Trobosan dan Harapan Baru Untuk Koperasi di Indonesia

Trobosan dan Harapan Baru Untuk Koperasi di Indonesia

Koperasi Simpan Pinjam Tri Eka Bina Artha Mulia (KSP TEB Artha Mulia) adalah salah satu dari ribuan KSP di Bali atau satu dari ratusan KSP Nivo Provinsi Bali. Didirikan oleh beberapa orang dalam komunitas Tri Eka Bina (TEB) di Banjar Pegending Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara – Badung dengan spirit kebersamaan pada 14 Nopember 2014. Spirit ini memang telah menjadi nilai yang hidup dan dihidupi oleh komunitas TEB dan diharapkan tetap dikembangteruskan serta menjadi roh, daya hidup di KSP TEB Artha Mulia.

Kini, setelah 8 tahun, KSP TEB telah berkembang bagus dan tetap bisa bertahan di tengah badai pandemi covid-19. Koperasi ini memang dibangun dan dikembangkan menjadi koperasi modern, dan sangat intense mengupayakan kemanfaatan (benefit), bukan semata-mata mengorientasikan usahanya pada keuntungan (profit) bagi para anggota yang adalah pemilik koperasi. Ini memang sejalan dengan watak koperasi yang sekaligus bisnis dan sosial, searah dengan jati diri koperasi itu sendiri. Teknologi (aplikasi) yang diimplementasikan pada tata kelola koperasi dan layanan (keuangan, komunitas, usaha anggota, dan sosial), adalah dalam arah kemanfaatan itu sendiri.

Baca Juga : Meski Otodidak Namun Mampu Melampaui Batas

I Wayan Sujana, salah satu pendiri KSP TEB yang kemudian dipilih sebagai Ketua Pengurus sekaligus mengelola koperasi sehari – hari, memang sangat berperan, baik dalam tataran ide awal/perintisan, pendirian, maupun pengembangan koperasi ini. Pria kelahiran 22 Desember 1970 ini merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Udayana. Meski berlatar belakang sebagai dokter hewan, sejak tahun 2002 Wayan Sujana telah banyak bergelut dengan dunia koperasi, Melalui pemikiran-pemikirannya lah yang kemudian diperkaya dan diperkuat sebagai keputusan – keputusan bersama melalui mekanisme demokratis, upaya – upaya pengembangan dan menjadikan KSP TEB Artha Mulia sebagai koperasi modern, koperasi masa depan, koperasi anak – anak muda (milenial), dilakukan.

Ayah dengan dua orang anak dari istri yang juga dokter hewan ini memang dilahirkan dari orang tua yang pekerja keras, yang rela bekerja apa saja untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak – anaknya. Melalui jaringan yang dimiliki dan obsesi Wayan Sujana untuk membangun dan mengembangkan koperasi modern yang benar – benar memberikan manfaat setinggi-tingginya bagi para anggota, setelah berdiskusi dengan Bapak Endy Chandra dari PT. Data Bisnis, kemudian lahirlah aplikasi SAKTI (Sistem Aplikasi Koperasi berbasis Teknologi Internet) di KSP TEB Artha Mulia. Aplikasi berbasis teknologi sumber terbuka (open source), yang populer dengan SAKTILink itu, ada bermacam-macam, sesuai peruntukan/penggunaan/fungsinya. Ada SAKTI Online, SAKTI Apps, SAKTI Link Web, SAKTI Mobile.

Untuk lebih memantapkan dan menguatkan upaya – upaya pengembangan aplikasi teknologi, yang tentu akan sangat diperlukan dan membantu KSP TEB dalam pengelolaan organisasi, usaha dan layanannya, maka, lagi – lagi atas inisasi Wayan Sujana, KSP TEB Artha Mulia ikut mendirikan perusahaan perseroan (PT) di bidang TI bersama dengan beberapa koperasi lain dari seluruh Indonesia, yaitu PT. Sakti Kinerja Kolaborasindo (SKK) yang berkedudukan di Probolinggo, Jawa Timur. Melalui perusahaan tersebut, pembaruan – pembaruan, pengembangan berbagai aplikasi teknologi (SAKTILink, LACIApps, e-POS, dsb.) dilakukan untuk membantu koperasi – koperasi dan usaha – usaha para anggota dan masyarakat. Sudah barang tentu melalui aplikasi teknologi, efektivitas, efisiensi, akurasi, keamanan pengelolaan koperasi dan usahanya bisa dilakukan. Di Bali sendiri, ada beberapa koperasi di luar KSP TEB Artha Mulia yang telah menggunakan aplikasi SAKTI, seperti Koperasi Tani Usaha Mandiri (KTUM), KSU Sedana Mesari di Gianyar, KSP Pandu Sedana dan KSP MAPAN.

Dengan dukungan aplikasi teknologi, KSP TEB Arhta Mulia menurut penuturan Wayan Sujana, telah ada pada lintasan koperasi modern. Namun bagaimana pun, yang menggunakan teknologi adalah manusia. Maka, melibatkan generasi yang lahir dilingkungan era digital (digital native) atau generasi milenial, akan menjadi penciri dan memberi warna pada koperasi modern. Melalui aplikasi teknologi, generasi milenial “diundang” dan didorong untuk berkoperasi. Atau dalam bahasa KSP TEB, melalui aplikasi SAKTILink, LACIApps, generasi milenial, masyarakat digerakkan menjadi pemilik dan pemanfaat berbagai layanan KSP TEB dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan dan kepentingan hidup mereka.

Dalam masa pandemi covid-19 pun, KSP TEB tetap mengorientasikan layanan dan pelayanannya bagi kepentingan dan kebutuhan anggota. Tahun 2020 diluncurkan program #AkuTeb “Belanja Bareng Lebih Murah”, yang semata-mata membantu anggota untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari mereka dengan harga yang lebih murah, karena belanjanya barengan atau dalam jumlah banyak. Bukan KSP TEB yang berjualan, melainkan anggota membeli barang – barang kebutuhan pokok ke rekanan koperasi yang tersedia di aplikasi LACIMart dan membayarkannya sendiri melalui aplikasi SAKTILink yang dimiliki, lalu koperasi membantu mengantarkan barang-barang tersebut ke anggota.

Baca Juga : Meleburkan Sinergitas dan Integritas Untuk Bangkit Bersama

Ada juga program pembiayaan “Warung Kelontong”. Melalui program ini, KSP TEB membantu para anggota yang memiliki usaha warung kelontong agar tetap bisa bergerak dan produktif dengan program pembiayaan 5 sampai dengan 10 juta rupiah. Pemilik warung kelontong, yang tidak memiliki dana tunai untuk membeli langsung barang – barang dagangan, dengan memesan barang – barang tersebut ke PT. Casa (melayani pemesanan barang-barang) kemudian barang-barang tersebut dibayar oleh KSP TEB secara tunai ke PT, Casa dan pemilik warung welontong kemudian bisa mencicil tagihan dalam waktu 1 (satu) bulan ke koperasi, tercatat sudah lebih dari 100 anggota dengan usaha Warung Kelontong yang memanfaatkan program ini.

Anggota yang berminat membangun usaha, juga bisa melalui program Mitra TEB atau Agen OSL (One Stop Living). Melalui program ini, anggota yang mengikuti program bisa menjual barang – barang yang dibutuhkan anggota (pengguna sendiri/rumahan) atau yang dibutuhkan usaha/warung tertentu untuk produksi (misalnya beras, minyak, telor, dsb.) untuk warung makan, atau ke warung kelontong. Hubungan Mitra TEB atau Agen OSL dengan KSP TEB adalah hubungan pemberdayaan, penguatan, dan pendanaan. Sedangkan untuk para calon anggota yang ingin bergabung di KSP TEB Artha Mulia bisa melakukan pendaftaran online melalui situs resmi www.teb.coop.id/daftar.

Program – program tersebut bisa dilakukan dengan baik karena dukungan aplikasi teknologi dan kemampuan SDM yang mumpuni di bidangnya. KSP TEB tetap berkomitmen untuk menyediakan dan memberikan manfaat bagi para anggota ketimbangan keuntungan. Harapan kedepan tentunya para anggota semakin meningkat kesejahteraannya dengan kualitas hidup yang semakin baik melalui koperasi yang dimiliknya dan KSP TEB sendiri semakin tumbuh dan berkembang kearah yang lebih baik lagi, yang tentunya tak lepas dari para anggota yang menggerakan dan menghidupkan sebuah lembaga koperasi, khususnya KSP TEB Artha Mulia sendiri.

Tentu saja untuk koperasi yang ada di Indonesia, melalu terobosan teknologi dengan berbagai aplikasi dan tujuan penggunaan yang telah dilakukan KSP TEB Artha Mulia, diharapkan bisa menjadi inspirasi dan pemantik kesiapan memasuki masa depan yang tidak pernah terlepas dari teknologi digital.

One thought on “Trobosan dan Harapan Baru Untuk Koperasi di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.