Mendukung kinerjanya, pria kelahiran 11 Maret 1977 ini sengaja melanjutkan kuliah S1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Dwijendra, bukan karena ingin menjadi guru, melainkan agar bisa me-manage para karyawan. Hingga ia tamat tahun 2012, ia siap melanjutkan program dari ketua terdahulu. Salah satunya, merekrut kepercayaan masyarakat untuk bergabung dengan LPD Desa Adat Pakuseba. Karena tak memiliki relasi yang cukup kuat dimana seperti yang disebutkan sebelumnya, ia lebih banyak bekerja di Ubud, ia turun ke lapangan berkoordinasi dengan bagian Kasir.
Selain menghimbau secara eksplisit kepada masyarakat, Sudina juga membangun citra positifnya dengan terlibat dalam kegiatan adat, pembagian sembako dan bila ada nasabah yang mengalami kedukaan, LPD juga siap mengirimkan dana sosial. Baginya bekerja di lembaga keuangan khususnya di LPD Desa Adat Pakuseba, dirinya harus siap belajar sepanjang hayat, belajar dari pengalaman, mengenali karakter nasabah dan kemajuan sistem yang berhubungan dengan manajemen keuangan.

Prinsip Sudina “Kalau memang ‘bersih’, kenapa harus risih?”, ya, dirinya berangsur-angsur memiliki kepercayaan diri untuk memimpin lembaga ini, sejauh masyarakat desa Pakuseba terus menghendakinya memimpin. Agar terhindar dari sikap-sikap yang menyalahi norma-norma di LPD yang telah beraset Rp. 7 miliar ini, ia dan seluruh tim selalu berupaya memberikan pelayanan optimal kepada setiap krama serta tetap terbuka dengan mereka, dimana transparansi menjadi hal yang paling fundamental untuk dilaksanakan demi menjaga kepercayaan krama Desa Adat Pakuseba.
Disamping disibukkan dengan kegiatan di LPD, Wayan Sudinasution nyatanya juga disibukkan dengan kegiatan wirausaha sembari mengelola perkebunan dan hewan ternak serta membuka sebuah lembaga koperasi dengan nama “Koperasi Widiartha” yang saat ini dikelola oleh sang istri. Sudina sudah menganggap terpilihnya ia dan tim untuk mengelola LPD, adalah wujud pengabdian atau ngayah, tidak bisa mengukur segala pencapaian dan upaya keras dengan nominal uang, apalagi berhubungan dengan masyarakat di desa sendiri. Dalam setiap tantangan yang mewarnai LPD ini, siapapun calon pemimpin selanjutnya nanti, diharapkan setidaknya bisa tetap beroperasi mendampingi kebutuhan masyarakat yang berkelanjutan.
