatkan ilmu, ia lebih dekat dan dimudahkan memohon petunjuk dari ahlinya yakni orangtua, secara langsung dan bisa kapan pun, di mana pun. Namun diungkapkannya, orangtua sebenarnya tak megharuskan ia mengikuti profesi di ranah kesehatan. Keputusan sepenuhnya untuk menatap masa depan ada di tangannya, asalkan totalitas dan bertanggung jawab. Sekali lagi, ia akhirnya memilih terjun menawarkan jasa pelayanan kesehatan kepada masyarakat atas kesadaran dan keinginan diri sendiri.

Baca Juga : Masih Muda dan Sukses Keluar dari Zona Nyaman Sebagai Pebisnis Minimarket

Seperti bunyi peribahasa “Buah jatuh, tak jauh dari pohonnya”, dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun semakin menseriusi pilihannya tersebut setelah lulus dari Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Setelah tamat, ia yang berencana melanjutkan ke pendidikan spesialis mata, harus menunda waktunya karena kondisi ia yang saat itu telah menikah dan memiliki buah hati yang belum bisa ditinggal. Barulah setelah mendapat dukungan suami, ia berangkat ke Jakarta dan melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia.

dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun yang sekaligus berstatus pegawai negeri sipil, kemudian bekerja di sebuah rumah sakit di Denpasar. Meski jobdesc utamanya adalah melayani pasien, ia tak menutup diri dan berkeinginan untuk mempelajari sistem manajemen operasional di rumah sakit tersebut. Secara tidak sadar, tindakannya tersebut mencuri perhatian dan rasa kekaguman dari rekan – rekan rumah sakit dan mahasiswa mahasiswi yang ia ajar di kampus Udayana. Perlahan, kepercayaan demi kepercayaan mengikat hati mereka kepada dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun, untuk mau berbagi ilmu dan membimbing berdasarkan pengalaman yang ia miliki. Ia pun tentunya dengan rasa hormat dan senang hati, dapat ikut terlibat dalam mencetak generasi dokter – dokter spesialis yang handal dimasa depan sesuai bidangnya.

Atas jasa dan perhatian yang diberikan dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun di lingkungan pekerjaannya, ide untuk mendirikan klinik mata pun tercetus dari rekan – rekannya tersebut, ia diberi dorongan agar semakin meningkatkan jenjang karirnya. Namun meski memliki ilmu yang cukup matang membangun usaha, waktulah yang masih belum leluasa untuknya fokus mendirikan klinik, karena masih terlibat beberapa kewajiban yang harus dijalankan. Tak menyerah begitu saja, rekan-rekannya memberi saran agar ia membeli produk franchise sebuah klinik mata ternama di Jakarta. Setelah dipikirkan matang-matang dan mempertimbangkan modal yang akan dikeluarkan, ia pun setuju untuk mengikuti segala proses syarat yang harus ditempuh, demi memantaskan diri dan seluruh stafnya untuk membuka cabang klinik utama kesembilan dari JEC Eye Hospitals and Clinics.

Keluar dari zona nyaman yang sebelumnya hanya berstatus sebagai dokter, kini dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun bertanggung jawab atas plihannya mendirikan sebuah klinik di Denpasar. Terlebih memegang nama besar perusahaan, membawa beban tersendiri agar mampu sukses seperti cabang JEC di kota – kota lainnya. Seiring berjalannya waktu ia berupaya tenang, tidak grasa-grusu dan menjalani perintisan usaha klinik tersebut sebaik mungkin dan menjalin komitmen bersama seluruh staf.

Baca Juga : Pensiun Abdi Negara Merintis Usaha Berlandaskan Interaksi Kepercayaan dan Kejujuran

Gayung bersambut, segera setelah segala persiapan matang dan Klinik Utama Mata JEC – Bali @ Denpasar dibuka, antusias masyarakat menyambut hadirnya klinik begitu hangat, khususnya pasien – pasien yang sebelumnya dirawat dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun pindah lokasi ke Klinik Utama Mata JEC – Bali @ Denpasar, sebagai sentral kesehatan mata terdepan bagi masyarakat Pulau Dewata. Berlokasi di Jl. Teuku Umar Barat No. 170, Padangsambian, Denpasar Barat.

Klinik Utama Mata JEC – Bali @ Denpasar memperkenalkan diri sebagai klinik mata dengan deretan layanan dan fasilitas setara dengan cabang – cabang klinik utama mata JEC Eye Hospitals and Clinics lainnya. Berbagai layanan penanganan gangguan penglihatan tersedia secara komprehensif, mulai dari katarak dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, mata anak, hingga okuloplasti dan rekonstruksi. Di tengah kondisi pandemi, JEC Eye Hospitals and Clinics Pusat telah menyusun dan mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan transmisi COVID-19, serta menciptakan buku “Panduan COVID-19 untuk Rumah Sakit dan Klinik Mata”. JEC-Bali pun tentunya melakukan adaptasi yang sama, dengan pelayanan dilengkapi solusi andal berbasis teknologi, berupa layanan tele-oftalmologi JEC Cloud yang memungkinkan pasien untuk berkonsultasi secara online, tanpa perlu datang dan bertatap muka langsung dengan dokter ahli mata.

Berkat nama baik dari dokter kelahiran Denpasar, 11 Agustus 1966 yang sudah terlanjur dikenal, bisa dikatakan cukup mudah ia diberikan jalan oleh Sang Pencipta, untuk memperkenalkan Klinik Utama Mata JEC – Bali @ Denpasar kepada masyarakat. Didukung dengan pelayanan yang memudahkan berbagai kalangan, untuk mengakses layanan kesehatan mata berstandar internasional tanpa perlu keluar Bali, apalagi ke luar negeri.

Tak hanya pelayanan yang semakin go international, tentunya dibutuhkan SDM yang semakin menunjang fasilitas yang digunakan. dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun pun berharap keberadaan Klinik Utama Mata JEC – Bali @ Denpasar kedepannya semakin melahirkan generasi yang tak berhenti untuk terus belajar dan menggali potensi baru dalam diri. Agar kedepannya posisi Bali tak hanya nyaman sebagai tujuan wisata dunia, tapi juga sebagai destinasi yang didukung sarana kesehatan yang berkualitas, khususnya pengobatan mata berkualitas dan terpercaya.

7 thoughts on “Pelayanan Internasional Dengan Improve Skill Para Generasi di Ranah Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published.