TABANAN — Petani di kawasan Subak Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, mulai mengandalkan teknologi drone untuk mempercepat proses pemupukan padi. Inovasi ini dinilai mampu memangkas waktu kerja sekaligus mengurangi beban tenaga petani di lahan sawah yang mencapai ratusan hektare.
Penggunaan drone menjadi jawaban atas keterbatasan metode manual yang selama ini dinilai kurang efisien. Dengan luas kawasan sekitar 227 hektare, proses pemupukan konvensional membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
Bidang Pengembangan DTW Jatiluwih, I Gede Made Ardana, mengatakan pemanfaatan drone memberikan solusi praktis dalam meningkatkan efisiensi kerja.
“Arealnya luas, sehingga penggunaan drone sangat membantu mempercepat proses pemupukan,” ujarnya, Senin (20/4).
Ia menjelaskan, teknologi tersebut telah diterapkan sejak awal 2025 dan terus digunakan karena terbukti efektif. Dalam praktiknya, petani menggunakan pupuk hormon yang berfungsi merangsang pertumbuhan tanaman, memperkuat batang, serta meningkatkan kualitas bulir padi.
Baca Juga : Masalah Lahan Shortcut Berlarut, Warga Pegayaman Tempuh Jalur Komunikasi ke Pemprov Bali
Pupuk tersebut dicampur dengan air sebanyak 1,5 liter sebelum dimasukkan ke dalam drone untuk disemprotkan dari udara. Dengan volume itu, penyemprotan mampu menjangkau lahan hingga satu hektare dan dilakukan secara rutin setiap dua minggu mengikuti siklus pertumbuhan tanaman.
Meski demikian, penggunaan drone belum mencakup seluruh area Subak Jatiluwih. Sejumlah kendala masih dihadapi, terutama di lahan tanpa terasering dan kawasan dengan banyak pepohonan yang menghambat pergerakan drone.
Keterbatasan daya baterai juga menjadi tantangan. Dalam satu kali operasi, drone membutuhkan dua baterai, sementara fasilitas pengisian di lapangan belum memadai. “Ketika baterai habis, pengisian di lokasi masih menjadi kendala,” kata Ardana.
Selain itu, faktor cuaca turut memengaruhi efektivitas penggunaan teknologi ini. Hujan dan angin kencang dapat mengganggu stabilitas terbang serta akurasi penyemprotan.
Kendati demikian, pemanfaatan drone dinilai sebagai langkah maju dalam modernisasi pertanian di Subak Jatiluwih, sekaligus mendukung peningkatan efisiensi kerja petani di tengah tuntutan produktivitas yang semakin tinggi. (res)
