Badung – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, A.Md.IP., S.H., M.H., menegaskan pentingnya nilai integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan kepemimpinan di lingkungan pemasyarakatan.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Kepala Wartawan Pena Bersayap, Berlianto, yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Organisasi Advokat DPP Feradi WPI, bersama Pimpinan Redaksi Harian Rakyat Bali, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan hangat ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara media dan lembaga pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat fungsi media sebagai jembatan penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Berlianto menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Hudi Ismono yang dinilai konsisten menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas.
“Kami mengapresiasi kepemimpinan Kalapas yang tetap menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” ujar Berlianto.

Baca Juga : Perdana Pimpin Kejati Bali, Setiawan Budi Cahyono Tekankan Integritas dan Penanganan Kasus Korupsi
Sementara itu, Hudi Ismono mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah penanganan kasus narkotika. Ia menekankan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Tantangan terbesar saat ini adalah kasus narkoba. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat untuk memutus rantai peredarannya,” tegasnya.
Di sisi lain, Hudi menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis melalui program pembinaan bagi warga binaan.
“Kami tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga pembinaan. Warga binaan harus memiliki keterampilan dan harapan untuk kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas di Lapas Kerobokan. Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan berkebun serta pengembangan usaha mikro yang dikelola warga binaan, dengan hasil yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Selain itu, berbagai program pembinaan lainnya terus dijalankan guna menciptakan lingkungan lapas yang kondusif. Program-program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan agar memiliki semangat, keterampilan, serta kesiapan untuk kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat. (res)
