Digitalisasi saat ini menjadi suatu hal penting dalam menjalankan lembaga koperasi, karena I Gusti Ngurah Anom mempunyai fokus untuk meningkatkan animo anak-anak muda sehingga tergerak untuk membangun perekonomian mandiri bersama melalui koperasi.
Karena memang generasi saat ini menginginkan hal yang serba cepat dan selalu mengutamakan kepraktisan dalam bertransaksi. Untuk itu manuver digitalisasi ini akan dapat mensosialisasikan bahwa koperasi bukanlah lagi suatu lembaga yang kaku dan konvensional. Melainkan lembaga yang terus bertumbuh komprehensif dan selalu dinamis terhadap perubahan.
Dengan semua pencapaiannya sekarang, I Gusti Ngurah Anom sangat meyakini bahwa ada campur tangan Tuhan yang memudahkan setiap jalannya, selain kegigihan dan kerja keras.
Baca Juga : “Apotek Nathan Farma” Sebuah Harapan dan Bentuk Kepedulian Untuk Sesama

Pencapaiannya sampai di titik ini tak lantas membuat dirinya cepat merasa puas dan mengendurkan langkah. Menurutnya masih banyak hal yang harus ditingkatkan di zaman serba cepat sekarang ini. Ia pun selalu terbuka dan tajam dengan potensi-potensi lain yang ada.
Selain aktif menahkodai jalannya koperasi, I Gusti Ngurah Anom juga merupakan seorang pebisnis dan dapat dikatakan bahwa ia adalah seorang entrepreneur multibisnis. Mulai dari bisnis laundry dan art supply bernama ‘Kembar Artshop’ hingga bisnis laundry bernama ‘Graha Laundry’. Sebagai pebisnis ia tahu betul bahwa ada fase tumbuh dan tenggelam, maka dari itu setiap pebisnis haruslah dapat beradaptasi dan tumbuh selaras dengan sumber daya yang dimiliki.
Desa mandiri dan berdaya saing merupakan isu yang penting dan menjadi perhatian dari semua elemen masyarakat. Guna mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing maka diperlukan lembaga keuangan desa seperti koperasi sebagai wadah dan fasilitator untuk memetakan potensi ekonomi masyarakatnya, mulai dari sektor pertanian hingga industri rumah tangga yang dapat mengoptimalkan potensi wilayah yang ada.
