Dalam lingkungan organisasi desa, pria kelahiran Baha, 31 Desember 1961 ini sempat dipercaya sebagai hansip, ia yang ingin lebih fokus bekerja sengaja pindah ke Denpasar. Namun lagi-lagi, ia ditunjuk menjadi bagian dari aparat desa dan belajar berorganisasi, melalui posisinya sebagai kelihan adat. Kebetulan kakak yang berasal dari Desa Sembung, menjadi pengurus organisasi politik pun turut mendukungnya berdasarkan ilmu dan pengalaman beliau yang sudah berinteraksi secara langsung dengan pejabat-pejabat di Kabupaten Badung. Seperti definisi simbiosis mutualisme, ia pun membantu sang kakak untuk menseriusi kiprahnya di politik. Baru pertama kali menjadi bagian dari tim sukses, ia turut senang dan bangga, kakaknya sudah berhasil memenangkan suara masyarakat dan duduk sebagai anggota dewan. Ia juga terlibat dalam pesta demokrasi, menjagokan kandidat kepala desa di Desa Baha dan lagi-lagi sukses dimenangkan.

Baca Juga : “Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia” Belajar Dari Sebuah Seni Untuk Menjalani Hidup Multidisiplin
‘Nyemplung’ tanpa sengaja dalam pengalaman tersebut, membuat pria yang juga pemilik dari “Koperasi Bali Mertha Jaya” ini, mengetahui seluk beluk situasi di segala penjuru arah mata angin daerah Baha. Ia pun pernah menjabat sebagai Ketua Ranting dan Bendahara di PAC (Pengurus Anak Cabang) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Keterlibatannya aktif berorganisasi, secara tidak langsung memperkenalkan dirinya bagaimana ia menempatkan dirinya di lapangan dan berbaur dengan masyarakat yang sebenarnya sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Atas kontribusinya, ia pun masuk sebagai kandidat sebagai Kepala Desa Dinas atau Perbekel di Desa Baha yang diberi mandat oleh Bupati Badung, Bapak Giri Prasta.
Membuka “Pasar Bunga Taman Sari” di Tengah Memanasnya COVID-19
Butuh dua bulan Wayan Rusih memikirkan tawaran bakal menjadi Perbekel, terlebih dukungan dari keluarga apakah berkenan dan mengizinkan. Hingga hasilnya setelah melakukan pembicaraan mendalam dengan keluarga besar, I Wayan Rusih terpilih sebagai Kepala Desa Dinas atau Perbekel di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
