Integritas Tanpa Batas Sosok Manajer KUD Penebel

Integritas Tanpa Batas Sosok Manajer KUD Penebel

Setiap insan tentunya ingin mendapatkan kebahagiaan dalam hidup, lahir dan batin. Namun terkadang dalam perjalanannya kebahagiaan pun tidak kunjung ditemukan, meskipun telah mendapatkan status dan finansial yang dianggap gemilang. Memberikan manfaat bagi orang lain sesungguhnya adalah upaya agar hati bahagia. Memang tidak bisa digambarkan, akan tetapi nyatanya kebahagiaan itu akan terasa manakala seseorang dapat memberi manfaat bagi orang lain dan lingkungannya.

Hal itu jugalah yang menjadi prinsip hidup dari sosok manajer Koperasi Unit Desa Penebel bernama I Nyoman Natia yang mendedikasikan hidupnya untuk mengelola lembaga keuangan yang menjadi roda penggerak perekonomian desa tanah kelahiran tercinta.

Terhitung sejak tahun 1985 sejak masa awal KUD Penebel berdiri, hingga sekarang semangat dan integritasnya tidak melemah, kini lewat tangan dinginnya lembaga kemasyarakatan ini dapat terus bergerak dinamis melewati berbagai tantangan dan terus beresolusi dengan laju pertumbuhan ekonomi di masa transisi konvensional menuju era digital saat ini.

Baca Juga : Sebuah Dedikasi Untuk Membangun Desa Telaga Tercinta Melalui LPD

Lembaga kemasyarakatan seperti Koperasi Unit Desa / KUD Penebel memang merupakan komponen penting dalam proses tumbuh kembangnya kelompok sosial desa, mulai dari lini ekonomi hingga pembangunan. Prinsip utama suatu lembaga kemasyarakatan adalah prinsip – prinsip sosial dalam mengikuti dan menjalani setiap kegiatan yang diperuntukan untuk masyarakat desa.

Sehingga menurut I Nyoman Natia dengan landasan itu juga KUD Penebel akhirnya di bentuk dan diwujudkan ditengah masyarakat sebagai gerbong utama yang menyokong perekonomian desa, agar terciptanya kesempatan yang sama tanpa memandang kelas sosial.

Keterlibatan I Nyoman Natia sebagai pengelola dan pengawas KUD Penebel sejak awal dibentuk membuatnya tahu betul setiap rinci persoalan hingga urgensi masyarakat di desanya. Dengan pengalamaman yang lebih dari tiga dekade, maka tak ayal I Nyoman Natia tetap bisa menstabilkan kinerja, meski diterpa isu nasional terkait pandemi yang meluluhlantakkan hampir setiap sektor.

Berbicara tentang kunci suksesnya, I Nyoman Natia mengatakan bahwa, pelayanan publik yang baik dan unggul adalah hal yang paling esensial untuk mempermudah semua proses dan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat pun merasakan kenyamanan dan terbantu. Hal itulah yang terus menjadi condong utama integritas KUD Penebel dalam menjalankan kinerjanya, sehingga animo masyarakat pun terbentuk dan seiring berjalan waktu, prosesnya dapat terus meluas secara organik dan menghadirkan kredibilitas yang baik.

Hal itu agaknya memang benar, karena saat ini beragam pandangan masyarakat terkait instansi lembaga pemerintah / daerah yang masih terkesan lama dan berbelit belit. Maka untuk menepis hal tersebut I Nyoman Natia pun dengan cepat bermanuver mendorong fungsi lembaganya dengan bertransisi dan menetapkan standard operating procedure (SOP) terhadap setiap sumber daya manusia yang menjalankan tugasnya. Alhasil pelayanan prima yang diharapkan pun hingga kini sesuai dengan ekspektasi dan program – program yang dihadirkan kepada masyarakat pun dapat mengena dan tepat .

Baca Juga : Rejang Ayunan Simbol Penghormatan Terhadap Generasi Beranjak Dewasa

I Nyoman Natia merupakan putra daerah yang lahir dan tumbuh di desa Penebel. Orang tuanya berprofesi sebagai petani tulen, maka sedari kecil I Nyoman Natia pun telah terbiasa dengan aktivitas membantu orang tuanya memutar roda perekonomian keluarga dengan ikut serta bekerja di sawah.

Kehidupan keluarganya yang sangat sederhana dan jauh dari kata mewah itu pun kemudian membuatnya mampu tumbuh sebagai anak yang mempunyai sikap mandiri dan disiplin. Alhasil lembar kehidupan inilah yang mungkin tanpa sadar menempa semangat pantang menyerah dan jiwa berdikari seorang I Nyoman Natia.

Sampai di titik kehidupan yang ia jalankan saat ini baginya tidak lepas dari dukungan dan doa sang ibu tercinta yang sangat dekat secara emosional dengan dirinya, baginya sosok Ibu adalah the real hero in the real life, ketekunan dan ketangguhan ibunya untuk menghidupi anak-anaknya menjadi pelajaran kehidupan langsung yang menjadi cambukan I Nyoman Natia untuk menjadi lebih kuat menghadapi lika-liku kehidupan.

Karenanya, I Nyoman Nitia selalu memanjatkan doa dan bersyukur kepada yang maha kuasa atas apa yang ia jalani dan ia dapati saat ini. Meskipun perjuangannya masih terus bergulir, bagi I Nyoman Natia perjuangan sesungguhnya bukan terletak pada saat berjuang dan mendapatkan hasil yang gemilang, akan tetapi terletak pada saat ia dapat mempertahankan apa yang telah diraihnya untuk tetap dapat meneruskan legacy pada generasi berikutnya. I Nyoman Natia pun meyakini, bahwa hidup yang nikmat adalah hidup yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.