DENPASAR – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali akan diumumkan secara resmi pekan depan.
Proyek tersebut direncanakan dibangun di atas lahan milik PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) seluas 6 hektare di kawasan Pelabuhan Benoa dan dijadwalkan mulai konstruksi pada April mendatang.
Luhut menargetkan proses waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik di Bali dapat berjalan dalam waktu 18 bulan sejak April 2026.
“Saya kira minggu depan sudah akan diumumkan. Kita berharap 18 bulan sejak April, Bali sudah mulai proses waste to energy,” ujar Luhut.
Ia menegaskan, langkah percepatan pembenahan infrastruktur dan tata kelola pariwisata di Provinsi Bali menjadi kebutuhan mendesak. Hal ini merujuk pada hasil studi World Bank yang menyebut Bali sebagai “permata” pariwisata Indonesia.
Menurutnya, persoalan infrastruktur dasar seperti pengelolaan sampah dan ketersediaan air bersih harus segera ditangani secara terpadu.
Baca Juga : Tanam 14 Pohon Ganja di Rumah, WNA Belanda Diadili di Denpasar
“Memang masalahnya di infrastruktur. Tadi sudah saya laporkan ke Pak Gubernur, jadi memang harus disegerakan dan terpadu, termasuk air dan sampah,” katanya.
Luhut mengungkapkan, studi Bank Dunia tersebut pernah ia sampaikan saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Kala itu, ia meminta World Bank melakukan kajian terhadap pengembangan pariwisata di Bali, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta kawasan Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hasil kajian menunjukkan Bali menghadapi tantangan utama dalam penguatan infrastruktur dasar yang perlu segera dipercepat guna menjaga daya saing pariwisata nasional. (prp)
Sumber : detik.com | “Luhut Sebut Program Sampah Jadi Listrik di Bali Diumumkan Pekan Depan”
