Berkomitmen Untuk Niat dan Tujuan yang Progresif

Berkomitmen Untuk Niat dan Tujuan yang Progresif

Hampir setiap orang pernah melakukan sebuah komitmen, baik untuk diri sendiri, organisasi atau keluarga. Pada kenyataannya, komitmen memang lebih mudah untuk diucapkan dari pada dijalankan. Di keseharian, kita membutuhkan adanya komitmen untuk menunjukan rasa keterlibatan, loyalitas dan identifikasi yang dinyatakan oleh seseorang terhadap organisasi.

Sikap komitmen itulah yang terus dipegang oleh sosok pimpinan LPD Ubung bernama I Putu Jendra,S.E. Lewat tangan dinginnya Lembaga Perkreditan Desa Ubung kini dapat terus meraksasa dan berpacu cepat mengimbangi iklim teknologi yang sudah menjadi kebutuhan basis kehidupan di era ini. Sehingga program – program yang dijalankan pun kini dapat disosialisasikan kepada para nasabah secara digital. Alhasil ditangannya LPD Ubung kini menjalankan perannya sebagai bahan bakar melesatnya kemajuan pembangunan dan ekonomi desa, sesuai dengan tujuan awal LPD Ubung dibentuk.

Baca Juga : Menepis Keraguan Untuk Menyongsong Masa Depan yang Gemilang

Semua dimulai pada 19 maret 1990, kala itu lembaga ini bertujuan untuk mendukung pembangunan ekonomi perdesaan, sehingga dapat menciptaan kesempatan yang setara bagi kegiatan usaha pada tingkat desa. Untuk meningkatkan tingkat monetisasi di daerah Ubung, LPD Ubung pun terbentuk, dan I Putu Jendra adalah angkatan pertama dan juga pimpinan pertama dalam memimpin lembaga permasyarakatan ini.

Untuk menjalankan tanggung jawab itu, ia pun kemudian mendapat berbagai program penyuluhan dan penataran yang menjadi bekal penting untuk mengelola lembaga ini. Di awal memimpin, hal yang menjadi kendala tentunya terletak pada sosialisasi kepada masyarkat yang masih sangat awam dengan keberadaan LPD. Akan tetapi dengan kerjasama yang kuat antara lembaga dan krama desa, lambat laun LPD Ubung pun dapat melalui fase kritis itu. Memang program sosialisasi terkesan sangat mudah dan enteng, namun jika tidak dijalankan dengan strategi yang jitu, maka banyak dari lembaga baru yang hadir ditengah masyarakat tidak mendapat respon yang positif, alhasil hal itu menjadi faktor krusial, yang juga menjadi faktor penentu LPD Ubung dapat berjalan.

Resiko saat membangun sebuah lembaga pastilah akan selalu ada, ibarat pribahasa “Semakin tinggi pohon, semakin lebat buahnya dan semakin kencang juga angin yang menerpanya” pepatah itu seperti kehidupan yang mungkin pernah semua orang rasakan, semakin kita tumbuh dewasa, maka semakin banyak pula pelajaran dan pengalaman yang kita dapat, begitupun juga dengan ujiannya. Tapi kita akan selalu berada di posisi yang stagnan apabila selalu menghindari resiko yang ada, lebih jauh sebagai seorang pemimimpin, I Putu Jendra haruslah terus bisa bergerak dinamis dengan menghubungkan keadaan sekitar dan apa yang dibutuhkan. Setelahnya ia bermanuver, menata sistem kerja dan program untuk meningkatkan kualitas dan fungsi agar layanannya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ditanya kunci sukses dalam menjalankan programnya, I Putu Jendra megatakan bahwa ia terus mengikuti perkembangan yang ada, dengan itu kebutuhan para nasabah pun akan terpenuhi. Terlebih di era digitalisasi yang semakin cepat sekarang ini, LPD Ubung pun terus bergerak progresif mengimbangi sistem informasi yang semakin cepat dengan mewujudkan sistem digitalisasi di setiap programnya pada tahun 2006. Hingga sekarang, dengan sistem itu manajemen dapat lebih terbantu dalam hal pengorganisiran dan para nasabah pun dapat memantau setiap informasi di dalam genggaman. Layanan yang bermutu pun terus ditingkatkan, sehingga seiring berjalannya waktu LPD Ubung mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat.

Membicarakan menggeliatnya pertumbuhan LPD Ubung, tak lengkap rasanya jika tidak membahas penempaan karakter sosok I Putu Jendra, ia adalah anak bungsu dari 5 bersaudara, diusianya yang masih sangat belia, terhitung 6 tahun, ia sudah ditinggal sosok ayahanda karena tutup usia. Alhasil ia pun dibesarkan oleh sosok single parent ibunya yang merupakan seorang pedagang. Kehidupan masa kecilnya pun bisa dibilang sangat sederhana, namun kedekatan emosional dengan ibu dan para kakaknya tetap terjalin.

Baca Juga : Terbiasa Produktif Sejak Muda Tuai Kesuksesan di Masa Muda

Sosok ibunda dimatanya adalah sosok yang sangat pekerja keras, baginya apapun yang dikerjakan orang tuanya dahulu hanyalah untuk dapat mencukupi hajat hidup dan pendidikan anak – anaknya saja, maka untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan lain yang lebih dari itu, anak-anaknya pun diajarkan untuk dapat hidup mandiri sejak dini agar bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Mungkin hal itu juga yang menjadi suri tauladan I Putu Jendra hingga sekarang tak pernah mengeluh dengan lika – liku dan naik turun perjalanan hidup yang dijalankannya, karena baginya bekerja keras adalah hal yang telah biasa dilaluinya sejak kecil dan menjadi prinsip dasar hidupnya untuk tidak bergantung kepada orang lain dan percaya akan kemampuan diri sendiri untuk dapat mengubah garis takdir hidup dirinya dan keluarganya.

Sosok para kakaknya yang terus men-support dan tak pernah letih menyokong, memprioritaskan segala hal yang menyangkut ilmu pendidikannya juga merupakan suri tauladan baginya untuk tetap bisa gigih dalam berjuang, agar kelak ia dapat mendedikasikan dirinya untuk keluarga tercinta. Tak ayal jika momen-momen kehidupan masa kecil I Putu Jendra kemudian membentuk pribadinya menjadi seorang yang disiplin dan berdedikasi tinggi.

Rencana Tuhan memang kadang tak terduga. Manusia hanya dapat melihat dan merasakan yang mungkin tampak menyedihkan saat ini. Namun dengan kehendak Tuhan, mungkin hal ini hanya merupakan permulaan dari suka cita yang tak pernah terbayangkan untuk setiap insan yang selalu berteman dengan kegigihan. Siapa yang menyangka keterlibatannya dalam membangun sebuah Lembaga Perkreditan Desa/ LPD yang dahulu masih dipandang sebelah mata, kini dapat mebuahkan hasil yang maksimal. Sehingga memang dedikasi dan integrasi merupakan nilai penting yang harus ditanamkan dalam diri setiap orang, agar semua yang dikerjakan dapat menjadi semakin bermanfaat.

Dari kesuksesan I Putu Jendra dalam meniti karirnya, kita dapat belajar bahwa jangan pernah melupakan peran Tuhan dalam mengejar kesuksesan. “Banyak Jalan Menuju Roma” adalah sebuah pepatah yang sudah dikenal banyak orang yang tak lekang oleh waktu. Bila satu cara gagal dalam menyelesaikan sebuah masalah, tentu saja ada banyak cara lain untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan baik. Hal itu menjadi dorongan I Putu Jendra dalam menjalani tapak demi tapak kehidupannya. Siapa pun memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam hidup ini. Maka, tetaplah semangat dan jangan larut dalam kegagalan. Percayalah bahwa ada banyak cara untuk membuat hidup lebih berarti. “Sukses itu butuh perjuangan, namun kita sebagai seorang insan tidak boleh lupa bahwa peran penting Tuhan sangat besar dalam setiap kesuksesan yang diraih” ucap I Putu Jendra.

Ia seratus persen meyakini bahwa campur tangan Tuhan lah yang sanggup membawanya pada titik ini. Oleh karena itu rasa syukur terus ia panjatkan kepada sang maha kuasa. Karena Tuhan mencintai hambanya yang ikhlas dan sabar menerima takdirnya. Banyak manusia telah berjuang dengan sekuat tenaga dan tanpa lelah mengejar kesuksesan hidup. Namun kesuksesan pun tak kunjung tiba dan mungkin masih jauh dari harapan. Mungkin saja karena kita lupa akan peran besar Tuhan dan jarang sekali membawa nama-NYa dalam keseharian perjuangan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.