Dari Hulu untuk Hilir: 1.000 Pohon Ditanam Demi Masa Depan Air Danau Tamblingan

SINGARAJA – Suasana hijau di kawasan Danau Tamblingan kembali dipenuhi aktivitas bermakna. Di tengah udara sejuk pegunungan, ratusan orang berkumpul, membawa satu tujuan yang sama: menjaga sumber kehidupan, air.

Sedikitnya 1.000 pohon ditanam di kawasan ini melalui kolaborasi lintas komunitas yang melibatkan lebih dari 100 peserta. Mereka datang dari beragam latar belakang—mulai dari masyarakat adat, komunitas lingkungan, akademisi, hingga organisasi internasional.

Bagi Kayoman Pedawa, gerakan ini bukan sekadar penanaman pohon. Pendirinya, I Wayan Sadyana, menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dari hulu hingga hilir.

“Yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon, tapi juga kesadaran dan harapan,” ujarnya.

Kawasan sekitar danau dipilih bukan tanpa alasan. Selain menjadi salah satu sumber air penting di Kabupaten Buleleng, wilayah ini juga memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas lingkungan Bali Utara.

Baca Juga : Pipa Bocor Diduga Jadi Penyebab Air Keruh di Jimbaran, 400 KK Terdampak

Jenis pohon yang ditanam pun tidak sembarangan. Tanaman ficus seperti beringin dan bunut menjadi pilihan utama karena dikenal mampu menyimpan air dengan baik. Selain itu, ditanam pula aren, bambu, hingga berbagai jenis kayu lokal yang mendukung daya serap tanah.

Penanaman dilakukan secara bertahap sejak 27 Maret 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap bibit ditanam sesuai kondisi lahan, sekaligus meningkatkan peluang tumbuh secara optimal.

Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, di antaranya Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha, Universitas Iwate Jepang, BKSDA Bali, Asia Environmental Alliance, Greenery Fund, Baga Raksa Alas Mertajati, masyarakat adat Dalem Tamblingan, hingga komunitas seperti Yayasan Wisnu dan BRASTI.

Kolaborasi ini menjadi lanjutan dari program serupa yang telah berjalan sejak 2023 di Desa Pedawa. Bedanya, tahun ini jangkauan diperluas hingga melibatkan lebih banyak mitra internasional.

Namun, upaya menjaga alam tidak berhenti pada seremoni penanaman. Perawatan rutin telah disiapkan sebagai langkah lanjutan. Kayoman Pedawa bersama BKSDA Bali dan komunitas BRASTI akan memastikan pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang.

Keterlibatan masyarakat, termasuk dari kawasan hilir seperti Panca Desa Bali Aga, menjadi kunci penting. Sebab, menjaga Danau Tamblingan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama demi keberlanjutan sumber air di masa depan. (res)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *