Alhasil, dengan sumber daya manusia yang berkualitas, ditambah dengan pelayanan yang baik dan regulatif, menjadikan animo masyarakat untuk turut serta tergabung dalam koperasi kini semakin tinggi.
Sebagai sarana untuk mencapai pemerataan ekonomi masyarakat dan pembangunan yang adil dan makmur. Maka koperasi juga tidak lepas dari landasan-landasan hukum, landasan mental dan landasan struktural dalam menggalakan program-program yang dijalankan.
Namun jika berbicara koperasi yang bertahan dua dekade lamanya, dan masih terus bergerak dinamis dari waktu ke waktu, maka tentulah ‘KSU Tirta Nadi’ termasuk dari salah satu lembaga yang terus berprogres menggeliatkan perkonomian masyarakat dan UMKM daerah.
Menurut I Made Suarja kinerja koperasi haruslah mempunyai prinsip kehati-hatian dan juga sehat. Karena koperasi merupakan lembaga yang dilandasi amanah dari masyarakat, maka dari itu diperlukan adanya kepastian terhadap standar dan tata cara yang dapat digunakan sebagai instrumen dalam memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Maka dengan semua sumber daya yang ada, harapannya program-program yang dijalankan juga dapat menambah interelasi semua lapisan masyarakat sehingga dapat menjadi lembaga yang substansial dan mengena untuk kebutuhan masyarakat itu sendiri.
Dalam hal ini sosok sekretaris bernama I Nyoman Astawa menjadi ujung tombak dalam membangun sinergi dan komunikasi. Bagi I Nyoman Astawa hal yang paling fundamental adalah membangun ikatan emosional dengan langkah sosialisasi bertatap muka langsung secara berkala. Tentu peran tokoh masyarakat dan juga perangkat pemerintahan desa juga sangat membantu agar program-program yang ingin di wujudkan menjadi esensial.
