Menjalankan Amanah Dengan Menyertakan Hati dan Pikiran, ‘Koperasi Amertha Sedana’ Terus Bertumbuh Tingkatkan Perekonomian dan Sumber Daya Desa

I Nyoman Warta merupakan putra daerah yang lahir dari keluarga yang terbilang sangat pas – pasan dan jauh dari kata mewah. Ayahanda merupakan seorang pedagang ayam dan ibunda tercinta juga turut membantu roda perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai tenaga serabutan kasar sehari-hari.

Dihadapkan dengan kondisi keluarga yang benar – benar sulit, akhirnya menuntun dan membentuk I Nyoman Warta menjadi pribadi yang harus berdikari sejak dini. Untuk mencukupi hajat hidup keluarga dan pendidikannya, I Nyoman Warta pun telah turut terjun dalam pergelutan ekonomi sedari ia masih duduk di bangku SD dengan berjualan es keliling sepulang sekolah atau berjualan kerupuk yang ia jajakkan ketika ada kegiatan-kegiatan desa.

Tidak seperti kebanyakan anak seusianya yang dapat bermain selepas sekolah. I Nyoman Warta harus bekerja sangat keras, apapun ia kerjakan tanpa ada rasa gengsi atau pun malu. Karena baginya dapat membantu meringankan beban orang tuanya saja sudah dapat memberikannya kebahagian.

Ia tahu betul perjuangan kedua orang tuanya yang seperti tanpa lelah dalam memenuhi kebutuhan sandang pangan keluarganya, meski terus dihadapkan dengan kehidupan yang sungguh pelik, sosok kedua orang tua tercinta yang sangat bersahaja selalu memberikan anak – anaknya suri tauladan untuk terus gigih menggapai apa yang diimpikan.

Baca Juga : Kesungguhan Hati di Setiap Amanat, Cerminan Kesederhanaan dan Rendah Hati Sang Pemimpin Sejati

Kehidupan masa kecil I Nyoman Warta pun tetap dipenuhi dengan rasa kasih dan sayang dari kedua orang tua tercinta dan saudara-saudaranya. Hal itulah yang kemudian tanpa sadar menjadi energi pendorong bagi I Nyoman Warta dengan menyematkan doa dan berjanji kepada diri sendiri bahwa suatu saat nanti ia harus dapat mengubah garis takdir hidupnya dan keluarga tercinta.

Memanglah jika kekuatan dari sebuah doa jika dileburkan dengan kegigihan dan kerja keras, akan membawa seorang insan menju titik-titik penuh kemungkinan yang besar. Nyatanya hal itulah yang kemudian membawa I Nyoman Warta ke titik kehidupan yang terang benderang seperti saat ini.

Setiap perjalanan hidupnya itu ia jadikan sebuah pembelajaran untuk membentuk dirinya menjadi individu yang lebih baik lagi, dan selalu dinamis menyikapi berbagai tantangan dan perubahan. Sebuah sikap yang hingga saat ini ia jadikan pegangan untuk menjalankan kinerja dan amanah masyarakat kepadanya.

Sebagian orang mungkin pernah merasakan bekerja dengan keterpaksaan. Bekerja hanya dengan fisiknya saja tanpa menyertakan hati dan pikiran. Sebagian lagi mungkin juga mengerjakan sesuatu dengan suka cita, bekerja dengan menghadirkan cinta dan segenap pikiran, sudah barang tentu hasilnya pun akan berbeda.

Pada kenyataannya kerja keras dan jujur ternyata belum cukup untuk menghantarkan seseorang menuju karir yang gemilang. Kuncinya adalah tentu saja harus menyenangi pekerjaan, karena dengan sikap itu seorang insan akan bertanggung jawab penuh dengan apa yang dikerjakan. Nilai-nilai itulah yang terpatri kuat dalam kehidupan sosok I Nyoman Warta yang selalu dipegangnya dalam setiap perjalanan dan penitian karirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *