Supermarket Bahan Bangunan Karya Pengusaha Lokal dengan Harga Hemat dan Pelayanan Bersahabat

Supermarket Bahan Bangunan Karya Pengusaha Lokal dengan Harga Hemat dan Pelayanan Bersahabat

I Ketut Ardi – Dilla Abadi

“Bila mau melanjutkan sekolah, harus sambil bekerja”. Demikianlah pernyataan Sang Kakak kepada adiknya, I Ketut Ardi, yang bisa dikatakan semboyan dalam lingkungan keuarganya. Karena pekerjaan orangtua yang tidak bisa memikul biaya pendidikan sepenuhnya keenam saudaranya. Mereka pun sadar diri, untuk memiliki kewajiban menghasilkan uang, demi dapat terus melanjutkan sekolah.

Ketut Ardi dan kakak-kakaknya sejak kecil harus ikut berjuang dengan mengambil beberapa pekerjaan agar tetap bisa bersekolah, diantaranya sebagai penjual es dan sebagai buruh pemetik cengkeh di Bunut Bolong, Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Hingga patut disyukuri, ia akhirnya bisa menyelesaikan pendidikannya di SMEA Negara pada tahun 1991.

Harapan Ketut Ardi untuk segera bekerja ia wujudkan atas saran ayahnya untuk merantau ke Denpasar seperti jejak saudara-saudaranya sebelumnya. Namun ia harus meburuh terlebih dahulu pada siang dan malam, sebagai bekalnya nanti di kota, dengan upah harian 2.300 rupiah/hari yang ia terima.

Sampai di Denpasar, Ketut Ardi tanpa basa basi, segera pergi mencari-cari pekerjaan, sampai ia diterima pada sebuah perusahaan di Seminyak. Dengan pinjaman sepeda motor kakak, ia berusaha giat bekerja, tidak hanya menambah penghasilan, yang tak kalah penting menerima ilmu dan pengalaman yang tidak ia dapatkan di sekolah.

Sempat bekerja pada posisi accounting di Seminyak dari tahun 1992-1993, kemudian dilanjutkan berkerja di supplier keramik di gatsu barat sampai tahun 2003, setelah berhenti bekerja di supplier keramik pria asal Negara ini akhirnya memberanikan diri membangun usaha secara swatantra pada bisnisnya. Awalnya ia masih menempatkannya di garasi rumah, kemudian meminjam modal di bank, agar usahanya bisa ia pindahkan ke lokasi yang lebih ideal, yang berlokasi di Jalan Patih Nambi dengan nama usaha “Dilla Abadi”.

Di tengah pertumbuhan persaingan para pemilik usaha lainnya, belum sampai 10 tahun menempati lokasi tersebut, Ketut Ardi mendengar kabar bahwa akan ada pemilik usaha lainnya yang akan ambil alih tempat itu. Ia pun berupaya keras, bagaimana agar ia mampu membeli lokasi tersebut.

Akhirnya berkat doa dan dukungan keluarga, khususnya istri, Ketut Ardi mampu melewati masa-masa penuh tantangan dengan bekerja penuh strategi dan mengejar target kerjasama kepada para supplier. Bahkan ia bisa membangun rumah untuk keluarga dan memperbaiki infrastrukur jalan yang ada di depan rumahnya.

Seiring dengan kematangan usaha “Dilla Abadi”, Ketut Ardi menggiring konsep dari usahanya yang awalnya berupa toko bangunan, kini telah bertransformasi menjadi supermarket dengan konsep “one stop shopping” yang berlokasi di Jalan Cargo Permai No.888, Ubung, Kec. Denpasar Utara, sejak 14 Juni 2015.

Dalam konsep baru tersebut, Ketut Ardi berharap akan memberi kemudahan dan kenyamanan customernya dalam berbelanja, juga disertai dengan potongan harga yang menarik pada setiap produk-produknya yang berkualitas. Pernyataan ini pun ia perkuat sebagai motto daripada Dilla Abadi Bangunan yaitu “Harga Hemat, Pelayanan Bersahabat”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.