Pak Mogo bersama para pengawas, sekaligus senior dalam bidang koperasi, diantaranya ada kakak sepupu, Bapak Drs. I Nyoman Mendra, M.M yang pernah berpengalaman di lembaga koperasi kemudian sebagai Direktur STIMI Bali sekaligus Ketua Pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Pedungan dan Nyoman Wijaya Suteja sebagai Kelihan Adat, merefleksikan masa – masa terguncangnya koperasi di tahun 2020, akibat salah pemberian kredit. Ia dan tim sadar harus segera pulih dari isu tersebut, dimana menjadi hal yang luar biasa tantangannya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Setelah melalui proses yang tidak singkat, kerja keras tim pun terjawab, sedikit demi sedikit kepercayaan masyarakat kepada lembaga koperasi berangsur-angsur pulih.

Baca Juga : Kesungguhan Hati di Setiap Amanat, Cerminan Kesederhanaan dan Rendah Hati Sang Pemimpin Sejati
Dalam mewujudkan visi misi koperasi “Dari kita untuk kita” KSP Bangkung Sari sudah mulai menerapkan digitalisasi dalam koperasi. Namun belum sepenuhnya bisa diterapkan, masih dilakukan secara perlahan seperti aplikasi M-banking belum siap digunakan secara merata oleh seluruh anggota, tapi pasti akan diarahkan kesana. Saat ini KSP Bangkung Sari masih fokus mematangkan teknologi yang sudah ada saja, agar semakin kokoh, bila sudah aman dan stabil, barulah menambah teknologi baru lagi, agar di tengah kompleksnya aktifitas anggota sebagai pemilik koperasi juga semakin efisen dalam bertransaksi dan tentunya KSP Bangkung Sari tumbuh menjadi koperasi sehat, modern dan mampu berjalan beriringan dengan lembaga keuangan lainnya.

