Bali Dikepung Banjir, 76 Kejadian Bencana Tercatat hingga Selasa Siang

Denpasar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat sebanyak 76 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Bali sejak Senin (23/2) malam hingga Selasa siang. Rangkaian peristiwa tersebut dipicu cuaca ekstrem yang melanda Pulau Dewata dalam beberapa hari terakhir, dengan banjir menjadi kejadian paling dominan.

Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana, mengatakan bahwa hingga pukul 12.00 WITA Selasa, laporan bencana datang dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Dari total kejadian tersebut, 42 di antaranya berupa banjir, disusul tanah longsor di lima lokasi, satu tanggul jebol, satu kejadian angin puting beliung, dua kejadian pohon tumbang, serta empat sandaran jebol.

Baca Juga : WNA Ukraina Dilaporkan Hilang di Bali, Polisi Gianyar Gelar Razia di Jalur Perbatasan

“Total ada 76 titik kejadian sejak Senin malam akibat cuaca ekstrem yang terjadi hampir merata di Bali,” ujar Gede Teja di Denpasar.

Meski hujan mengguyur Bali selama tiga hari berturut-turut, wilayah yang mengalami dampak paling signifikan adalah Denpasar. Di ibu kota provinsi ini tercatat 36 kejadian bencana, yang sebagian besar berupa banjir. Selain itu, terdapat pula kejadian pohon tumbang, tanggul jebol, angin puting beliung, tanah longsor, serta sandaran jebol.

Kabupaten Badung menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak kedua, yakni 12 titik yang didominasi banjir dan pohon tumbang. Sementara itu, Gianyar mencatat lima kejadian, Buleleng empat kejadian, Tabanan lima kejadian, Karangasem 12 kejadian, serta masing-masing satu kejadian pohon tumbang di Klungkung dan Jembrana.

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Bali bersama BPBD kabupaten/kota telah melakukan sejumlah penanganan, termasuk evakuasi warga yang terdampak. Lebih dari 30 orang dilaporkan telah dievakuasi, terutama di wilayah yang terendam banjir.

Evakuasi dilakukan di sejumlah titik di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, termasuk kawasan permukiman dan jalur wisata. Di Denpasar, tim juga mengevakuasi wisatawan, serta bayi dan balita yang terjebak genangan banjir di beberapa lokasi.

Mengingat intensitas hujan masih tinggi, BPBD Bali mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Pemantauan debit air sungai terus dilakukan, termasuk memastikan pintu-pintu air di wilayah hilir sungai besar dalam kondisi terbuka guna meminimalkan potensi luapan air ke jalan dan permukiman. (prp)

Sumber : bali.antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *