Muda-Mudi Desa Abang Batudinding Ajak Masyarakat Untuk Berkoperasi : “Sempat Tidak Dipercaya hingga Diremehkan”

Seperti Kadek Juliana, apalagi Nengah Dedy yang hanya sampai bersekolah di bangku SMP, ia sama sekali tak mendapat kepercayaan, bahkan diremehkan. Namun ia dan Kadek Juliana tak boleh menyerah, bila itu terjadi, sama saja ia setuju dengan stigma yang mereka terima. Ditambah lagi sudah banyak koperasi yang sebelumnya mencoba mengeksiskan diri di Desa Abang Batudinding, namun sepertinya mereka salah dari pengelolaan.

Bermodal dari Rp. 1 juta/orang di masa masih pra-koperasi, mereka berkeliling mengetuk perhatian masyarakat, hingga terhimpun modal Rp. 120 juta. Bimbingan dan tata cara dari “Dinas Koperasi dan UMKM” pun turut memberikan dukungan dalam mendirikan koperasi dan yang tak kalah krusial yaitu belajar dari pengalaman kegagalan koperasi – koperasi sebelumnya, agar memiliki kesiapan dalam hadapi tantangan kedepannya di KSP Dauh Ayu Mas.

Baca Juga : Pemuda Berdikari Sukses Membangun Klinik Fisioterapi Dengan Niat Membantu Masyarakat Hidup Sehat

KSP Dauh Ayu Mas sangat bersyukur mampu menghadapi tantangan yang tak kalah peliknya seperti pandemi Covid-19 dan hampir di demo anggota dalam pencairan dana untuk mengungsi, saat erupsi Gunung Agung. Syukurnya, sudah ada bantalan dana yang cukup untuk dicairkan kepada 100% anggota. Pasca-pandemi koperasi yang sudah beraset Rp. 5 miliar ini berharap bisa terus terkoneksi dengan masyarakat. Membangun manajemen koperasi yang kuat, pelayanan berbasis kearifan lokal yang optimal, senantiasa melakukan evaluasi diri dan mewarisi koperasi ini sebagai aset desa ke generasi-generasi selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *