KSU Dalung Permai Sejahtera Raih Pertumbuhan Berkat Profesionalisme dan Soliditas

“Masa kecil saya seperti layaknya anak-anak lain. Saya anak terakhir dari 5 bersaudara. Kami termasuk dari golongan keluarga yang syukurnya hidup rukun dan solid. Tanggungan biaya sekolah turut dibantu oleh kakak-kakak saya, sehingga motivasi yang secara tidak sadar terbentuk dalam diri saya adalah bagaimana agar saya bisa berdiri di atas kaki sendiri,” kenangnya.

Semenjak duduk di bangku sekolah dasar Haji Joko sudah mulai bekerja, mulai dari bantu-bantu tetangga membersihkan halaman rumah sampai loper koran pun ia lakoni, bapak dari 3 orang anak ini menjalani setiap pekerjaannya dengan penuh syukur, demi membantu perekonomian keluarga. Pria kelahiran Ponorogo 48 tahun silam itu pun nyatanya sempat bercita-cita menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI), namun cita-citanya itu harus ia pendam karena memang takdir berkehendak lain.

Baca Juga : “Sebuah Dedikasi Untuk Desa Bongan” Maju Beriring Dengan Nilai-Nilai Luhur, Tradisi dan Budaya

Bermodal lebih keras bekerja, Haji Joko pun mulai merambah ragam pekerjaan. “Karena memang motivasi kami dari orang tua saat itu untuk terus giat bekerja, sehingga sebagian dari tabungan hasil kerja itu saya sisihkan untuk membiayai sekolah yang lebih tinggi. Sehingga saya menarik kesimpulan, bahwa cakupan didikan serta pengalaman dari orang tua membentuk karakter kami untuk tidak terlena dengan pencapaian apapun,” jelas Haji Joko. Dengan semangat yang sama, menghantarkan niatnya untuk datang merantau ke Bali sejak tahun 2000. Rezeki memang tak kemana, sebab Haji Joko langsung mendapatkan pekerjaan dengan menduduki jabatan sebagai Manajer Operasional di konter Money Changer selama 10 tahun.

Hingga akhirnya, peluang menguji nasib. Sebab, keinginan mengembangkan usaha sendiri datang bersamaan dengan tawaran baik dari salah satu sahabat yang menawarkan untuk membeli sekaligus mengelola konter pulsa. “Awalnya saya tidak memiliki biaya. Tapi terbantu dengan cara mengelola modal dari hasil jual motor. Sejak saat itu saya mulai bekerja ekstra dengan dua tempat kerja. Tapi pola kerja itu tidak bertahan lama. Hanya 3 bulan saja dan saya memutuskan untuk resign dan fokus mengelola usaha saya sendiri. Syukur Alhamdulillah, sampai sekarang usaha tersebut masih tetap tumbuh dan berkembang,” jelas Haji Joko. Ketika ditanya terkait apa motivasi yang paling besar sehingga pada akhirnya memilih untuk menjalankan usaha sendiri? Dengan sedikit tersenyum ia menjawab karena Istri. Karena ada tanggung jawab hidup yang mesti saya lakoni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *