Selain itu, kunci untuk mengembangkan koperasi adalah inovasi. Jika pengelola koperasi sudah melakukan inovasi yang tepat dan bermanfaat maka kepercayaan masyarakat untuk ikut berkoperasi akan terus tumbuh. “Kedepannya sudah ada target dan upaya pembenahan dari kami, terkait mengikuti perkembangan tekologi agar lebih efektif bagi anggota. Kemudian terkait peningkatan SDM bagi para pengurus dan mampu membuka lowongan pekerjaan baru. Selain itu juga, koperasi yang berangkat dari keagamaan ini mesti mampu menaungi kebutuhan pendidikan. Tidak hanya anggota, namun juga para pengurus atau staf yang bekerja mengembangkan lembaga keungan ini,” tutup Wayan Suwita.

Sementara itu, I Made Sutarna selaku Manager Koperasi Tangkas Sari Sedana, yang sempat diwawancarai mengatakan, jika perjalanan koperasi tersebut telah mampu mendulang kepercayaan anggota berkat profesionalitas para pengurus, pengawas dan para anggota itu sendiri. Tidak hanya menyoal kinerja kerja, akan tetapi program serta tawaran lain yang mampu memudahkan calon anggota untuk memenuhi kebutuhan, turut menarik perhatian. “Sejak awal memang tim bekerja sesuai dengan tupoksi dan aturannya masing-masing. Seiring berjalanannya waktu, berkembang hingga saat ini. Termasuk di dukung oleh orang-orang hebat. Sehingga apa pun yang saya kerjakan, saya berupaya untuk selalu menyampaikan ke pimpinan,” ungkap pemuda kelahiran 1991 itu.
Sesuai semangat keharmonisan yang dipupuk oleh para pendiri, Made Sutarna pun berharap selain meningkatkan dan memberikan kesejahteraan bagi anggota, marwah dan tujuan dari hadirnya koperasi Tangkas Sari Sedana ini mampu menjawab kebutuhan yang tengah dialami masyarakat. “Pastinya, harapannya saya dengan hadirnya koperasi kami ini, selain utnuk bisa membantu kebutuhan acara keagamaan, juga bisa membantu memudahkan kebutuhan di luar dari itu. Setidaknya, pemanfaatannya berguna bagi kebutuhan anggota,” tutupnya.
