I Nyoman Sutika lahir di tengah keluarga yang amat sederhana, kedua orang tuanya berprofesi sebagai petani. Melihat perjuangan orang tuanya yang tanpa lelah mencukupi hajat hidup dan pendidikannya, maka sebagai anak I Nyoman Sutika pun menunjukkan baktinya dengan ikut bekerja dalam pergulatan ekonomi keluarga. Pekerjaan apapun ia lakukan, mulai dari menjadi buruh kasar harian hingga membantu ibunda berdagang.
Semua itu dilakukannya tanpa ada rasa gengsi, karena baginya sudah dapat membantu memenuhi hajat hidup keluarganya sehari – hari, telah cukup membuat dirinya bahagia dan memberikan energi positif untuk menjalani hari – hari berikutnya.

Baca Juga : Kesungguhan Hati di Setiap Amanat, Cerminan Kesederhanaan dan Rendah Hati Sang Pemimpin Sejati
Mungkin lembar kehidupan masa kecil inilah yang membentuk sikap gigih, disiplin dan jiwa berdikari sosok I Nyoman Sutika. Hingga tanpa sadar buah dari suri tauladan dan kegigihan orang tuanya itulah yang kemudian menjadi pemantik api semangat untuk terus memperjuangkan masa depannya
Sampai di titik kehidupan yang ia jalankan saat ini baginya tidak lepas dari dukungan dan doa sang ibunda tercinta yang sangat dekat secara emosional dengan dirinya, baginya sosok Ibu adalah the real hero in the real life, ketekunan dan ketangguhan ibunya untuk menghidupi anak-anaknya, menjadi pelajaran kehidupan langsung yang menjadi cambukan I Nyoman Sutika untuk menjadi lebih kuat menghadapi lika- liku kehidupan.
