Transparan Dalam Kinerja Sebagai Pertanggungjawaban Koperasi Membangun Kepercayaan

Bertambahnya usia, Widana pun mendapat posisi krusial di lingkungan Banjar Bualu Nusa Dua, yakni sebagai Kelihan Banjar. Setiap tahunnya ia pun menerima laporan tentang perkembangan, saran dan kritik untuk menunjang lingkungan tempat tinggal yang nyaman, aman dan terkontrol. Salah satu masukan dari warga yang menyita perhatian Widana ialah keinginan unuk membangun sebuah koperasi dengan menggunakan dana dari aset-aset rumah kontrakan milik banjar. Ide tersebut memang brillian dan memiliki benefit yang baik, bila dikerjakan dengan sepenuh hati dan mengatasnamakan anggota. Namun yang menjadi pertanyaan, siapakah yang bersedia mengelola koperasi tersebut nantinya dalam rentang waktu yang panjang.

Baca Juga : “Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia” Belajar Dari Sebuah Seni Untuk Menjalani Hidup Multidisiplin

Kembali datang suara, agar yang mengembangkan koperasi tersebut, sebaiknya ia sendiri dan Kepala Lingkungan, Bapak Komang Adya. Ia pun setuju dengan permintaan tersebut, hanya saja tidak bisa terus menerus bergabung dengan koperasi, karena masih bekerja di hotel. Meski ia menganggap dirinya hanya ketua sementara, namun kesungguhan hati Widana dalam merintis koperasi, sudah terlihat saat di hotel, ia manfaatkan waktu istirahat untuk mencari tahu syarat-syarat apa saja yang wajib dipenuhi dalam pendirian lembaga ekonomi tersebut. Maka di tahun 2015, Koperasi Bualu Indah Center pun berdiri, disusul resmi berbadan hukum pada 2016.

Setelah cakap dengan kepengurusan, berlanjut dengan perekrutan anggota dari lingkungan terdekat. Melihat pertumbuhan koperasi yang sehat, warga yang lokasi tempat tinggalnya cukup jauh dari Banjar Bualu, datang dengan sendirinya untuk bergabung dengan koperasi. Triknya, selain kerja nyata yang diimplementasikan, Widana memastikan sistem peroperasian yang transparan, menjadi pertanggungjawaban yang harus konsisten dilakukan sebagai lembaga perekonomian yang rentan krisis kepercayaan. Apalagi kini koperasi sudah menopang 972 anggota dengan aset Rp. 6,2 miliar, sebuah prestasi yang luar biasa, yang seharusnya bisa dipertahankan, bahkan dilanjutkan ke lintas generasi selanjutnya, yang lebih muda, enerjik dan berteknologi dalam membawa koperasi ini lebih modern dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *