Menapaki karir berorganisasi dengan gemilang, siapa yang menyangka bahwa kehidupan masa kecil I Gede Wena sangatlah pelik.
I Gede Wena terlahir dari keluarga yang jauh dari kata mewah, bisa di bilang perekonomian keluarganya saat itu serba pas – pasan. Ayahnya berprofesi sebagai buruh kasar bangunan dan ibunya turut membantu perekonomian keluarga dengan berjualan agar dapat mencukupi hajat hidup kelima anaknya.
Meskipun kehidupan saat itu sunggu sulit, kedua orang tuanya selalu memprioritaskan kebutuhan pendidikan anak – anaknya, walau harus tertatih-tatih membanting tulang sedari pagi hingga malam. Sosok kedua orang tua tercinta bagi I Gede Wena adalah sosok yang sangat pekerja keras, baginya apapun yang dikerjakan orang tuanya dahulu hanyalah untuk dapat mencukupi hajat hidup dan pendidikan anak- anaknya saja.

Baca Juga : Kesungguhan Hati di Setiap Amanat, Cerminan Kesederhanaan dan Rendah Hati Sang Pemimpin Sejati
Maka untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan lain yang lebih dari itu, anak-anaknya pun diajarkan untuk dapat hidup mandiri sejak dini agar bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Mungkin hal itu juga yang menjadi suri tauladan I Gede Wena hingga sekarang tak pernah mengeluh dengan lika – liku dan naik turun perjalanan hidup yang dijalankannya, karena baginya bekerja keras adalah hal yang telah biasa dilaluinya sejak kecil, telah menjadi prinsip dasar hidupnya untuk tidak bergantung kepada orang lain dan percaya akan kemampuan diri sendiri untuk dapat mengubah garis takdir hidup dirinya dan keluarganya.
Namun nyatanya rencana Tuhan memang kadang tak terduga. Keterlibatannya dalam berbagai organisasi kini dapat mebuahkan hasil yang maksimal. Sehingga dari sosok I Gede Wena kita belajar bahwa memang dedikasi, antusias dan kegigihan merupakan nilai penting yang harus ditanamkan dalam diri setiap insan, agar semua yang dikerjakan dapat menjadi semakin bermanfaat. Bahwa hidup bukanlah sekedar hidup, namun juga harus menaruh keprihatinan yang mendalam saat menjalani kehidupan bermasyarakat.
