TPA Suwung Batal Ditutup, Forum Swakelola Sampah Bali Urungkan Aksi Demo Besar-besaran

DENPASAR – Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang digagas Forum Swakelola Sampah Bali (FSSB) pada Senin (2/3/2026) resmi dibatalkan. Keputusan ini diambil setelah tercapai kesepakatan bahwa operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung akan tetap dibuka hingga Juni 2026.

Koordinator Aksi, I Wayan Suarta, mengonfirmasi pembatalan tersebut usai menerima penjelasan langsung dari perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup melalui Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusra di Renon.

​”Tidak jadi demo, batal. Sesuai kesepakatan dengan instansi terkait, TPA sudah dibuka kembali,” tegas Suarta saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).​

Napas Lega Hingga Juni 2026

Meski operasional berlanjut, Suarta menekankan bahwa pembukaan ini bersifat sementara dengan tenggat waktu hingga Juni 2026. Pemerintah daerah diharapkan memanfaatkan masa transisi ini untuk menyusun langkah konkret dalam menangani sampah langsung dari sumbernya.

Baca Juga : Kisah Sopir Truk Sampah di Bali: Menginap di Jalanan Serangan Demi Antre Masuk TPA Suwung

​”Pihak kementerian menyampaikan (pembukaan) sampai bulan Juni. Namun, harus ada perubahan positif, terutama soal pengelolaan dan pemilahan sampah,” imbuhnya.

​Pantauan di lokasi menunjukkan armada swakelola sudah mulai memasuki area TPA sejak pagi hari. Menariknya, hingga Senin pagi, kendaraan operasional berpelat merah milik pemerintah justru belum terlihat melakukan aktivitas pembuangan seperti biasanya.​

Tuntutan Pemilahan Sampah dari Sumber

TPA Suwung saat ini masih menerima sampah dalam kondisi tercampur antara organik dan non-organik. Namun, FSSB menyadari bahwa pola ini tidak bisa bertahan lama. Edukasi dan sosialisasi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi agenda krusial sebelum batas waktu Juni berakhir.​

“Saat ini masih tercampur. Harapannya, sampai Juni nanti masyarakat diedukasi agar sampah diselesaikan dari sumber dan mulai dipilah,” kata Suarta.​

Sempat Ancam Bawa Truk Sampah ke Renon

Sebelumnya, penutupan mendadak TPA Suwung pada 1 Maret 2026 sempat memicu kemarahan para pengelola sampah swakelola. FSSB bahkan telah merancang “Aksi Damai Jilid II” yang rencananya diikuti oleh 3.000 peserta.​

Massa sempat berniat membawa atribut demonstrasi lengkap, mulai dari spanduk hingga truk berisi muatan sampah sebagai simbol protes atas kebijakan yang dianggap tanpa solusi alternatif. FSSB menilai penghentian operasional sepihak berisiko menciptakan darurat sampah di kawasan permukiman.​

“Kami hanya ingin kepastian. Penghentian (TPA) harus ditunda sampai sistem alternatif benar-benar siap dan residu bisa ditekan,” pungkas Suarta. (prp)

Sumber : TribunBali.com | Swakelola Sampah Bali Batal Demo, Nego TPA Suwung Tetap Dibuka Hingga Juni 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *