BANGLI – Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan selama libur Idulfitri 2026. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pengelola untuk membenahi sistem kunjungan agar tetap tertata dan nyaman.
Marketing Desa Wisata Penglipuran, I Made Ambarsika Abdi, mengungkapkan jumlah kunjungan saat puncak libur Lebaran mencapai sekitar 5.000 orang per hari. Angka itu jauh melampaui kapasitas ideal kawasan yang hanya berkisar 2.000 pengunjung.
“Pada saat Idulfitri, kunjungan sangat padat hingga mencapai sekitar 5.000 orang dalam sehari. Padahal kapasitas ideal desa hanya sekitar 2.000 orang,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Baca Juga : Viral di Media Sosial, Aktivitas Masak Anjing di Nusa Penida Ditangani Polisi
Lonjakan tersebut berdampak pada kepadatan di sejumlah titik, terutama area parkir dan jalur utama desa. Bahkan, pengelola sempat menghentikan sementara arus kendaraan wisatawan dari luar kawasan karena keterbatasan lahan parkir.
Penghentian arus dilakukan di wilayah Kubu saat kapasitas parkir dinilai sudah tidak memadai. Menurut Ambarsika, kondisi tersebut menunjukkan sistem kunjungan belum berjalan optimal.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola mulai mengatur sebaran wisatawan agar tidak terpusat di satu lokasi. Salah satunya dengan mengarahkan pengunjung ke kawasan hutan bambu sebagai alternatif destinasi di dalam desa.Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan wisatawan di jalur utama sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih beragam.
Meski menghadapi lonjakan kunjungan, hingga kini Penglipuran belum menerapkan pembatasan jumlah wisatawan harian. Pengelola masih fokus melakukan pembenahan sistem untuk mengantisipasi kepadatan, terutama pada momen libur besar.
Selain persoalan kunjungan, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan. Pengelola tetap memprioritaskan tenaga kerja dari warga lokal sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat desa.
Namun, kebijakan tersebut berdampak pada terbatasnya jumlah tenaga kerja dalam mengelola destinasi yang terus berkembang.Di tengah berbagai tantangan, Penglipuran tetap menjaga citranya sebagai desa wisata yang bersih dan tertata. Sistem kebersihan melibatkan partisipasi aktif warga, termasuk menjaga kebersihan pekarangan dan menyediakan fasilitas tempat sampah di berbagai titik.
Pengelola juga terus menambah daya tarik wisata, seperti kafe bambu dan pertunjukan seni tradisional, di antaranya barong macan dan barong landung.
Di sisi lain, wisatawan diimbau untuk tetap menjaga etika selama berkunjung, termasuk berpakaian sopan dan mematuhi aturan adat setempat.
Tingginya minat wisatawan saat libur Idulfitri menjadi indikator kuat daya tarik Penglipuran sebagai salah satu desa wisata unggulan di Bali. Namun, kondisi tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pengalaman wisata ke depan. (prp)
Sumber : Nusabali.com | Lonjakan Wisatawan Saat Idulfitri Jadi Evaluasi Pengelola Desa Wisata Penglipuran
