Ni Made Hadiyani merupakan putri daerah yang lahir di Tabanan. Ia terlahir dari keluarga yang amat sederha dan jauh dari kata mewah, ayahanda merupakan seorang pegawai swasta, dan ibunda berprofesi sebagi buruh harian penjahit pakaian.
Dengan keadan ekonomi keluarga yang serba pas – pasan, Ni Made Hadiyani pun sedari kecil telah terbiasa membantu pergelutan ekonomi keluarga dengan membantu ibunda berdagang untuk mencukupi hajat hidup dan pendidikannya.
Suri tauladan kedua orang tuanya memang selalu mendidiknya untuk dapat mandiri dan mempunyai sikap disiplin sejak dini. Tidak seperti anak-anak lain seusianya yang dapat pergi bermain seusai sekolah, Ni Made Hadiyani telah mendapat jadwal ruitinitas harian dari orang tuanya yang harus dijalankan.

Baca Juga : Praktisi Kesehatan yang Bersinar Dengan Semangat Kepedulian, Kecintaan dan Kesetaraan Terhadap Hewan
Namun bagi Ni Made Hadiyani, pola asuh orang tuanya yang seperti itulah kemudian membentuknya mempunyai mindset yang kuat untuk dapat selalu tangguh dalam segala kondisi dan berjiwa berdikari, sehingga dapat berada di titik kehidupannya saat ini.
Dibesarkan oleh suri tauladan sosok orang tua yang bersahaja dan pekerja keras, kehidupan Ni Made Hadiyani tetap mendapatkan momen-momen indah yang penuh keceriaan, kehangatan dan kasih sayang orang tua tercinta.
Memang rencana Tuhan siapa yang bisa menebak, berkat kegigihan, harapan dan tekad yang kuat untuk terus berjuang demi keluarga tercinta. Ia pun kemudian dipertemukan jalan yang membuka kesempatannya untuk dapat mengembangkan sebuah lembaga koperasi yang di bentuk sebagai soko guru perekonomian nasional dan lebih jauh dapat bermanfaat bagi masyarakat dan tanah kelahirannya.
