Terus Bergerak Masif Membentuk Lingkungan Masyarakat yang Produktif

Terus Bergerak Masif Membentuk Lingkungan Masyarakat yang Produktif

Koperasi merupakan lembaga yang berlandaskan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi bagi para anggotanya. Biasanya koperasi merupakan kumpulan orang – orang yang bekerjasama untuk memenuhi satu atau lebih kebutuhan ekonomi dan melakukan usaha dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para anggotanya.

Globalisasi teknologi menumbuhkan banyak sekali perkembangan dan kemajuan di industri usaha. Namun, bagi rakyat kecil yang masih kesulitan dalam melakukan upaya untuk mengembangkan usahanya, hal ini menjadi suatu tantangan agar dapat penghidupan yang layak. Karena pada dasarnya masyarakat kecil juga memiliki keinginan untuk berkembang dan meningkatkan usahanya.

Hal itu jugalah yang menjadi landasan Koperasi Serba Usaha / KSU Kertha Wiguna akhirnya dibentuk pada tahun 2002. Sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat wilayah dan memfasilitasi sumber daya modal, materi dan jaringan untuk membentuk lingkungan masyarakat yang produktif dalam upaya membangun pengembangan ekonomi.

Baca Juga : Sinergi dan Transparansi Menjadi Wujud Eksistensi LPD Desa Adat Wanasari

KSU Kertha Wiguna yang berada di Kecamatan Mengwi, ini dipimpin oleh sosok Dekopinda Kabupaten Badung bernama I Made Sutarma, S.H., M.H. Menurutnya koperasi ini dapat terus bertumbuh karena energi dan inisiatif masyarakat sendiri yang menjadikan lembaga ini sebagai gerakan bersama untuk bersatu padu menunjang perekonomian wilayah. Karena berdirinya KSU Kertha Wiguna hadir atas dasar inisiatif masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan kebutuhan hidup mereka.

Kredibilitas dan integritas sosok Made Sutarma dalam memimpin KSU Kertha Wiguna pun sudah tidak diragukan lagi. Hal itu terbukti lewat tangan dinginnya, pembenahan demi pembenahan pun digerakkan demi memberikan pelayanan maksimal kepada para nasabah.

Dalam menjalankan laju lembaga ini, Made Sutarma pun selalu bersinergi dengan badan pengawas desa dan dewan koordinasi wilayah secara berkala untuk meleburkan segala aspirasi dan isu – isu terkini yang dihadapi masyarakat. Tujuannya adalah agar perwujudan program-program koperasi selalu dapat mengena dan dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat dan para anggotanya.

Sebagai pemimpin dan juga manajer yang menjalankan suatu lembaga keuangan, tentu tanggung jawab besar dirasakan oleh sosok Made Sutarma saat diberikan kepercayan untuk menjalankan amanah tersebut. Namun dengan niat tulus untuk membantu mengoptimalkan sumber daya dan ekonomi wilayah, ia pun terus belajar dan beradaptasi dengan laju perkembangan, khususnya di bidang teknologi yang semakin signifikan saat ini.

Alhasil dengan terus berinovasi, KSU Kertha Wiguna pun dapat terus melesat dari tahun ke tahun dengan hasil yang signifikan memutar laju pertumbuhan ekonomi daerah yang terus bergerak dinamis.

Tak ayal jika KSU Kertha Wiguna saat ini mendapat antusias yang terus berlanjut dari masyarakat, sehingga dapat bangkit meraksasa sebagai support system yang organik dalam tumbuh kembang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

Hal yang menjadi fokus Made Sutarma saat ini dalam pengembangan layanan adalah kedepannya dalam waktu dekat KSU Kertha Wiguna akan segera mewujudkan sistem yang terdigitalisasi, agar dapat mengimbangi laju teknologi masyarakat 4.0, dimana semuanya dituntut serba praktis dan dapat memfasilitasi para anggota untuk memantau berbagai transaksinya secara digital melalui aplikasi smartphone mereka masing – masing.

Baca Juga : Berbelanja Atau Menyewa Kebutuhan Kebaya dan Aksesorisnya Cukup di Satu Tempat

Tentu untuk dapat mengorganisir suatu lembaga dengan baik, seorang insan harus lebih dulu merasakan berbagai penempaan dan pengalaman hidup yang membentuk mental positifnya. Seperti Made Sutarma yang sedari kecil sudah terbiasa untuk ikut terjun langsung membantu pergelutan ekonomi keluarganya. Siapa yang menyangka dibalik kesuksesannya saat ini, Made Sutarma sempat merasakan hidup susah.

Made Sutarma lahir di Badung, kedua orang tuanya berprofesi sebagai petani penggarap lahan milik orang lain. Perekonomian keluarganya yang serba pas-pasan membuatnya harus menjalankan masa kanak-kanak yang sedikit berbeda dari kebanyakan anak seusianya.

Tidak seperti teman – teman sebayanya yang dapat bermain sepulang sekolah. Aktivitas Made Sutarma pun lebih banyak di isi dengan membantu orang tuanya membajak sawah dan mengurus hewan ternak agar dapat mencukupi hajat hidup keluarganya.

Meskipun dihadapkan dengan situasi dan kehidupan yang sulit, tak pernah sedikit pun Made Sutarma mengeluh dengan kehidupan yang ia jalani. Pernah di suatu waktu, ia ditegur oleh gurunya dengan senda gurau karena seringkali ia datang ke sekolah dengan keadaan masih ada sisa tanah yang menempel di bagian kepala, dikarenakan harus terburu-buru mengejar waktu berangkat ke sekolah setelah membajak sawah.

Kendati begitu ia tetap merasa percaya diri dan bersungguh-sungguh jika sudah menyangkut dengan ilmu pendidikan. Karena baginya ilmu pendidikanlah yang akan menjadi faktor fundamental dan bekal untuk dapat mengubah garis takdir hidupnya. Baginya lembar kehidupan itulah yang menjadi momen perjalanan hidup yang tidak terlupakan, dan juga yang membentuk pribadinya menjadi lebih mandiri.

Baca Juga : Pertahankan BPR Parasari yang Sehat Secara Finansial, Struktural dan Fungsional

Suri tauladan kedua orang tuanya yang selalu gigih memperjuangkan ekonomi keluarga menjadi sebuah cerminan baginya untuk dapat menjadi sosok yang berdikari. Sehingga setelah dewasa pun sikap dan kepribadian itu terus dipegang Made Sutarma dalam menjalankan setapak demi setapak perjuangan karirnya, hingga akirnya dapat terjun menjalankan suatu organisasi dan terpilih menjadi anggota DPRD periode 1999-2004 yang juga menjadi titik balik hidupnya.

Made Sutarma membuktikan bahwa peran penting keluarga dalam tumbuh kembangnya memang dapat memberikan suatu pondasi penerapan nilai – nilai sosial di dalam dirinya. Sehingga dengan itu ia dapat terus menyeimbangkan langkah dan tujuannya dalam menjalankan sesuatu yang dipercayakan kepadanya.

Ditanya tentang kunci suksesnya, Made Sutarma memiliki pandangan seperti kata pepatah untuk ‘terus menjalani hidup seperti air mengalir’‘. Dalam hal ini prinsip ‘hidup seperti air mengalir’ bagi Made Sutarma adalah sebagai cerminan pribadi yang pantang menyerah dan berpendirian. Seperti air yang terus mengalir meski banyak rintangan yang menahan alirannya, ia akan terus mencari jalan keluar.

Dari perjalanan gemilang Made Sutarma dalam menapaki setiap jenjang karirnya, hendaknya dapat menjadi pandangan para generasi muda untuk selalu memiliki suatu kesadaran untuk terus mencari solusi dan tidak mudah menyerah dan dengan cepat menyalahkan nasib. Seperti sosok Made Sutarma yang menjadikan berbagai cobaan hidupnya itu sebagai sumber kekuatan dan pelajaran untuk menjadi lebih kuat dan bijak dalam menjalani poses kehidupan.

6 thoughts on “Terus Bergerak Masif Membentuk Lingkungan Masyarakat yang Produktif

  1. Right here is the perfect webpage for everyone who would like to understand this topic. You understand a whole lot its almost tough to argue with you (not that I really will need toÖHaHa). You certainly put a fresh spin on a subject that has been discussed for a long time. Wonderful stuff, just excellent!

Leave a Reply

Your email address will not be published.