Secara historis koperasi ini terbentuk pada 27 januari 2010. Berawal dari ruang – ruang diskusi di ‘Puri Ubud’ bersama tokoh – tokoh masyarakat yang mempunyai ide dan gagasan untuk membangun sebuah lembaga keuangan mandiri yang menghulu kepada kesejahteraan bersama. Maka kesepakatan untuk membentuk sebuah lembaga keuangan kolektif pun akhirnya terwujud dengan berjalannya ‘KSU Ciung Wanara Ubud’ yang napas awalnya sebagai lembaga pra-koperasi.
Namun tak menunggu lama, berkat sinergitas antara tokoh masyarakat dan juga struktur pemerintahan desa, maka kepercayaan masyarakat terhadap lembaga koperasi ini pun bertumbuh secara organik untuk tergabung bersama mengokohkan kekuatan ekonomi melalui koperasi.

Alhasil setelah berjalan tiga bulan sebagai lembaga pra-koperasi, ‘KSU Ciung Wanara Ubud’ pun langsung bertransformasi menjadi sebuah lembaga resmi berbadan hukum yang hadir di tengah masyarakat.
Berbagai program dan langkah-langkah dinamis yang mengutamakan pelayanan anggota pun menjadi hal pokok yang hingga saat ini menjadi fokus I Nyoman Mudana dalam menjalankan kinerjanya.
Baca Juga : Kesungguhan Hati di Setiap Amanat, Cerminan Kesederhanaan dan Rendah Hati Sang Pemimpin Sejati
Pembenahan demi pembenahan pun diwujudkan untuk lebih men-support mobilitas masyarakat modern yang semakin bergerak cepat di zaman serba digital saat ini.
Sosok I Nyoman Mudana yang selalu mensinergikan program dan langkahnya dengan badan pengawas dan kebutuhan para anggota dan krama, terbukti menjadi senjata efektif yang memupuk apresiasi dan kesadaran masyarakat untuk dapat tumbuh bersama membangun lembaga dengan rasa saling memiliki.
Dalam menjalankan amanahnya sebagagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan lembaga koperasi, I Nyoman Mudana pun senantiasa untuk menjamin suatu perkembangan lembaga agar selalu selaras dengan nlai – nilai luhur dan kebudayaan di wilayahnya.

Pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kemandirian dan kapasitasnya untuk berperan aktif dalam kelembagaan ekonomi pun terus ditingkatkan agar ketahanan dan kemajuan perekonomian wilayah terus bergerak signifikan dengan asas kekuatan sendiri ‘dari anggota untuk anggota’ seiring keterlibatan seluruh partisipasi masyarakat.
