Tangis Istri Pecah di Kamar Jenazah, Keluarga Curigai Kematian Nyoman Cita Bukan Kecelakaan

Semarapura.harianrakyatbali.com || Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga I Nyoman Cita (50), atau yang akrab disapa Nyoman Colik. Pedagang lawar godel asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung itu ditemukan meninggal dunia di aliran Tukad Bubuh, Kamis (2/7/2026) pagi, setelah sebelumnya dilaporkan hilang.

Jenazah korban ditemukan dalam posisi telungkup di aliran sungai yang berada di perbatasan Desa Takmung dan Desa Negari. Penemuan tersebut mengakhiri pencarian yang dilakukan sejak Rabu (1/7/2026) malam oleh keluarga bersama BPBD Klungkung, aparat kepolisian, TNI, dan warga setempat.

Berpamitan karena Merasa Penat

Sebelum menghilang, Nyoman Cita sempat berpamitan kepada istrinya, Ni Wayan Yeni. Kepada sang istri, ia mengaku sedang merasa penat dan diduga menuju kawasan Tukad Bubuh di sekitar Perumahan Pesona Lepang, lokasi yang disebut keluarga memang kerap didatanginya.

Namun hingga malam hari korban tak kunjung pulang. Khawatir terjadi sesuatu, anak korban menghubungi pamannya, I Ketut Buda Ana, untuk bersama-sama melakukan pencarian.

“Kata anaknya, bapaknya belum pulang. Lalu saya dihubungi untuk ikut mencari,” ujar Buda Ana.

Saat menyisir lokasi, keluarga menemukan sepeda motor korban masih terparkir dalam keadaan terkunci. Tak jauh dari kendaraan tersebut, telepon seluler korban juga ditemukan. Namun pakaian yang dikenakan korban tidak ditemukan di sekitar lokasi.

Ditemukan Tak Bernyawa

Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada, mengatakan pencarian sempat dihentikan sekitar pukul 02.00 Wita karena kondisi gelap dan dilanjutkan kembali pada Kamis pagi.

Sekitar pukul 07.00 Wita, tim gabungan akhirnya menemukan jasad korban mengambang di aliran Tukad Bubuh, tepat di sebelah selatan Jembatan Bypass Ida Bagus Mantra.

Saat proses evakuasi, petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya di bagian pinggang, perut, dan leher. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Klungkung sebelum dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk menjalani autopsi.

Luka dan Perhiasan yang HilangTemuan luka-luka pada tubuh korban membuat keluarga meminta autopsi dilakukan. Selain itu, kalung emas yang biasa dikenakan korban juga tidak ditemukan saat jenazah dievakuasi.

“Kami setuju dilakukan autopsi karena ada luka-luka di tubuh korban. Selain itu, ada dugaan tindak kekerasan dan perhiasan korban juga hilang,” kata I Ketut Buda Ana.

Keluarga menyebut korban hampir selalu mengenakan kalung emas seberat sekitar 70 gram lengkap dengan liontin emas Antam saat beraktivitas.

Keponakan korban, I Gede Agus Joni Arta, mengaku luka di bagian leher semakin menambah tanda tanya bagi keluarga.

“Pada leher juga ada luka seperti jeratan, kemungkinan kalung itu ditarik. Itu yang membuat keluarga curiga dan memutuskan untuk autopsi,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Nyoman Cita masih menunggu hasil autopsi. Dugaan adanya tindak pidana masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian.

Sosok Pekerja Keras

Di balik peristiwa yang masih menyisakan misteri itu, keluarga kehilangan sosok yang dikenal pekerja keras dan ulet. Nyoman Cita meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Usaha lawar sapi dan katering yang dirintisnya dari nol kini menjadi salah satu usaha kuliner yang cukup dikenal di kawasan Bypass Ida Bagus Mantra. Sebelum memiliki warung sendiri, ia memulai usahanya dengan berjualan lauk-pauk secara berkeliling.

Di ruang pemulasaraan jenazah RSUD Klungkung, sang istri, Ni Wayan Yeni, tak mampu membendung air mata. Ia tampak terus menangis dan masih sulit menerima kepergian suaminya yang terjadi secara mendadak.

“Ia sosok pekerja keras. Tekun sekali bekerja, merintis usaha dari nol,” kenang I Gede Agus Joni Arta.

Pihak keluarga belum menentukan jadwal pemakaman karena masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.

Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian Nyoman Cita, termasuk menelusuri dugaan tindak kekerasan maupun kemungkinan adanya unsur perampokan.

Bagi keluarga, terutama sang istri, hasil autopsi diharapkan dapat memberikan jawaban atas misteri di balik kepergian Nyoman Cita yang begitu mendadak.

Sumber : bali.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *