Denpasar – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali yang baru dilantik, Setiawan Budi Cahyono, memberikan arahan perdana kepada seluruh jajaran Kejati Bali, Senin (4/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan sejumlah prioritas kerja, mulai dari penanganan tindak pidana korupsi, penguatan integritas pegawai, hingga modernisasi sistem kerja berbasis teknologi.
Arahan tersebut disampaikan di hadapan para Asisten, Koordinator, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Kejaksaan Negeri se-Bali, serta seluruh pegawai di lingkungan Kejati Bali.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah peningkatan kinerja di bidang tindak pidana khusus, khususnya penanganan perkara korupsi. Setiawan meminta jajarannya meningkatkan kualitas penyelidikan dan penyidikan, serta memprioritaskan pengembalian kerugian negara.
Baca Juga : Koster Mulai Restorasi Parahyangan Besakih 2026, Fokus Kembalikan Arsitektur Asli
Ia juga menginstruksikan pemetaan potensi kerawanan korupsi, terutama pada proyek-proyek strategis yang menggunakan anggaran APBN maupun APBD di wilayah Provinsi Bali.
Selain itu, program Jaga Desa disebut akan terus diperkuat sebagai upaya mendampingi pengelolaan dana desa agar tepat sasaran, transparan, dan terhindar dari penyimpangan. Pendampingan hukum kepada perangkat desa juga akan ditingkatkan, termasuk mencegah praktik pemerasan.
Dalam arahannya, Setiawan turut menyoroti pentingnya integritas sebagai fondasi utama institusi kejaksaan. Ia menegaskan tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin dan meminta seluruh jajaran menjaga marwah lembaga serta kepercayaan masyarakat.
“Jika tidak bisa menjadi pegawai yang pintar, kalian harus menjadi pegawai yang baik,” tegas mantan Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen tersebut.
Menghadapi perkembangan zaman, Kajati Bali juga meminta seluruh jajaran meninggalkan pola kerja konvensional dan beradaptasi dengan teknologi informasi. Pemanfaatan Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi (SPPT-TI) diminta dioptimalkan, termasuk pengelolaan narasi publik melalui konten positif berbasis fakta.
Menutup arahannya, Setiawan mengajak seluruh pegawai membangun suasana kerja yang harmonis, solid, humanis dalam pelayanan, namun tetap tegas dalam penegakan hukum.
“Kerjakanlah pekerjaanmu dengan sebaik-baiknya seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beribadahlah seakan-akan engkau akan mati besok,” pungkasnya. (res)
Sumber : Radarbali.com
