Berdamai dengan Masa Lalu dan Memaknai Esensi Kehidupan Untuk Melaksanakan Dharma dari Sang Pencipta

Sedari kecil I Ketut Luki telah diajarkan nilai-nilai kedisiplinan dan berdikari. Benturan demi benturan hidupnya itu telah mengajarkannya banyak hal terkait kemandirian. Sejak dini ia pun telah terbiasa untuk berusaha memutar roda perekonomian keluarga untuk mencukupi hajat hidup dan pendidikannya. Apapun ia lakukan, dari bekerja di ladang, mengurus hewan ternak hingga menjadi tenaga serabutan harian.

Meski sedari kecil sudah terus dihadapakan dengan pekerjaan yang berat, tidak pernah sekalipun I Ketut Luki mengeluh akan apa yang dilaluinya, karena di dalam lubuk hatinya ia hanya ingin menjadi anak yang berbakti dan dapat membantu mencukupi keterbatasan ekonomi keluarganya. Dan siapa yang tahu, bahwa keseharian itulah yang membentuk karakter dan sikap integritas I Ketut Luki dalam bekerja, yang tanpa disadari dapat mengubah garis takdir hidupnya.

Baca Juga : KSU Dalung Permai Sejahtera Raih Pertumbuhan Berkat Profesionalisme dan Soliditas

Kebanyakan orang hanya menengok akan pencapaian yang diperoleh oleh seseorang dengan rasa kagum menyaksikan, tanpa tahu betapa orang tersebut bisa membangun impiannya dari puing- puing kegagalan.

Menilik perjalanan hidup I Ketut Luki hingga sampai di lembar hidup yang dijalankannya saat ini, harusnya membuat kita untuk berhenti meratapi nasib buruk dan berkeluh kesah. Semangat untuk bangkit dan kerja keras untuk menyelamatkan yang masih tersisa adalah romantika kehidupan yang harus di jalankan dengan penuh harapan.

Dalam perjalanannya, I Ketut Luki juga meyakini bahwa kegagalan dan kesukaran dalam hidup adalah satu-satunya pengalaman menuju pendewasaan untuk dapat memulai lagi dengan lebih cerdas. Ia juga meyakini bahwa campur tangan Tuhan jugalah yang terus membukakan pintu demi pintu kesempatan hidupnya agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *