Afirmasi Hipnoterapis Mewujudkan Cita-Citanya Demi Mendomestikasi Penyembuhan Gangguan Pasca Trauma di Tengah Masyarakat Awam

Apa itu Hipnoterapi?
Dijelaskan oleh pria kelahiran Semarang, 26 Agustus 1976 ini, Hipnoterapi merupakan metode relaksasi mendalam yang mengantarkan pikiran kita dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadar kita, dimana di pikiran bawah sadar tersebut tersimpan pengalaman-pengalaman negatif maupun positif berikut emosinya. Contohnya rasa marah, sedih dan kecewa adalah berasal dari pengalaman hidup kita, sejak masih janin sampai di usia saat ini. Tanpa disadari, mindset yang masih terbelenggu dalam energi negatif tersebut, bisa terbawa sampai tutup usia jika tak ditangani oleh pakarnya.

Apa akibatnya bila tidak ditangani/disembuhkan?. Seseorang akan mengalami kelabilan emosi, seperti mudah marah, tiba – tiba sedih (mood swing), kegelisahan yang meradang ke detak jantung yang berdebar – debar dan sakit kepala. Padahal tidak memiliki riwayat penyakit apapun, inilah yang disebut dengan Psikosomatis, kondisi yang menggambarkan saat munculnya penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh pikiran negatif atau pengalaman menyakitkan terdahulu yang sebenarnya belum disembuhkan.

Baca Juga : “Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia” Belajar Dari Sebuah Seni Untuk Menjalani Hidup Multidisiplin

Lalu bagaimana fase penyembuhannya?. Sebagai Hipnoterapis, Tomy menjelaskan secara singkat, salah satunya pasien akan dibawa dari gelombang beta (otak berada dalam kondisi sadar) menuju ke gelombang theta (gelombang otak berada di frekuensi 3hz-8hz, kondisi setengah tertidur). Pada kondisi ini pasien dibuat setengah mengantuk dan rileks, namun tetap dalam keadaan sadar. Sugesti akan mudah dimasukkan pada kondisi ini atau teknik pelepasan emosi. Dari sekian pasien yang masuk, kasus terberat yang ditangani Tomy pada penderita depresi oleh mahasiswa, hingga memicu untuk bunuh diri. Di permukaannya, penderita juga mengalami kesedihan mendalam setelah diputuskan oleh kekasihnya. Ternyata setelah diterapi lebih lanjut, ia memiliki trauma yang masih membekas di masa kecil dari penekanan orangtua. Kekurangan kasih sayang tersebut, kemudian ia dapatkan dari kekasih, namun hubungan tersebut pupus begitu saja yang berimbas pada psikisnya. Setelah dilakukan 2 sesi treatment hipnoterapi dengan Tomy Wahyudi, kliennya kemudian mengalami perubahan positif yang membuat keinginan untuk bunuh diri dan rasa sedih yang mendalam bisa teratasi.

Bersyukurnya mahasiswa tersebut memiliki kesadaran diri penuh (mindfulness) untuk segera keluar dari vibrasi negatif yang bisa mengancam nyawanya. Dengan lebih tanggap menerima hal-hal lebih positif di sekitar dan yang paling penting, membangun pondasi untuk tetap memiliki ketahanan mental yang sehat ialah belajar untuk mencintai dan menerima kekurangan dan kelebihan diri kita seutuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *