Pipa Bocor Diduga Jadi Penyebab Air Keruh di Jimbaran, 400 KK Terdampak

BADUNG – Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) di Perumahan Sari Jimbaran, Banjar Perarudan, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, mengeluhkan kondisi air bersih yang kerap keruh dan dinilai tidak layak digunakan. Permasalahan ini disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan yang optimal.

Ketua Lingkungan Perumahan Sari Jimbaran, I Nyoman Berana, mengatakan gangguan distribusi air bukan persoalan baru. Menurutnya, masalah debit air kecil dan kualitas air yang keruh terus berulang dan menjadi keluhan utama warga.

“Air keruh ini sudah sering terjadi, bahkan bertahun-tahun. Namun hingga kini belum ada solusi konkret dari pihak terkait,” ujarnya, Rabu (25/3).

Dari dua persoalan utama tersebut, Berana menilai kualitas air yang keruh menjadi yang paling krusial. Pasalnya, air tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, memasak, hingga keperluan anak-anak sebelum berangkat sekolah.

Ia menggambarkan kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga. Tidak sedikit warga yang terpaksa menunda aktivitas atau mencari sumber air alternatif karena air yang mengalir tidak layak digunakan.

“Anak-anak mau mandi sebelum sekolah, airnya keruh. Pulang kerja juga sama. Bahkan untuk memasak pun tidak layak,” ungkapnya.

Berana menambahkan, keluhan warga telah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius. Warga pun berharap ada langkah konkret agar permasalahan tersebut tidak terus berulang.

Bahkan, kata dia, sempat muncul wacana dari warga untuk melakukan boikot pembayaran tagihan air, lantaran pelayanan yang diterima tidak sesuai dengan kewajiban yang telah dipenuhi.

Baca Juga : Driver Asal Brebes Dianiaya Rekan di Nusa Penida, Dipicu Hal Sepele

“Selama ini kami tetap membayar, tetapi air yang diterima tidak layak. Ini yang menjadi keresahan warga,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, I Made Suarsa, menyatakan pihaknya telah memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Ia menjelaskan, gangguan terjadi akibat kebocoran pipa berdiameter 8 inci di Jalan Bypass Ngurah Rai, tepatnya di depan salah satu bank.

Menurutnya, proses perbaikan masih berlangsung karena kondisi pipa yang pecah cukup panjang dan posisinya terhimpit beton, sehingga membutuhkan penanganan secara bertahap dan hati-hati.

“Kebocoran ini memungkinkan air dari luar masuk ke jaringan, sehingga menyebabkan air menjadi keruh,” jelasnya.

Pihaknya juga telah melakukan flushing atau pengurasan jaringan secara rutin, khususnya setelah proses perbaikan dilakukan, guna memulihkan kualitas air.

Ia menargetkan perbaikan dapat rampung dalam waktu dekat, sehingga distribusi air bersih dapat kembali normal.

Selain itu, Suarsa juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi kebocoran, guna mempercepat proses penanganan di lapangan. (res)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *