Kejar Kesuksesan dengan Memperluas Pergaulan di Berbagai Lini Kehidupan

Kejar Kesuksesan dengan Memperluas Pergaulan di Berbagai Lini Kehidupan

Yusa Dharmawan & Fitri Saraswati – UD. Mulawarman II

Seorang anak lahir ke dunia tidak langsung menjadi dewasa. Masa pertumbuhan dan perkembangan tersebut butuh proses, dimulai merangkak, berjalan kemudian berlari menemukan tujuan hidupnya di dunia. Seperti itulah pemahaman hidup bagi Yusa Dharmawan, lahir dari keluarga sederhana, menempuh pendidikan hingga siap menghadapi kenyataan hidup sebenarnya untuk menggapai cita-cita sebagai wirausahawan.

Menjadi seorang entrepreneur atau wirausahawan adalah jalur pilihan Yusa Dharmawan untuk memperbaiki kondisi ekonomi di masa depan. Setelah belajar dari pengalaman orangtua yang memiliki nasib kurang beruntung dan ia sebagai anak berkaca dari hidup pelik yang sudah terjadi, agar tidak dirasakan kembali olehnya kelak, terutama saat menjadi ayah sekaligus suami untuk anak-anak dan istrinya.

Kerja keras dari ayah yang berprofesi sebagai guru dan ibu selain mengurus rumah tangga, juga ikut menambah pemasukan keluarga dengan berjualan, terus berupaya agar anak – anak mereka tak melewatkan pendidikannya, hanya karena alasan biaya. Diungkap Yusa Dharmawan, orangtuanya berpendapat pendidikan menjadi satu – satunya bekal yang bisa mereka berikan, agar generasi penerus mereka memiliki nasib yang lebih baik lagi kedepannya.

Selain pendidikan formal, Yusa Dharmawan pun mendapat pendidikan di dalam keluarga baik secara langsung, maupun tidak langsung, demi membentuk karakter sejak dini. Di dalam memori ingatannya, ia semasa kecil sudah dididik untuk berlaku disiplin dan mengasah mental agar menjadi sosok yang tangguh, untuk menghadapi tantangan masa depan.

Tak hanya keras dalam mendidik, Yusa Dharmawan dan dua saudaranya tak pernah lepas dari kasih sayang orangtua, terutama dari ibu, sosok yang memiliki pendirian teguh atas apa yang ia pikirkan dan perbuatan. Tapi juga berhati lembut kepada sesama, apalagi kepada yang ia kasihi, yakni suami dan anak-anak.

Pelajaran kejujuran adalah salah satu yang paling menonjol yang Yusa Dharmawan dapatkan dari ibu. Bagi beliau kejujuran tak hanya menjadi kunci kesuksesan dalam karir, tapi juga hidup bersosialisasi. Lambat laun ia akan menjadi sosok yang dipercaya dan percaya diri menghadapi banyak orang.

“Berkawan” dengan Pergaulan Bebas

Yusa Dharmawan yang lahir di Mambal, 30 Januari 1985 ini, akhirnya bisa melanjutkan pendidikannya hingga bangku kuliah, di Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Udayana. Namun diakui olehnya, masa – masa kuliah yang ia jalani, tak berjalan mulus begitu saja. Kadang ia hanya memikirkan egonya untuk bersenang – senang dengan kawan-kawannya, hingga pulang larut malam dan diakui olehnya ia tidak terlalu menonjol dalam pendidikannya di kampus.

Namun bersyukurnya karena terus terngiang nasehat – nasehat orangtua, Yusa Dharmawan tak jatuh ke lubang yang terlalu dalam. Ia hanya menempatkan dirinya sebagai teman yang mengetahui semacam apa pergaulan teman – temannya yang datang dari berbagai kalangan, sosok yang pintar, berharta, pemabuk, hingga pemakai obat terlarang. Ia pun dengan tegas berani menolak ajakan-ajakan yang sudah dipastikan, hanya akan mendatangkan kerugian pada dirinya sendiri. Setidaknya ia tahu dan pikirannya semakin terbuka, bahwa lingkungan seperti itu tidak bisa ditampik akan selalu ada dan menjadi bagian masyarakat, yang terpenting bagaimana respon kita agar senantiasa fokus pada cita – cita dan tak terbawa akan arus negatif untuk tetap pada jalur kesuksesan.

Baca Juga : Berdedikasi sebagai Pelayanan Masyarakat maupun Berwirausaha

Lulus kuliah, Yusa Dharmawan semakin fokus dengan jalan masa depannya. Terinspirasi dari ayah yang telah lebih dulu berkecimpung di toko material bangunan, ia pun mencoba peruntungan tahap awalnya di bidang tersebut. Agar tidak terkesan aji mumpung, ia pun ingin suatu saat nanti mengembangkan toko material bangunan yang bernama “UD. Mulawarman II” tersebut menjadi toko yang semakin nyaman dan mudah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan tampilan yang lebih modern.

Tak hanya terdorong keinginan dari diri sendiri untuk memiliki toko yang sedap dipandang mata, Yusa Dharmawan mengatakan ia tak mau menutup diri dengan perkembangan zaman. Sebagai pemilik usaha, ia harus terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dalam menjalankan usaha, yang lebih efisien dan meninggalkan cara konvesional orangtuanya yang sebelumnya masih diterapkan.

UD. Mulawarman II pun dijunjung Yusa Dharmawan, menjadi toko yang terus memiliki kelengkapan produk, agar semakin ramai peminat, mengingat sudah begitu banyaknya toko material bangunan didirikan. Upaya yang ia lakukan selain modernisasi, juga diperkuat dengan berbagai varian produk dari berbagi merek, tentunya dengan kualitas menengah hingga terbaik di kelasnya.

kesuksesan

Rasa tertantang untuk mengembang-kan usaha di bidang yang berbeda mulai terpacu dari dalam diri Yusa Dharmawan. Tak hanya mengambil kesempatan di toko bahan bangunan yang berlokasi di Jalan Raya Mambal, Mekar Bhuwana, Kabupaten Badung, saja, ia juga merambah di beberapa bidang yang berbeda yakni koperasi, sasana olahraga berupa gym, bengkel “AHASS Mulawarman Motor”, kuliner “Bakso Super Premium” dan les baca tulis “Anemone”.

Pendirian usaha tersebut dilakukan Yusa Dharmawan tak asal – asalan dalam proses pendiriannya. Semisal pada koperasi, ia alokasikan untuk memanajemen keuangannya dari semua usaha, yang bisa dipergunakan untuk mensejahterakan ekonomi anggota koperasi pada khususnya, serta masyarakat pada umumnya dan berperan secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Yusa Dharmawan meyakini di balik kesuksesan-nya membangun beberapa usaha, ada doa – doa yang terjawab dan tangan Tuhan yang bekerja. Tentu tak lelah dengan menanamkan keyakinan di dalamnya dan tetap mengelola pikiran untuk tetap positif, sampai tiba di gerbang kesuksesan tersebut.

Khususnya pada generasi muda, Yusa Dharmawan pun berbagi pesannya, agar tetap semangat menemukan apa yang menjadi minat kita. Dengan memperluas pengalaman, menambah relasi dan ambil sisi positif yang bisa membawa perkembangan dalam diri kita untuk bersosialisasi, terlebih saat mulai memasuki masa berkarir. Agar kita semakin terbuka dengan perubahan zaman dan tetap eksis dengan usaha yang kita geluti untuk mendulang kesuksesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.