I Nyoman Sujana merupakan putra daerah yang lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang jauh dari kata mewah. Orang tuanya berprofesi sebagai petani dan buruh kasar pertukangan, sehingga untuk mencukupi hajat hidup dan pendidikannya, pria kelahiran Badung, 21 Juli 1980 ini sedari kecil telah terbiasa terjun membantu pergelutan ekonomi keluarganya.

Meski harus dihadapkan dengan kehidupan yang berat, baginya hal itu merupakan perjalanan kehidupan penuh pelajaran yang membentuk pribadinya untuk terus positif menjalani kehidupan. Alhasil sedari kecil telah terpatri di didalam sanubarinya, agar kelak dapat menjadi orang yang berguna dan berilmu bagi masyarakat luas dan dapat merubah garis takdir hidupnya bersama keluarga tercinta.
Keinginan yang kuat untuk selalu belajar dan menimba ilmu, akhirnya terus menjadi energi pendorong baginya untuk dapat melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi dan mengambil jurusan Studi Ekonomi Perbankan di Universitas Warmadewa. Meski harus terseok-seok, kendati harus bekerja dan kuliah, perlahan ia pun dapat menamatkan pendidikann strata 1 nya dengan gemilang.
Setelah menamatkan kuliah, I Nyoman Sujana pun tak mengulur waktu untuk langsung mencari pekerjaan agar dapat berdikari dan membantu perekonomian keluarga. Beruntung pada tahun 2004 pamannya yang saat itu hendak mendirikan koperasi mengajaknya untuk bergabung mengembangkan lembaga keuangan yang dirintis.
Baca Juga : Memaknai Kesederhanaan Dari Sosok Bersahaja Direktur PT. Angkasa Jaya
Hingga lembar kehidupan inilah yang menjadi titik balik I Nyoman Sujana dalam mengorganisir lembaga keuangan. Pekerjaan ini ia lakoni dengan sungguh – sungguh dan ia jadikan setiap momennya sebagai pembelajaran untuk memperkaya wawasan dan pengalamannya.
Sehingga dengan pengalaman menahun dalam mengelola dan mengembangkan koperasi. I Nyoman Sujana akhirnya membuat keputusan besar dengan niat yang tulus untuk turut bersumbangsih membantu perkonomian wilayah disekitarnya dengan sumber daya dan pengalaman yang ia miliki. Alhasil pada tahun 2014 ‘KSP Tiara Mandiri’ akhirnya berdiri dengan jumlah anggota 7 orang sebagai pemodal utama.

Selain aktif dalam kepengurusan koperasi, I Nyoman Sujana yang gemar olahraga sepak bola yang ia geluti sampai sekarang, dirinya juga aktif mengelola sebuah sekolah sepak bola bernama SSB Putra Mumbul yang hadir sebagai fasilitator kepada anak-anak usia dini untuk mengembangkan bakatnya di dunia sepak bola. Sebagai wujud nyatanya, SSB Putra Mumbul secara rutin melakukan pembinaan atau pelatihan kepada anak didiknya dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan setiap tahunnya.
Tapi memang proses dan hasil adalah dua hal yang saling berkaitan erat satu sama lain. Agar bisa mendapatkan hasil yang diinginkan, seorang insan harus menjalani berbagai macam proses terlebih dahulu. Namun, ada banyak orang yang merasa tidak sabar dan ingin memperoleh hasil dengan cara instan, alhasil ketika dibenturkan dengan kegagalan, ia pun akan segera menyerah.
Hal itulah yang ditepis oleh I Nyoman Sujana, dengan menikmati setiap lembar alur kehidupannya, ia mampu belajar dan dapat terus berproses menaklukan berbagai macam kendala yang dihadapinya.
