GIANYAR — Pena Nusantara Bersatu (PNB) DPD Kabupaten Badung melakukan kunjungan silaturahmi ke PT. Kutus Kutus Herbal yang kini produk Kutus Kutus bertransformasi menjadi Sanga Sanga. Rombongan disambut langsung oleh pendiri Sanga Sanga, Bambang Pranoto, didampingi sang istri, Riva Effrianti.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Bambang Pranoto berbagi kisah perjalanan hidupnya, mulai dari merintis karier hingga membangun pabrik minyak Kutus Kutus di Bali. Ia menjelaskan bahwa transformasi menjadi Sanga Sanga merupakan langkah peningkatan (upgrade) produk tanpa meninggalkan ciri khas dan jati diri sebagai penciptanya.
“Transformasi ini adalah bentuk pengembangan produk agar semakin baik, namun tetap mempertahankan identitas asli yang sudah dikenal masyarakat,” ujar Bambang Pranoto.
Senada dengan itu, Riva Effrianti menyampaikan bahwa perubahan merek dari Kutus Kutus menjadi Sanga Sanga merupakan simbol harapan baru. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas maupun khasiat produk.
“Formulanya telah disempurnakan langsung oleh penciptanya, sehingga kualitas tetap terjaga, bahkan lebih baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang Pranoto dan Riva Effrianti menekankan bahwa bisnis yang mereka jalankan bukan semata-mata berorientasi pada keuntungan. Menurut mereka, terdapat nilai sosial yang menjadi bagian penting, seperti membantu masyarakat melalui manfaat produk serta membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan tenaga kerja di bawah naungan perusahaan.
“Ini bukan sekadar bisnis, tetapi juga memiliki dampak sosial, termasuk dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia,” ungkap Bambang Pranoto.
Pada kesempatan tersebut, Bambang Pranoto juga membagikan pesan inspiratif kepada generasi muda. Ia menekankan pentingnya memiliki dua modal utama dalam menjalani kehidupan, yakni keyakinan dan semangat.
“Yakin itu ibarat kendaraan, sementara semangat adalah bahan bakarnya. Keduanya harus berjalan beriringan,” pesannya.
Baca Juga : Membludak Saat Lebaran, Penglipuran Benahi Tata Kelola Wisata
Sementara itu, Riva Effrianti turut mengingatkan pentingnya menghargai proses dalam setiap usaha. Ia mengajak anak muda untuk tidak terpaku pada hasil instan, melainkan belajar dari setiap tahapan yang dilalui.
“Melalui proses, kita belajar mengambil keputusan, mengevaluasi diri, dan mengembangkan potensi. Proses adalah awal dari sebuah kesuksesan,” tuturnya.

Tranformasi Kutus Kutus ke Sanga Sanga
Transformasi menjadi Sanga Sanga bukan sekadar perubahan nama, melainkan wujud komitmen untuk menghadirkan produk herbal yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern. Dengan tetap berpegang pada filosofi pengobatan tradisional, Sanga Sanga hadir sebagai perpaduan antara kearifan lokal dan penyempurnaan formulasi yang terus dikembangkan.
Produk ini dirancang tidak hanya sebagai minyak oles biasa, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang semakin diminati masyarakat. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya bahan alami, Sanga Sanga berupaya menjadi solusi yang relevan menghadirkan kenyamanan, kemudahan penggunaan, serta manfaat yang telah dirasakan oleh berbagai kalangan.
Kepercayaan masyarakat yang telah terbangun sejak era Kutus Kutus menjadi fondasi kuat bagi Sanga Sanga untuk melangkah lebih jauh. Dengan inovasi yang berkelanjutan, produk ini diharapkan mampu menjangkau generasi baru tanpa meninggalkan pelanggan setia yang telah merasakan manfaatnya.
Selain itu, keberadaan Sanga Sanga juga membawa dampak lebih luas, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga ekonomi. Dengan melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar dan mendukung ekosistem usaha lokal, Sanga Sanga turut berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Dengan semangat untuk terus berkembang, Sanga Sanga hadir sebagai representasi bahwa produk lokal Indonesia mampu bersaing, berinovasi, dan tetap menjaga nilai-nilai tradisi yang menjadi akar kekuatannya. (res)
