Temukan Insting dan New Passion Dari Berani Mencoba Hal Baru

Temukan Insting dan New Passion Dari Berani Mencoba Hal Baru

Terjun sebagai entrepreneur, untuk pengalaman sebagian orang, bukan merupakan sebuah kesengajaan. Namun tidak sedikit yang justru menemukan kesuksesan setelah berkecimpung di profesi tersebut. Seperti cerita dari Putri Intan Kirana, ia pun mengalami hal serupa, berawal hanya sekedar iseng – iseng mencoba, ternyata usahanya dijabah oleh Sang Pencipta dan memberikannya bukti kesuksesan.

Saat itu Putri Intan Kirana yang akrab dipanggil Intan ini masih menjadi mahasiswi tingkat akhir yang tengah disibukkan proses penyelesaian skripsi. Meski pikirannya seolah teralih penuh pada rutinitas tersebut, ia sudah memiliki rencana kedepannya setelah lulus nanti, selain memiliki pekerjaan sesuai dengan latar belakang ilmu yang dimiliki, ia juga ingin sembari merintis sebuah usaha nantinya.

Kebetulan saat momentnya tepat, di mana ada pemberlakuan kuliah secara online, ia yang mengambil kuliah di luar Bali, memutuskan untuk pulang. Tak ingin menyia – nyiakan kesempatan yang ada, pola pikirnya pun terbentuk untuk mencoba sesuatu yang baru di luar bidang ‘kekuasaannya’.

Baca Juga : Masa Muda Adalah Masa yang Tepat Berani Ambil Resiko

Benar saja setelah dijalani, apa yang dikatakan orang – orang selama ini, bahwa sebuah passion baru bisa muncul setelah kita mencoba hal baru. Tentunya dengan diimbangi niat yang tinggi dari diri sendiri dan dukungan yang tak pernah lepas dari orangtua, membuat Intan semakin percaya diri untuk memulai merintis usahanya.

Intan mengatakan tak hanya dukungan berupa moril ia dapatkan, tapi materi pun orangtuanya turut memberikan sumbangsihnya. Tanpa banyak mengulur waktu dan mempersiapkan diri secara matang, ia resmi membuka usaha “Putri Mas Grosir” pada musim pandemi. Usaha sembako ia pilih, agar perputaran modal cukup mudah ia dapatkan, meski margin yang diperoleh tidak sebesar usaha retail lainnya.

Tidak sedikit kendala yang ditemui Intan, apalagi basic-nya bukanlah seorang pedagang dan marketing, namun lulusan dari ilmu hubungan internasional ini berusaha mendamaikan tantangan demi tantangan yang datang dengan mempelajarinya sebaik mungkin. Misal saat ia harus mulai merekrut karyawan, ia harus mencari yang berpengalaman dalam hal penawaran produk, yang bisa sekaligus mau membagi ilmu dan pengalaman kepada dirinya. Setelah mengetahui celahnya dan mampu beradaptasi, Intan mulai menikmati dunia barunya tersebut.

Proses pengiriman sembako untuk pelanggan Putri Mas Grosir yang beralamat di Jalan Raya Mas No. 60, Kec. Ubud ini, untuk sementara terbanyaknya masih seputar Ubud saja, dengan fasilitas penunjang berupa tiga kendaraan roda tiga. Bila memungkinkan pengiriman bisa dilakukan ke lokasi paling jauh saat ini yakni ke daerah Sukawati, Gianyar. Secara pribadi, Intan tak mau terlalu tergesa – gesa untuk memajukan usahanya, pelan tapi pasti begitulah prinsipinya. Masih berjalan di tengah kondisi pandemi seperti ini saja, sudah menjadi puji syukur yang wajib ia terapkan.

Baca Juga : Temukan Pencerahan Dengan Pola Pikir Seimbang di Masa Pandemi

Gadis berusia 23 tahun ini lahir dari ayah berprofesi sebagai dosen ilmu seni rupa sedangkan ibu merupakan pedagang sebuah warung kecil. Semasa usia sekolah, Intan mengungkapkan ia lebih tertarik menyaksikan ayahnya mengajar dan ikut ke pameran seni dibandingkan ikut ibunya berjualan. Lama kelamaan karena sibuk dengan pendidikan dan tak punya waktu untuk ikut ayahnya terus, ia lebih banyak bertukar pikiran dengan Sang Ibu. Perlahan pikirannya pun mulai tertuju dengan warung ibunya yang sederhana. Bahkan niatnya untuk menumbuhkan warung menjadi lebih berkembang dan memiliki cabang sudah mulai ‘menggerogoti’ mimpi – mimpinya. Karena sayang sekali warung yang sudah susah payah dibangun oleh sosok ibu yang tangguh, harus ditutup begitu saja saat ibunya sudah semakin dimakan usia.

Sudah menjadi santapan sehari-hari, saat Intan ditanya mengapa ia memilih untuk merintis toko sembako dibandingkan bekerja sesuai dengan ilmu yang ia miliki. Merespon pertanyaan tersebut, ia menjelaskan berdasarkan pemahamannya pribadi, bahwa proses belajar ilmu itu bisa kita dapatkan dari mana saja dan tidak ada yang namanya membuang-buang waktu dalam mempelajari sesuatu, meski suatu saat nanti, ada kemungkinan kita akan keluar dari jalur tersebut. Terpenting baginya, kita mau bersikap terbuka dan fleksibel dengan perubahan, dengan berani untuk mencoba. Karena seperti pembicaraannya di awal, bisa saja insting dan passion tak terduga akan kita lahirkan dari diri kita yang bahkan kita sendiri pun tak pernah terpikirkan akan sukses di bidang tersebut.

One thought on “Temukan Insting dan New Passion Dari Berani Mencoba Hal Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published.