Dari Tidak Memiliki Basic hingga Hadapi Tantangan Sebagai Pemucuk LPD

Dari Tidak Memiliki Basic hingga Hadapi Tantangan Sebagai Pemucuk LPD

Sejak tahun 1997, I Made Punia Atmaja dipercaya oleh masyarakat Desa Adat Lembeng untuk memimpin LPD yang beralamat di Jl. Tunjung Tangi, Ketewel, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar. Tak banyak tahu soal pengelolaan LPD, ia kemudian bertemu dengan rekannya yang pernah bekerja diperbankan, untuk tanya – tanya soal lembaga keuangan tersebut. Ia juga giat mengikuti diklat selama seminggu, namun tak juga memberikan pemahaman sepenuhnya. Bahkan desakan-desakan yang terus datang dari bendesa tak kunjung henti, hingga ia akhirnya menyetujui tawaran tersebut, meski masih meraba-raba dan penyesuaian diri.

Kiat dalam mencuri perhatian dan perhatian masyarakat, tak ada sesuatu yang spesifik dilakukan Made Punia Atmaja. Segala skema proses di LPD dilakukan mengalir begitu saja, mengandalkan kerja sama yang solid dengan seluruh staff LPD, dalam menekankan kepada masyarakat desa bahwa LPD Desa Adat Lembeng didirikan adalah totalitas untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan desa.

Baca Juga : Terbiasa Produktif Sejak Muda Tuai Kesuksesan di Masa Muda

Dengan modal awal 5 juta rupiah, LPD Desa Adat Lembeng sementara baru bisa melayani masyarakat pada produk tabungan. Hingga pada peristiwa krisis ekonomi tahun 1998, banyak bank – bank umum yang menutup operasionalnya, membuat masyarakat kemudian berbondong-bondong membawa tabungan mereka ke LPD setempat, diantaranya LPD Desa Adat Lembeng yang sempat kelimpungan merespon kondisi tersebut yang berlangsung selama tiga bulan. Bersyukurnya didukung dengan suku bunga yang tinggi hampir di angka 4% saat itu.

Sebagai pimpinan, pria kelahiran Gianyar, 1 Februari 1972 ini, sadar akan sistem teknologi tak bisa diabaikan dalam kegiatan operasional LPD. Dalam hal ini, LPD Desa Adat Lembeng terus berupaya menjawab teknologi digitalisasi agar mempermudah nasabah melakukan transaksi, seperti LPD Mobile yang sudah siap diluncurkan pada tahun 2022 ini dan mesin ATM maksimal pada tahun 2025 sudah tersedia untuk layanan tarik tunai.

Pria kelahiran tahun 1972 ini, tentunya di Desa Lembeng, Kabupaten Gianyar, berangkat dari keluarga petani sederhana, juga berjualan sepeda motor bekas di Denpasar. Sampai saat ini pekerjaan tersebut pun masih digeluti orangtua dan Made Punia Atmaja sebelum menempati posisi sebagai Pemucuk LPD Desa Adat Lembeng.

Baca Juga : Pendidikan dan Tindakan yang Berbuah Kesuksesan

Tantangan menjadi pimpinan LPD, memang tidak main – main, di tengah upaya program – program yang dirancang LPD, untuk menjaga keajegan ekonomi nasabahnya, tak jarang muncul isu-isu di tengah masyarakat. Saat itu pada tahun 2015, Made Punia Atmaja sempat goyah pada pendirian untuk melepaskan masa jabatannya sebagai pimpinan LPD. Namun berkat, dukungan keluarga, serta melakukan pengecekan audit internal dari Jero Bendesa dan Dewan Pengawas LPD, kondisi masalah kredit yang disangka adalah perbuatan korupsi, mampu diselesaikan dengan aman, kemudian kembali menyampaikan kepada masyarakat secara transparan.

Melalui pengalaman tersebut, LPD Desa Adat Lembeng diharapkan semakin bijak dalam menghadapi pro kontra yang akan selalu hadir di masyarakat. Sejauh segala kegiatan LPD mengacu pada kebijakan lokal yang diorientasikan untuk menguatkan kehidupan ekonomi dan sosial budaya masyarakat adat, seharusnya LPD Desa Adat Lembeng tidak mengurangi kepercayaan masyarakat dalam hal pengelolaan keuangan.

Made Punia Atmaja pun yang akan selalu menjadi sorotan mata masyarakat, tentang bagaimana perkembangan LPD selanjutnya, menjadi lebih mawas diri. Terlebih atas kesempatan dan kepercayaan yang masih diberikan untuk tetap sebagai pimpinan LPD, yang kedepannya akan semakin profesional menempatkan diri dengan meningkatkan kinerja yang profesional dalam hal pelayanan dan profesionalitas seluruh karyawan. Sehingga LPD Desa Adat Lembeng, benar – benar menjadi lembaga keuangan desa yang kuat dan sehat, serta tumpuan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Adat Lembeng.

One thought on “Dari Tidak Memiliki Basic hingga Hadapi Tantangan Sebagai Pemucuk LPD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *