Sebuah Dedikasi Untuk Membangun Desa Telaga Tercinta Melalui LPD

Sebuah Dedikasi Untuk Membangun Desa Telaga Tercinta Melalui LPD

Pengembangan suatu lembaga kemasyarakatan atau lembaga desa merupakan salah satu bidang pengembangan dari manajemen sumber daya yang ada di suatu wilayah tersebut. Peran lembaga ini tentunya juga berfokus untuk membangun meningkatkan kapasitas infrastruktur untuk memacu pertumbuhan berbagai sektor seperti industri dan juga perekonomian wilayah.

Desa Adat Telaga yang terletak di Kabupaten Buleleng yang hingga saat ini terus bergerak progresif dengan mengorganisir suatu lembaga keuangan desa melalui Lembaga Perkreditan Desa/LPD Telaga. Alhasil dengan berjalannya LPD, intermediasi keuangan pun dapat membangun perekonomian desa dalam bentuk dana pembangunan desa dan dana sosial.

Dalam hal ini, Lembaga Perkreditan Desa Adat Telaga telah membuktikan perannya sebagai tonggak komponen keuangan yang pada akhirnya bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian wilayah.

Baca Juga : Sehat, Sejahtera, Mandiri dan Kuat Bersama KUD Timpag

LPD Desa Adat Telaga, yang kini dipimpin oleh sosok putra daerah bernama I Wayan Suwardana kini semakin bersinergi dengan krama dan struktur pemerintahan desa dalam mengoptimalkan peningkatan kesejahteraan. Hal itu terbukti dengan berbagai peningkatan baik dari segi pelayanan hingga sistem kinerja pun bergerak dinamis seiring dengan tumbuhnya daya gabung masyarakat yang semakin terkonsolidasi.

I Wayan Suwardana merupakan generasi pertama yang terjun langsung mengembangkan LPD Desa Adat Telaga yang mulai dirintis pada tahun 1988, ia pun mengawali karirnya sebagai pengelola yang pada saat itu tergerak hatinya untuk mengabdikan diri membangun desa tercinta melaui program LPD dari pemerintah yang bertujuan untuk menjadikan suatu bentuk desa mandiri dan otonom dalam memenuhi kebutuhannya.

Pada saat itu I Wayan Suwardana baru saja menyelesaikan pendidikan SMA nya, dan tawaran untuk mengabdikan diri dalam mengembangkan LPD pun ia dapat dari sosok ayahanda tercinta yang pada saat itu juga aktif terjun dalam kepengurusan organisasi desa. Alhasil, dengan niat tulus untuk menjalankan darmanya kepada orang tua dan desa, I Wayan Suwardana pun akhirnya mengikuti berbagai program penataran terlebih dahulu untuk dapat menjalankan lembaga kemasyarakatan ini.

Sama seperti kebanyakan kisah LPD lainnya, dahulu seingat I Wayan Suwardana orang – orang banyak yang tidak mau untuk terlibat mengembangkan lembaga ini. Hal itu dikarenakan LPD sebagai lembaga baru yang hadir di tengah masyarakat dan masih sangat awam di telinga masyarakat desa.

Namun dengan semangat dan kegigihan, serta sosialisasi yang masif dengan langsung bertemu tatap muka dengan masyarakat, perlahan-lahan LPD pun akhirnya mendapat respon yang baik dari krama dan dapat menajalankan program demi programnya.

Hingga kini siapa yang menyangka LPD yang dahulu sempat dianggap sebelah mata itu kini dapat terus meraksasa dan bergerak signifikan menyongsong kesejahteraan masyarakat dengan program – program yang diwujudkan, animo masyarakat pun hingga kini terus tumbuh untuk dapat terlibat membangun desa melalui LPD.

I Wayan Suwardana merupakan seorang pimpinan yang diamanahkan langsung secara mufakat untuk memegang roda kemudi jalannya lembaga keuangan desa saat terjadi kekosongan pimpinan, dikarenakan sosok pimpinan sebelumnya harus pensiun. Maka I Wayan Suwardana yang pada saat itu menjabat sebagai sekretaris pun akhirnya menerima amanah untuk memutar tongkat estafet kepemimpinan LPD Desa Adat Telaga.

Bagi I Wayan Suwardana, peran penting tokoh masyarakat dan krama memang hendaknya dapat bersinergi dalam menggerakkan suatu perubahan dinamis yang dapat memberikan makna dan manfaat yang besar kepada masyarakat desa adat untuk mendorong pengembangan investasi dan usaha yang mengutamakan sumber daya lokal yang ada.

Baca Juga : UD. Putri Dugul Tunjukan Kepedulian Mensejahterakan Ekonomi Para Petani dan Peternak

I Wayan Suwardana terlahir dari keluarga yang amat sederhana, bisa dibilang perekonomian keluarganya saat itu sangatlah pas – pasan. Karena seingatnya dahulu tak jarang sosok ibunda tercinta memanfaatkan sisa nasi kemarin agar tidak basi untuk dijadikan hidangan besoknya. Hal itu menyiratkan betapa pelik keadaan finansial keluarganya.

Meski harus dihadapkan dengan kehidupan yang berat, baginya hal itu merupakan perjalanan kehidupan penuh pelajaran yang membentuk pribadinya terus positif menjalani kehidupan. Alhasil sedari kecil telah terpatri di dalam sanubarinya agar kelak dapat menjadi orang yang berguna dan berilmu agar dapat merubah garis takdir hidupnya dan keluarga tercinta.

Dibesarkan oleh suri tauladan sosok orang tua yang bersahaja dan pekerja keras, menjadikan I Wayan Suwardana tumbuh dengan landasan tekad yang kuat dan membentuk sikap gigih juga jiwa berdikarinya. Baginya berbagai masalah dan hambatan dalam lembar kehidupan masa kecilnya inilah yang menjadi ujian pendewasaan nyata dalam membentuk karakternya menjalankan pekerjaan yang ia jalankan saat ini.

Dengan sumber daya Desa Adat Telaga yang melimpah, I Wayan Suwardana yakin bahwa LPD sebagai lembaga perekonomian desa akan dapat mendorong persaingan usaha masyarakat yang mempunyai daya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published.